Tembung Aran: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sama halnya dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa juga memiliki istilah khusus yang digunakan untuk menjelaskan jenis kata dan kalimatnya. Salah satu jenis kata yang dibahas dalam tatanan bahasa Jawa adalah tembung aran.
Mengutip buku Baboning Pepak Basa Jawa karya Budi Anwari, "Tembung aran yaiku tembung sing nerangke kabeh barang sing wujud utowo ora wujud". Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, tembung aran adalah jenis tembung yang menerangkan seluruh barang yang ada wujudnya atau tidak ada wujudnya. Dengan kata lain, tembung aran sama dengan kata benda.
Dalam tatanan kalimat, tembung aran yakni tembung yang dapat menjadi jejer (subjek) dan lesan (obyek). Artinya, tembung aran termasuk ke dalam jenis tembung yang dapat berdiri sendiri dalam sebuah kalimat tanpa bergantung pada jenis tembung lain.
Jenis-Jenis Tembung Aran dan Contohnya
Menghimpun buku Pepak lan wasis basa Jawa oleh Febyardini Dian P. R, secara umum, tembung aran dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:
Tembung Aran Kang Wujud
Tembung aran kang wujud yaitu kata benda yang wujudnya bisa dilihat oleh mata. Contohnya: meja, kursi, gunung, lintang, lemah, kali, pot, buku, papan tulis, duit, omah, dan lainnya.
Tembung Aran Kang Ora Ono Wujude
Tembung aran kang ora ono wujude, yaitu kata benda yang wujudnya tidak bisa dilihat oleh mata. Contoh: ilmu, kecerdikan, ketekunan, kebaikan, cinta, dan sebagainya.
Tembung Aran Saka Barang Kang Nduweni Nyawa
Jenis kata ini dalam bahasa Indonesia termasuk ke dalam kata benda persona, yaitu:
Kata yang menunjukkan nama orang, misalnya: Sunarti, Winarsih, Partana, Parjo, Dani, Sasa, Fauzan, Arka, Maya, Dina, dan lain-lain.
Kata yang menunjukkan persahabatan, misalnya: kakek, kakek, ayah, bibi, saudara laki-laki, saudara perempuan, saudara laki-laki, keponakan, keponakan, dan sebagainya.
Katayang menggambarkan apa yang orang pikirkan, misalnya: hantu, raksasa, malaikat, setan, dan lainnya.
Kata yang menggambarkan sekelompok orang, misalnya: orang Belanda, suku India, dan lain sebagainya.
Tembung Aran Gawe Barang Tanpa Nyawa
Tembung aran gawe barang tanpa nyawa adalah kata benda yang digunakan untuk sesuatu yang tidak bernyawa, yaitu:
Nama lembaga: DPR, MPR, KPK, KPU, MK, dan lain-lain.
Nama daerah: Surabaya, Mojokerto, Madiun, Flores, Papua, Kalimantan, dan sebagainya.
Nama ukuran: liter, gram, kilo, dan sejenisnya.
Tembung Aran Gawe Barang Kang Bisa Dietung
Tembung aran gawe barang kang bisa dietung, yaitu kata yang menunjukkan bahwa benda itu bisa dihitung jumlahnya. Contoh: Desa, kota, desa, meja, kursi, buku, pensil, setip, garis, kantor, sekolah air, kedelai, kacang tanah, dan sebagainya.
(NDA)
