Konten dari Pengguna

Tes Kesehatan Polri Meliputi Apa Saja? Ini Rinciannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tes kesehatan Polri meliputi apa saja. Foto: Poetra.RH/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tes kesehatan Polri meliputi apa saja. Foto: Poetra.RH/Shutterstock

Tes Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Melalui tes ini, panitia memastikan setiap calon anggota memiliki kondisi fisik dan mental yang prima sehingga siap menjalankan tugas kepolisian.

Nantinya, setiap peserta akan menjalani rangkaian pemeriksaan menyeluruh. Setelah itu, hasil penilaian akan diklasifikasikan ke dalam empat kategori, mulai dari kondisi paling baik hingga paling rendah.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, para peserta biasanya mempersiapkan diri sebelum tes, seperti melakukan olahraga ringan. Pertanyaannya, tes kesehatan Polri meliputi apa saja? Simak uraian lengkapnya di sini!

Tes Kesehatan Polri Meliputi Apa Saja?

Ilustrasi tes kesehatan Polri meliputi apa saja. Foto: Unsplash/Mufid Majnun

Tes kesehatan Polri meliputi pemeriksaan fisik hingga kesehatan jiwa. Dihimpun dari situs web resmi Satuan Kerja Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia, berikut rinciannya:

1. Pemeriksaan Fisik Luar dan Dalam

Saat pemeriksaan fisik, peserta akan dicek seluruh bagian tubuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Pemeriksaan dilakukan secara visual dan menggunakan alat. Berikut komponen yang diperiksa:

  • Tinggi dan berat badan

  • Tekanan darah dan nadi

  • Tato dan tindik

  • Bekas luka

  • Jerawat

  • Varikokel (pelebaran pembuluh darah vena pada testis)

  • Bentuk kaki

  • Telapak kaki

  • Varises

  • Tulang belakang untuk mendeteksi skoliosis, kifosis, atau lordosis

2. Pemeriksaan Mata

Kesehatan mata sangat vital untuk tugas kepolisian. Sehingga, pemeriksaan mata menjadi salah satu dari rangkaian tes kesehatan. Berikut beberapa hal yang diperiksa:

  • Ketajaman penglihatan atau visus.

  • Buta warna.

  • Strabismus atau juling.

  • Pterigium (pertumbuhan konjungtiva atau membran mukosa yang menyelimuti bagian bola mata)

  • Riwayat lasik.

3. Pemeriksaan Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT)

Kemudian, peserta akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan THT, meliputi:

  • Pendengaran.

  • Telinga.

  • Hidung.

  • Tonsil atau amandel.

4. Pemeriksaan Gigi, Mulut, dan Rahang

Beberapa kondisi kesehatan gigi tergolong dalam kategori yang paling buruk. Untuk itu, peserta wajib mengetahui apa saja yang diperiksa pada tahapan ini.

  • Kebersihan mulut.

  • Gigi berlubang atau karies.

  • Kehilangan gigi.

  • Susunan gigi.

  • Gigi impaksi.

5. Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium dan Radiologi)

Pemeriksaan penunjang bertujuan untuk melihat kondisi organ dalam dan mendeteksi penyakit yang tidak terlihat dari luar. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan darah dan urine (tes narkoba, penyakit menular, dan gula darah).

  • Rontgen toraks (TBC paru dan jantung).

6. Pemeriksaan Kesehatan Jiwa (Keswa)

Tes kesehatan yang terakhir adalah tes kesehatan jiwa. Tes ini penting dilakukan untuk memastikan kesehatan mental calon anggota. Beberapa gangguan jiwa akan dimasukkan ke kategori terburuk, seperti skizofrenia, waham menetap, afektif bipolar, dan riwayat gangguan jiwa lainnya.

Baca Juga: Jadwal Rekrutmen Bintara Brimob 2025, Cek Syarat-Syaratnya!

(NSF)