Konten dari Pengguna

Teori Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Foto: STEPHANE DE SAKUTIN/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: STEPHANE DE SAKUTIN/AFP

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam. Tak heran jika cerita tentang teori tentang asal usul nenek moyang pun banyak beredar di Tanah Air.

Salah satu materi dalam pelajaran sejarah yang pernah dipelajari di bangku sekolah juga membahas tentang asal usul nenek moyang bangsa. Mulai dari teori Yunan yang paling sering kita dengar hingga teori Out of Africa.

Untuk mengetahui teori asal usul nenek moyang Indonesia, simak beberapa penjelasan berikut ini.

Teori Yunan

Teori ini menyatakan bahwa asal usul bangsa Indonesia berasal dari wilayah Yunan, Tiongkok. Para ahli yang mendukung teori ini adalah R.H Geldern, J.H.C. Kern, J.R. Foster, dan J.R. Logon.

Migrasi manusia dari wilayah Asia Tengah ke kawasan Nusantara disebabkan faktor terdesak oleh bangsa yang lebih kuat. Berdasarkan teori, ada tiga gelombang kedatangan tersebut, yakni Proto Melayu, Deutro Melayu, dan Melanosoid.

Proto Melayu (Melayu Tua) pertama kali datang ke Indonesia pada 1500 SM. Mereka masuk ke Nusantara melalui jalur darat dan jalur laut. Proto Melayu memiliki kebudayaan yang maju pada saat itu, dilihat dari hasil penemuan fosil yang terbuat dari batu.

Setelah kehadiran Proto Melayu, datang sekawanan Deutro Melayu (Melayu Muda) sekitar tahun 300-400 SM. Mereka masuk ke wilayah Nusantara bagian barat dan diyakini memiliki kebudayaan yang lebih maju ketimbang Proto Melayu.

Teori ini dibuktikan dengan peninggalan dua suku bangsa, yaitu Proto Melayu yang mewarisi kebudayaan Paleolithikum (Bacson-Hoabinh) dan Deutero Melayu yang mewarisi kebudayaan Perunggu (Dongson).

Suku yang disebut mewarisi dua suku bangsa adalah Suku Dayak dan Suku Toraja yang termasuk anak keturunan Proto Melayu. Sedangkan Suku Jawa, Melayu, dan Bugis menjadi anak keturunan Deutro Melayu.

Selain itu, hadir juga bangsa Melanesoid yang datang ke Papua pada akhir zaman es sekitar 70.000 SM.

Ilustrasi. Foto: Flickr/EA Media Syn

Teori Nusantara

Teori Nusantara meyakini bahwa asal usul bangsa Indonesia lahir dari bangsa Indonesia itu sendiri. Teori Nusantara didukung oleh Mohammad Yamin, J. Crawford, Sutan Takdir Alisyahbana, dan Gorys Keraf.

Dasar teori ini dibuktikan dengan bangsa melayu merupakan bangsa yang telah memiliki peradaban tinggi sehingga tidak memerlukan migrasi atau kedatangan asing ke wilayah Nusantara.

Terdapat kesamaan antara bahasa Melayu dan bahasa Kamboja. Penemuan Homo Soloensis dan Homo Wajakensis di Pulau Jawa menjadi dasar yang menguatkan teori ini, serta adanya perbedaan bahasa Austronesia yang berkembang di wilayah Asia Tengah.

Teori Out Of Africa

Teori ini menyatakan bahwa nenek moyang Indonesia berasal dari Afrika. Teori ini memberikan penjelasan bahwa manusia Afrika sudah melakukan perpindahan dari Afrika menuju Asia Barat sekitar 50.000-70.000 tahun lalu.

Perpindahan yang mereka lakukan masih menggunakan perahu yang sangat sederhana. Pada saat itu, air masih berbentuk gletser. Terdapat pembagian kelompok dari proses penyebaran ini. Ada yang ke wilayah Timur Tengah atau menyusuri Semenanjung Arab hingga ke Indonesia.

Jalur imigrasi pada masa itu ditempuh melewati Lembah Sungai Nil yang melintasi Semenanjung Sinai, kemudian ke Utara melewati Arab Levant dan jalur yang melewati Laut Merah.

(HDP)