Teori Perilaku Produsen dalam Kegiatan Ekonomi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori perilaku produsen adalah teori yang menjelaskan tentang tingkah laku produsen dalam menghasilkan produk atau jasanya. Melalui teori ini, kita dapat mengetahui faktor dan efisiensi yang berlangsung dalam proses produksi barang.
Dalam kegiatan ekonomi, setiap pelaku, termasuk produsen, memiliki tujuan untuk memaksimalkan keuntungan. Berbagai cara pun dilakukan, mulai dari meminimalisir risiko, memperbesar peluang, dan lain-lain.
Sebagai orang yang menghasilkan barang, seorang produsen tentu harus mengupayakan sejumlah usaha guna memperoleh keuntungan. Dikutip dari buku Teori Ekonomi Mikro oleh Iswardono, usaha ini bisa berupa analisis pembagian produksi, tahapan produksi, faktor-faktor produksi, dan lain-lain.
Seperti apa teori perilaku produsen yang baik dalam kegiatan ekonomi? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Teori Perilaku Produsen dalam Kegiatan Ekonomi
Dalam teori perilaku produsen, akan dibahas tentang tingkah laku mereka dalam usahanya memproduksi barang atau jasa. Nah, untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, simaklah pembahasan berikut:
A. Pembagian Produksi
Mengutip buku Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X, produksi dapat digolongkan dalam lima bidang, yaitu:
Bidang ekstraktif, artinya setiap usaha untuk mengambil hasil alam secara langsung. Misalnya pertambangan, perikanan laut, berburu, dan menebang hutan.
Bidang agraris, artinya setiap usaha mengerjakan atau mengolah alam agar diperoleh hasil dari tumbuhan dan hewan. Misalnya pertanian, perkebunan, perikanan darat, dan peternakan.
Bidang industri, artinya setiap usaha mengolah dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. Misalnya perakitan, pertekstilan, ukir-ukiran, dan kerajinan.
Bidang perdagangan, artinya setiap usaha untuk membeli barang dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk. Misalnya perdagangan regional, perdagangan nasional dan internasional.
Bidang jasa, artinya setiap usaha memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan. Misalnya perbankan, asuransi, pengangkutan, jasa, dan hukum.
B. Tahapan Produksi
Lapangan produksi dapat digolongkan menjadi tiga sektor produksi atau tiga tahapan produksi, yaitu sebagai berikut:
Sektor produksi primer, meliputi bidang ekstraktif dan bidang agraris.
Sektor produksi sekunder, meliputi bidang industri dan bidang perdagangan.
Sektor produksi tersier, meliputi bidang jasa/pelayanan.
C. Faktor-Faktor Produksi
Faktor produksi adalah alat-alat atau bahan-bahan yang dipergunakan untuk proses produksi atau dalam rangka menghasilkan barang dan jasa.
Faktor produksi alam adalah segala sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Misalnya tanah, bahan tambang, air, udara, dan hewan.
Faktor produksi tenaga kerja adalah segala kegiatan manusia, baik jasmani atau rohani untuk kegiatan produksi.
Faktor produksi modal adalah hasil produksi yang dipergunakan dalam proses produksi lebih lanjut untuk menghasilkan barang lain.
Faktor produksi pengusaha adalah kegiatan untuk mengoordinir faktor-faktor produksi alam, tenaga kerja dan modal.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu produsen?

Apa itu produsen?
Produsen adalah pihak yang melakukan kegiatan produksi dalam bidang ekonomi. Produksi merupakan salah satu kegiatan ekonomi, selain distribusi dan konsumsi.
Apa yang dimaksud dengan teori perilaku produsen?

Apa yang dimaksud dengan teori perilaku produsen?
Teori perilaku produsen adalah teori yang menjelaskan tentang tingkah laku produsen dalam menghasilkan produk atau jasanya.
Apa yang dimaksud bidang ekstraktif dalam pembagian produksi?

Apa yang dimaksud bidang ekstraktif dalam pembagian produksi?
Bidang ekstraktif, artinya setiap usaha untuk mengambil hasil alam secara langsung. Misalnya pertambangan, perikanan laut, berburu, dan menebang hutan.
