Tes PAPI Kostick: Pengertian, Tujuan, dan Skor Penilaiannnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tes PAPI kostick adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur laporan inventori kepribadian (self report inventory) seseorang. Jenis tes ini sering digunakan oleh HRD di suatu perusahaan ataupun organisasi.
Tes PAPI kostick terdiri dari 90 pasang pertanyaan yang berhubungan dengan situasi kerja. Di dalamnya termuat 20 aspek kepribadian yang dikelompokkan menjadi 7 bidang yaitu kepemimpinan, arah kerja, aktivitas kerja, relasi sosial, gaya bekerja, sifat tempramen, dan posisi atasan bawahan.
Mengutip buku MSDM Perusahaan susunan Harini Fajar, dkk., tes PAPI kostick bertujuan untuk mengukir role dan need individu yang berkaitan dengan situasi kerja. Dengan begitu, HRD dapat mengetahui informasi tentang profil individu.
Aspek yang digali dari jenis teks ini adalah tipologi kepribadian dan konteks pekerjaannya. Agar lebih memahaminya, simaklah penjelasan tentang tes PAPI kostick selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Tes PAPI Kostick
Tes PAPI kostick dirancang oleh Dr. Maxx Martin Kostick pada tahun 1960-an. Tes ini bertujuan untuk mengukur dinamika kepribadian (psychodynamics) dengan memperhatikan keterkaitan dunia sekitarnya.
PAPI memiliki dua format, yakni PAPI-I (Ipsatif) dan PAPI-N (Normatif). Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dalam standar pengukuran dan hasilnya.
PAP-I (Ipsatif) mengadopsi sebuah format wajib memilih (forced-choice) dan menuntut responden untuk memilih prefensi-prefensi dari 90 pernyataan. Sementara PAPI-N (Normatif) mengukur sejauh mana responden setuju dengan 126 pernyatan.
Norma Alat Tes PAPI Kostick
Dirangkum dari buku Pio-diagnostik: Pengukuran Potensi dan Kompetensi Individual di Organisasi dan Industri susunan Seta A. Wicaksana (2021), berikut ini norma alat tes PAPI Kostick selengkapnya yang bisa Anda simak:
L-Peran Pemimpin (Leadership Role)
Skor 5-9: yaitu tingkat di mana seseorang memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat di mana ia mencoba menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya.
Skor 4-0: cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja.
P = Kebutuhan - Mengatur Orang Lain (Need to Control Others)
Skor 5-9: tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi orang yang bertanggung jawab.
Skor 4-0: menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan tindakan orang lain.
I = Peran - Membuat Keputusan (Ease in Decision Making)
Skor 0-2: ragu- menolak mengambil keputusan. Skor 3-4: berhati-hati membuat keputusan.
Skor 5-7: berhati-hati - lancar dan mudah mengambil keputusan.
Skor 8-9: tidak ragu dalam mengambil keputusan.
F = Kebutuhan - Membantu Atasan (Need to Support Authority
Skor 6-9: bersikap setia dan membantu, kemungkinan bantuannya bersifat politis.
Skor 4-5: setia terhadap perusahaan.
Skor 2-3: mengurus kepentingan sendiri.
Skor <2: cenderung egois, kemungkinan dapat memberontak.
W = Kebutuhan Mengikuti Aturan dan Pengawasan (Need for Rules and Pengawasan)
Skor <4: berorientasi pada tujuan, mandiri.
Skor 4-5: kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya.
Skor 6-9 meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang jelas.
T= Peran Sibuk (Pace)
Skor <4: melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri
Skor 4-6: tergolong aktif secara internal dan mental.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu tes PAPI Kostick?

Apa itu tes PAPI Kostick?
Tes PAPI kostick adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur laporan inventori kepribadian (self report inventory) seseorang.
Apa tujuan tes PAPI Kostick?

Apa tujuan tes PAPI Kostick?
Tes ini bertujuan untuk mengukur dinamika kepribadian (psychodynamics) dengan memperhatikan keterkaitan dunia sekitarnya.
Siapa yang menciptakan tes PAPI Kostick?

Siapa yang menciptakan tes PAPI Kostick?
Tes PAPI kostick dirancang oleh Dr. Maxx Martin Kostick pada tahun 1960-an.
