Konten dari Pengguna

Tembang Dhandanggula: Pengertian, Struktur, dan Contohya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tembang dhandanggula  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tembang dhandanggula Foto: Shutterstock

Tembang dhandanggula adalah tembang yang melambangkan kehidupan berumah tangga. Istilah penyebutannya berasal dari kata ‘dhandang’ yang artinya panci.

Menurut Ahmad Rajul Dinul dalam buku Dialektika Hidup, watak tembang dhandanggula adalah manis, elok, dan menyedapkan. Namun, ada pula yang menyebut tembang ini berwatak luwes dan menyatu.

Tembang dhandanggula cocok digunakan dalam semua kondisi dan suasana, khususnya untuk memberikan sebuah wejangan. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang struktur dan contoh tembang dhandanggula selengkapnya.

Struktur dan Contoh Tembang Dhandanggula

Dikutip dari buku Mantra Kidung Jawa: Mengurai yang Lingual Hingga yang Transedental oleh Wahyu Widodo, struktur matriks tembang dhandanggula dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Baris pertama (a), terdiri dari 10 jumlah suku kata dan vokal akhir /i/.

  • Baris kedua (b), terdiri dari 10 jumlah suku kata dan vokal akhir /a/.

  • Baris ketiga (c), terdiri dari 8 jumlah suku kata dan vokal akhir /e/, dan terus pada baris selanjutnya.

Ilustrasi tembang dhandanggula. Foto: Dok. Kemenparekraf

Di bawah ini merupakan contoh tembang dhandanggula yang terdapat dalam serat wulangreh karangan Sri Pakubuwana IV. Dikutip dari buku Filsafat Ku karya Wafa Aldawamy, berikut bait lengkapnya:

Gampang ewuh wong wadon akrami

lamun gampang luwih saking gampang

yen angel luwih angele

lire tyasireng kakung

mring garwane yayi tan keni

dinuga ing wardaya

gampang ewuhipun

lamun nuju tyase gampang

kinaryaa samya dolanan lir cilik

mring garwa nut kewala.

Artinya:

"Pernikahan perlu bekal cukup. Kedua pengantin akan menempuh hidup baru. Tentu banyak cobaan, ujian dan rintangan. Maka kedua mempelai sebaiknya belajar tentang seluk beluk hidup berumah tangga. Mudah-mudahan menjadi keluarga yang bahagia dan sejahtera. Mereka menempuh hidup bebrayan yang guyup rukun."

Tembang dhandanggula tersebut mengisahkan tentang pasangan suami istri yang memadu kasih atau menjalani pernikahan dengan tujuan untuk memperoleh kebahagiaan. Ini adalah hal yang diidamkan setiap mukmin.

Rasulullah SAW telah memberi teladan kepada umatnya mengenai cara membina keharmonisan rumah tangga. Terlebih, dalam diri Rasulullah sendiri juga terdapat teladan yang terbaik.

Ilustrasi tembang dhandanggula Foto: Faisal Rahman/kumparan

Seorang suami harus menyadari bahwa dalam rumahnya itu ada pahlawan di balik layar, pembawa ketenangan serta kesejukan, yakni sang istri. Mengenai hal itu, Rasulullah SAW bersabda:

"Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik- baik kenikmatan dunia yaitu istri yang shalihah".

Tembang dandhanggula adalah bentuk nasihat rumah tangga yang diperuntukan bagi umat Muslim. Bait-baitnya yang selalu dikaitkan dengan nash Alquran dan sunnah selalu relevan dengan kehidupan manusia lintas zaman.

Para sunan menciptakan tembang sebagai wejangan sekaligus nasihat untuk umat Islam yang tinggal di wilayah Jawa. Karena dibalut dengan budaya dan adat istiadat setempat, akhirnya tembang ini pun menjadi nasihat yang bersifat universal.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu tembang?

chevron-down

Tembang adalah literatur puisi yang merupakan budaya khas Jawa yang masih dikaryakan sampai sekarang.

Apa itu tembang dhandanggula?

chevron-down

Tembang dhandanggula adalah tembang yang melambangkan kehidupan berumah tangga. Istilah penyebutannya berasal dari kata ‘dhandang’ yang berarti panci.

Siapa yang menciptakan tembang Jawa?

chevron-down

Sunan Walisongo.