Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.102.2
Konten dari Pengguna
Tembung Kriya: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
13 Agustus 2021 12:30 WIB
·
waktu baca 1 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sama halnya dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa juga memiliki istilah khusus yang digunakan untuk menjelaskan jenis kata dan kalimatnya. Salah satu jenis kata yang dibahas dalam tatanan bahasa Jawa adalah tembung kriya.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Baboning Pepak Basa Jawa, "tembung kriya yaiku tembung kang nyatakake solah bawa, tingkah laku, utawa tumandang gawe, lan ngayahi pagawean". Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, tembung kriya sama dengan kata kerja, yaitu kata yang digunakan untuk menunjukan aktivitas seseorang.
Kata kerja ini dalam kalimat berperan sebagai predikat. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang tembung kriya lengkap dengan jenis dan contohnya.
Pengertian Tembung Kriya dan Jenisnya
Seperti disebutkan di awal, tembung kriya sama dengan kata kerja. Kata ini dapat menjelaskan aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang pada waktu tertentu.
Mengutip buku Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar, secara umum tembung kriya dibedakan menjadi beberapa jenis. Ada tembung kriya yang menjelaskan proses dan tembung kriya yang menjelaskan aktivitas. Selain itu ada juga tembung kriya lingga dan tembung kriya andhahan.
Contoh tembung kriya yang menjelaskan aktivitas adalah mangan, ngombe, dan maca. Sedangkan contoh tembung kriya yang yang menjelaskan proses adalah mlethek, mblawus, menek.
ADVERTISEMENT
Kemudian penjelasan tembung kriya lingga dan tembung kriya andhahan dapat disimak di penjelasan berikut:
1. Tembung Kriya Lingga
Tembung kriya lingga merupakan tembung kriya yang belum diubah dari kata dasarnya. Contoh :
2. Tembung Kriya Andhahan
Tembung kriya andhahan merupakan tembung kriya yang sudah diubah kata dasarnya dan diberi imbuhan berupa ater-ater (awalan), seselan (sisipan) dan panambang (akhiran). Contoh:
(MSD)