Terhadap Hal Apa Anda Sulit Mengambil Keputusan? Ini Contoh Jawabannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Karena itu, pertanyaan seperti “terhadap hal apa Anda sulit mengambil keputusan?” kerap muncul saat wawancara kerja. Rekruter biasanya ingin memahami cara berpikir kandidat saat menghadapi situasi tertentu.
Jenis keputusan yang dianggap sulit juga dapat menggambarkan nilai, karakter, hingga kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Selain itu, perusahaan biasanya ingin melihat apakah cara penentuan keputusan yang dimiliki kandidat sesuai dengan kebutuhan posisi yang dilamar.
Sebagai gambaran, simak beberapa cara menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat agar peluang lolos wawancara kerja semakin besar.
Cara Menjawab Terhadap Hal Apa Anda Sulit Mengambil Keputusan
Saat menghadapi pertanyaan tersebut dalam wawancara kerja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar jawaban terdengar lebih meyakinkan. Berikut penjelasannya seperti yang dikutip dari laman The Muse.
1. Fokus pada Pengalaman Profesional yang Relevan
Pilih pengalaman yang sesuai dengan posisi yang sedang dilamar. Jawaban yang relevan akan membantu pewawancara melihat kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Beberapa tips yang bisa menjadi acuan antara lain:
Jika posisi yang dilamar membutuhkan jiwa kepemimpinan, fokuskan jawaban pada kemampuan tetap tenang dan berpikir jernih saat menghadapi tekanan.
Untuk pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan atau administrasi, gunakan contoh pengambilan keputusan terkait anggaran atau pengelolaan data.
Jika masih fresh graduate, manfaatkan pengalaman saat magang, mengikuti kegiatan volunteer, organisasi, atau proyek tertentu sebagai contoh pengambilan keputusan.
2. Tunjukan Kemampuan Pengambilan Keputusan
Meski membahas keputusan yang sulit, pilih contoh yang pada akhirnya memberikan hasil positif atau penyelesaian yang baik. Hindari jawaban yang memberi kesan ragu-ragu, tidak percaya diri, atau tidak siap menghadapi tanggung jawab pekerjaan.
3. Ceritakan Secara Jelas dan Ringkas
Sampaikan jawaban dengan runtut agar mudah dipahami. Salah satu metode yang sering digunakan dalam wawancara kerja adalah metode STAR, yaitu Situation, Task, Action, dan Result.
Situation: Jelaskan situasi atau masalah yang sedang dihadapi.
Task: Terangkan tugas atau tanggung jawab yang harus diselesaikan.
Action: Ceritakan tindakan atau keputusan yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut.
Result: Jelaskan hasil akhir dari keputusan yang diambil serta pelajaran yang diperoleh dari pengalaman tersebut.
Contoh Jawaban Terhadap Hal Apa Anda Sulit Mengambil Keputusan
Berikut beberapa contoh jawaban yang dapat dijadikan referensi berdasarkan laman 4 Corner Resources.
Contoh #1
“Saya biasanya kesulitan mengambil keputusan ketika belum memiliki informasi yang lengkap. Misalnya, saat terjadi gangguan sistem di kantor, saya sempat melakukan perbaikan sementara. Namun, saya merasa masalah tersebut bisa terulang jika penyebab utamanya belum diketahui. Karena itu, setelah sistem kembali normal, saya meminta izin untuk menelusuri masalah lebih dalam agar dapat menentukan solusi jangka panjang yang lebih tepat.”
Contoh #2
“Menurut saya, keputusan tersulit adalah saat harus memilih antara dua pilihan yang sama-sama baik. Di pekerjaan sebelumnya, saya pernah menentukan apakah tetap memakai pemasok lama dengan layanan berkualitas atau beralih ke pemasok baru yang lebih murah. Setelah mempertimbangkan banyak hal, saya memilih mempertahankan pemasok lama karena lebih menguntungkan dalam jangka panjang.”
Contoh #3
“Bagi saya, keputusan paling sulit adalah keputusan yang berdampak pada orang lain. Saat menjadi pemimpin tim, saya pernah harus memberhentikan anggota tim yang performanya terus menurun meski sudah diberikan pelatihan. Keputusan itu berat, tetapi perlu dilakukan demi kinerja tim.”
Contoh #4
“Saya merasa keputusan tersulit muncul ketika harus menyeimbangkan banyak tanggung jawab sekaligus. Dalam pekerjaan sebelumnya, saya pernah diminta mengambil shift tambahan saat sedang mengejar tenggat proyek. Akhirnya, saya berdiskusi dengan atasan untuk menentukan prioritas yang paling tepat.”
Baca Juga: Jawaban Interview: Pekerjaan atau Jabatan Apa yang Sesuai dengan Cita-cita?
(SA)
