Konten dari Pengguna

Teori Belajar Konstruktivisme: Pengertian, Tujuan, dan Karakteristiknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Belajar Konstruktivisme. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Belajar Konstruktivisme. Foto: Thinkstock

Teori belajar konstruktivisme menjadi salah satu teori yang dikenal di dunia pendidikan. Teori satu ini dipelopori oleh Piaget, Bruner, dan Vygotsy pada awal abad 20-an. Konsep teori ini mengacu pada peserta didik yang aktif dan mandiri.

Mengutip buku Teori-teori Belajar karya Dr. Muhammad Hasan, S. Pd., M. Pd., dkk., konstruktivisme berasal dari bahasa Inggris, yaitu constructive yang berarti “yang membangun”. Secara ilmiah, konstruktivisme mengandung arti “merancang dan membangun”.

Sementara itu, konstruktivisme menurut filsafat pendidikan artinya upaya membangun tata susunan hidup berbudaya modern. Lalu secara garis besar, konstruktivime mengarah kepada sintesis rasionalisme, empirisme, realtivisme, dan nativisme.

Teori belajar konstruktivisme dapat dikenali dengan karakteristik pembelajaran tertentu. Sebelum mengulas karakteristiknya, simak pengertiannya di bawah ini.

Ilustrasi Teori Belajar Konstruktivisme. Foto: Thinkstock

Pengertian Teori Belajar Kontruktivisme

Berdasarkan informasi dari buku Teori Belajar Bahasa karangan Asih Riyanti dan Tidar Media (2020), Siregar dan Nara (2010) mengartikan teori belajar konstruktivisme sebagai proses pembentukan pengetahuan oleh pelajar itu sendiri.

Menurut teori belajar konstruktivisme, peserta didik akan mencari tahu sendiri pengetahuan untuk mengembangkan konsep dan kemampuan dirinya, sehingga ia menjadi pemikir mandiri.

Teori ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berinteraksi langsung kepada benda-benda konkrit dan memperhatikan konsepsi awal diri guna menanamkan konsep yang benar.

Lebih sederhananya, teori ini mengacu pada filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan merupakan bentukan dari diri sendiri. Pengetahuan bukan tiruan realitas atau gambaran dari kenyataan.

Adapun tujuan teori belajar konstruktivisme adalah sebagai berikut:

  • Mengembangkan keahlian peserta didik dalam mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban.

  • Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menjadi pemikir mandiri.

  • Membantu peserta didik mengembangkan pengertian dan pembahasan konsep secara lengkap.

Ilustrasi Teori Belajar Konstruktivisme. Foto: Thinkstock

Karakteristik Teori Belajar Konstruktivisme

Mengutip buku Strategi Belajar Mengajar tulisan Dr. Pupu Saeful Rahmat, M. Pd (2019), teori belajar konstruktivisme bisa dikenali dengan beberapa karakteristik, antara lain:

  • Menampung ide-ide yang muncul dari peserta didik yang dijadikan dasar untuk membuat perencanaan pembelajaran.

  • Memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengajukan ide dan melakukan tanya jawab.

  • Memberikan pemahaman tentang pentingnya proses dan hasil pembelajaran.

  • Memberikan peluang bagi peserta didik untuk mendapatkan wawasan baru lewat keterlibatan dalam dunia nyata.

  • Menggalakkan proses inkuiri peserta didik melalui kajian dan eksperimen.

  • Dapat mengenal lebih dekat peserta didik.

  • Menciptakan pembelajaran kooperatif, sehingga guru bisa melihat sikap dan pembawaan peserta didik saat berkomunikasi.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa yang Dimaksud dengan Konstruktivisme Menurut Filsafat Pendidikan?

chevron-down

Konstruktivisme menurut filsafat pendidikan artinya upaya membangun tata susunan hidup berbudaya modern.

Apa Itu Teori Belajar Konstruktivisme?

chevron-down

Teori belajar konstruktivisme adalah proses pembentukan pengetahuan oleh pelajar itu sendiri. Teori ini identik dengan peserta didik yang aktif dan mandiri.

Apa Saja Karakteristik Teori Belajar Konstruktivisme?

chevron-down

Ada beberapa karakteristik teori belajar konstruktivisme, salah satunya adalah memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengajukan ide.