Tes Masuk Sekolah Kedinasan 2025 Apa Saja? Begini Rinciannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah resmi membuka seleksi sekolah kedinasan 2025 dengan total 3.252 formasi yang tersebar di tujuh kementerian. Pendaftaran dimulai pada 29 Juni-18 Juli 2025, dan diperuntukkan bagi lulusan SMA/sederajat yang ingin berkarier di instansi pemerintah.
Sekolah kedinasan menawarkan peluang menjanjikan dengan pendidikan gratis dan jaminan kerja setelah lulus. Namun, untuk bisa diterima, peserta harus melalui tes yang sangat ketat terlebih dahulu.
Untuk itu, penting memahami tahapan tes sejak awal agar bisa menyiapkan strategi belajar yang tepat dan efektif. Lalu, apa saja jenis tes masuk yang akan dihadapi dalam seleksi sekolah kedinasan 2025?
Tes Masuk Sekolah Kedinasan 2025
Tes masuk sekolah kedinasan memiliki alur yang berbeda dengan UTBK yang digunakan untuk masuk perguruan tinggi negeri. Ada beberapa tahapan khusus yang harus dilalui jika ingin melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan.
Secara umum, tahapan tes yang diterapkan hampir sama di semua instansi. Namun, masing-masing kementerian atau lembaga penyelenggara biasanya menyesuaikan materi atau format tes sesuai kebutuhan dan karakteristik instansi yang dituju.
Dikutip dari buku Jurus Ampuh Lolos TNI, POLRI dan Kedinasan (2025) karya Imam Syafei, M.Pd, berikut ini beberapa jenis tes masuk sekolah kedinasan 2025 yang perlu dipahami:
1. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
SKD merupakan tahapan pertama dalam tes masuk sekolah kedinasan. Ujian ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan mencakup tiga bagian utama, yakni:
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Tes Intelegensia Umum (TIU)
Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
SKD memiliki ambang batas nilai yang harus dipenuhi jika ingin melanjutkan ke tahap berikutnya. Tes ini bersifat nasional dan menjadi penentu awal kelulusan, karena berlaku untuk seluruh sekolah kedinasan di bawah naungan kementerian terkait.
2. Tes Kesehatan
Tes kesehatan bertujuan memastikan peserta memiliki kondisi fisik dan mental yang memadai untuk menjalani pendidikan kedinasan yang padat dan disiplin. Pemeriksaannya mencakup kesehatan umum, pendengaran, penglihatan, tinggi dan berat badan, serta organ dalam.
Pada beberapa instansi, tes ini umumnya dilakukan dalam dua tahap, yakni saat proses seleksi awal bersamaan dengan tahapan SKD, dan saat menjelang tes kesamaptaan atau uji kesiapan fisik di tahap akhir seleksi.
3. Tes Psikologi
Tes psikologi atau psikotes bertujuan untuk menilai kondisi mental, integritas, serta kejujuran calon peserta. Ujian ini umumnya dilakukan di instansi pemerintah, namun bisa juga diselenggarakan secara daring dalam kondisi tertentu.
Baca juga: Link Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025 beserta Cara Daftar dan Jadwalnya
4. Tes Matematika
Tes matematika merupakan salah satu tahapan seleksi khusus yang diberlakukan di Politeknik Statistika STIS. Tes ini menjadi bagian dari Seleksi Tahap II, biasanya dilaksanakan bersamaan dengan tes psikologi.
Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan logika dan numerik calon mahasiswa sesuai dengan kebutuhan akademik di bidang statistik dan data sains.
5. Tes Kesamaptaan
Tes kesamaptaan atau uji kebugaran fisik dilakukan untuk menilai sejauh mana kesiapan fisik peserta dalam menjalani pendidikan yang padat dan disiplin. Umumnya, tes ini mencakup lari, push-up, sit-up, pull-up, shuttle run, renang, atau bentuk latihan fisik lainnya.
6. Tes Wawancara
Tes wawancara bertujuan untuk menggali potensi serta komitmen peserta terhadap dunia kedinasan. Proses ini biasanya berlangsung sekitar 15–30 menit per orang, dan menjadi momen penting untuk menunjukkan kesiapan diri secara personal dan profesional.
(RK)
