Konten dari Pengguna

Tembung Kriya: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksara Jawa. Foto: Instagram/@bagolleol
zoom-in-whitePerbesar
Aksara Jawa. Foto: Instagram/@bagolleol

Sama halnya dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa juga memiliki istilah khusus yang digunakan untuk menjelaskan jenis kata dan kalimatnya. Salah satu jenis kata yang dibahas dalam tatanan bahasa Jawa adalah tembung kriya.

Mengutip buku Baboning Pepak Basa Jawa, "tembung kriya yaiku tembung kang nyatakake solah bawa, tingkah laku, utawa tumandang gawe, lan ngayahi pagawean". Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, tembung kriya sama dengan kata kerja, yaitu kata yang digunakan untuk menunjukan aktivitas seseorang.

Kata kerja ini dalam kalimat berperan sebagai predikat. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang tembung kriya lengkap dengan jenis dan contohnya.

Pengertian Tembung Kriya dan Jenisnya

Seperti disebutkan di awal, tembung kriya sama dengan kata kerja. Kata ini dapat menjelaskan aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang pada waktu tertentu.

Mengutip buku Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar, secara umum tembung kriya dibedakan menjadi beberapa jenis. Ada tembung kriya yang menjelaskan proses dan tembung kriya yang menjelaskan aktivitas. Selain itu ada juga tembung kriya lingga dan tembung kriya andhahan.

Ilustrasi menulis surat. Foto: Shutter Stock

Contoh tembung kriya yang menjelaskan aktivitas adalah mangan, ngombe, dan maca. Sedangkan contoh tembung kriya yang yang menjelaskan  proses adalah mlethek, mblawus, menek.

Kemudian penjelasan tembung kriya lingga dan tembung kriya andhahan dapat disimak di penjelasan berikut:

1. Tembung Kriya Lingga

Tembung kriya lingga merupakan tembung kriya yang belum diubah dari kata dasarnya. Contoh :

  • Tono mangan tahu

  • Riski menek wit kelapa

  • Hendra gawe kurungan pitik

2. Tembung Kriya Andhahan

Tembung kriya andhahan merupakan tembung kriya yang sudah diubah kata dasarnya dan diberi imbuhan berupa ater-ater (awalan), seselan (sisipan) dan panambang (akhiran). Contoh:

  • Riska gemuyu karo Nisa

  • Buku kuwi diwaca Dimas

  • Indro kesandhung godong pring

(MSD)