Konten dari Pengguna

Teks Sumpah Pemuda Asli dalam Ejaan Van Ophuijsen

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tokoh-tokoh Sumpah Pemuda dan teks aklsi keputusan Kongres Pemuda II. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tokoh-tokoh Sumpah Pemuda dan teks aklsi keputusan Kongres Pemuda II. Foto: Wikimedia Commons

Teks Sumpah Pemuda asli terdiri dari tiga butir ikrar yang diresmikan pada 28 Oktober 1928. Teks ini menggambarkan semangat persatuan dan perjuangan para pemuda Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Teks Sumpah Pemuda adalah hasil dari rumusan dalam Kongres Pemuda II yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928. Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pelajar dari seluruh wilayah Tanah Air yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).

Naskah Sumpah Pemuda ditandatangani oleh para pemuda yang mewakili berbagai organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatra, Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Batak Bond, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana isi naskah Sumpah Pemuda asli? Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Teks Sumpah Pemuda Asli

Ilustrasi teks Sumpah Pemuda asli. Foto: Wikimedia Commons

Mengutip buku Bahasa Indonesia Akademik untuk Perguruan Tinggi oleh Isthifa Kemal, dkk., teks asli Sumpah Pemuda 1928 ditulis menggunakan ejaan Van Ophuijsen atau ejaan lama, yakni jenis ejaan pertama yang dipakai dalam bahasa Indonesia.

1. Isi Teks Sumpah Pemuda Asli

Berikut adalah isi naskah teks Sumpah Pemuda asli yang lengkap dan ditulis menggunakan ejaan Van Ophuijsen:

Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia jang berdasarkan dengan nama Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Batak Bond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi, dan Perhimpoenan Peladjar Indonesia.

Memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 di negeri Djakarta. Sesoedahnja mendengar segala isi-isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini. Kerapatan laloe mengambil kepoetoesan:

  1. Pertama: Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

  2. Kedoea: Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

  3. Ketiga: Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan asas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelan-perkoempoelan kebangsaan Indonesia.

Mengeloearkan kajakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar poetoesannja:

  • Kemajoean

  • Sedjarah

  • Bahasa

  • Hoekoem Adat

  • Pendidikan dan Kepandoean

dan mengeloearkan penghargaan soepaja ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan.

Djakarta, 28 Oktober 1928

2. Butir Ikrar Sumpah Pemuda Asli

Sejarah Sumpah Pemuda 1928. Foto: dok. Museum Sumpah Pemuda

Berikut adalah bunyi tiga butir ikrar dalam teks Sumpah Pemuda asli.

  1. Pertama: Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

  2. Kedoea: Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

  3. Ketiga: Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

3. Butir Ikrar Sumpah Pemuda Versi Baru

Berikut adalah tiga butir ikrar dalam teks Sumpah Pemuda yang ditulis menggunakan ejaan baru atau Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

  1. Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

  2. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

  3. Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Itulah isi teks Sumpah Pemuda asli yang memiliki sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Teks tersebut menggambarkan semangat persatuan, perjuangan, dan cinta Tanah Air yang mendalam.

(SFR)