Konten dari Pengguna

Tes Terstandar SPMB Jabar 2025 untuk Jalur Prestasi SMA/SMK, Begini Mekanismenya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi SPMB Jabar 2025 jenjang SMA/SMK. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SPMB Jabar 2025 jenjang SMA/SMK. Foto: Unsplash

Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2025 dibagi ke dalam dua tahap, sesuai dengan jalur penerimaan yang tersedia. Setiap jalur memiliki kuota terbatas serta kriteria seleksi berbeda, yang tergantung pada jenis sekolah dan kategori pendaftar.

Khusus jalur prestasi jenjang SMA/SMK, akan diberlakukan tes terstandar sebagai salah satu komponen utama dalam proses seleksi. Langkah ini diambil untuk memastikan sistem penilaian yang lebih objektif, sebab indikator lain bisa berbeda-beda di tiap sekolah.

Tes terstandar SPMB Jabar 2025 dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2025. Bagi calon peserta didik yang ingin memahami proses serta ketentuannya secara menyeluruh, simak penjelasan tentang mekanisme pelaksanaan tes tersebut berikut ini.

Mekanisme Tes Terstandar SPMB Jabar 2025

Ilustrasi mekanisme tes terstandar SPMB Jabar 2025. Foto: Pexels

Mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB Jabar 2025, tes terstandar akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 3 dan 4 Juli 2025. Tes ini diselenggarakan secara terpusat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dan dilakukan melalui sistem berbasis web.

Materi yang diujikan dalam tes terstandar mencakup kompetensi literasi dan numerasi. Dalam pelaksanaannya, calon peserta didik akan diminta mengerjakan 30 soal pilihan ganda dengan durasi waktu penyelesaian 90 menit.

Sebagai informasi, tes terstandar SPMB Jabar 2025 diperuntukkan bagi calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur prestasi. Tes akan dilaksanakan setelah seluruh dokumen persyaratan telah selesai diverifikasi.

Nantinya, pelaksanaan tes ini akan dilakukan di sekolah yang menjadi tujuan pendaftaran masing-masing peserta. Peserta diharapkan membawa perangkat sendiri, seperti laptop atau HP Android, untuk digunakan selama tes berlangsung.

Baca juga: SPMB Jabar 2025 Tahap 1 Sudah Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Perhitungan Skor Prestasi dan Tes Terstandar di SPMB Jabar 2025

Ilustrasi perhitungan skor SPMB Jabar 2025. Foto: Pexels

Mengutip laman SPMB Jabar, ada beberapa indikator yang digunakan sebagai dasar penentuan kelulusan peserta pada jalur prestasi. Salah satunya adalah skor tes terstandar, di mana bobot nilainya disesuaikan dengan jenis jalur jenjang pendidikan yang dipilih.

Adapun perhitungan skor prestasi dan tes standar di SPMB Jabar 2025 untuk jenjang SMA dan SMK adalah sebagai berikut:

Jenjang SMA

Untuk jenjang SMA, proses penilaian dibagi menjadi tiga jalur utama dengan masing-masing kriteria dan bobot berbeda, yaitu:

1. Jalur Prestasi Akademik (Nilai Rapor)

  • Penilaian berdasarkan rata-rata nilai rapor semester 1 sampai 5 (kelas 10–12).

  • Nilai dirangkum menjadi Total Nilai Rata-rata (TNR).

  • Skor TNR digabungkan dengan hasil Tes Terstandar.

  • Pembobotan: 50% TNR + 50% Tes Terstandar.

2. Jalur Prestasi Akademik/Non-Akademik (Kejuaraan)

  • Dinilai dari akumulasi prestasi di berbagai perlombaan atau kejuaraan.

  • Jika ada uji kompetensi, bisa diterapkan bobot: 30% kejuaraan + 70% uji kompetensi.

  • Pembobotan: 50% skor kejuaraan + 50% Tes Terstandar.

3. Jalur Prestasi Non-Akademik (Kepemimpinan)

  • Diperuntukkan bagi peserta dengan pengalaman sebagai pengurus OSIS atau kegiatan kepemimpinan lainnya.

  • Dinilai dari skor kepemimpinan dan hasil Tes Terstandar.

  • Pembobotan: 50% skor kepemimpinan + 50% Tes Terstandar.

Jenjang SMK

Untuk jenjang SMK, proses penilaian terbagi ke dalam empat kategori utama, yaitu:

1. Prestasi Akademik (Rapor)

Nilai dari mata pelajaran tertentu akan dikalikan dengan bobot khusus yang disesuaikan dengan program keahlian yang dituju oleh calon siswa.

2. Prestasi Akademik (Kejuaraan)

Penilaian difokuskan pada prestasi di bidang sains, teknologi, riset, atau inovasi yang pernah diraih peserta.

3. Prestasi Non-Akademik (Kejuaraan)

Menilai pencapaian dalam bidang seni, budaya, olahraga, dan bahasa, baik di tingkat lokal maupun lebih tinggi.

4. Prestasi Kepemimpinan

Kategori ini ditujukan bagi peserta yang memiliki pengalaman kepemimpinan, seperti pernah menjabat sebagai ketua OSIS, PINRU, atau Pratama.

(RK)