Tingkat Kematangan Daging Selain Well Done Steak dan Cara Memasaknya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
20 Juni 2022 9:25
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi steak. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi steak. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Saat memesan menu steak atau daging sapi di suatu restoran, biasanya pramusaji akan menanyakan kepada para tamu, kematangan seperti apa yang diinginkan. Misalnya, well done steak, medium, atau rare. Tingkat kematangan ini bergantung pada cara memasaknya, yakni dengan panas kering (dry heat) atau panas basah (moist heat).
ADVERTISEMENT
Tuti Soenardi menuliskan dalam buku Teori Dasar Kuliner bahwa jika dimasak dengan cara dry heat, daging dapat dikatakan matang sempurna apabila protein telah mencapai tingkat koagulasi tertentu yang diinginkan konsumen. Meski begitu kelembutan (tenderness) dan kelembapan (juiciness) daging akan tetap terjaga.
Sementara, jika dimasak dengan cara moist heat, daging dapat dikatakan matang apabila lunak saat disentuh. Daging yang dimasak seperti ini biasanya menghasilkan tingkat kematangan well done atau bahkan lebih. Tingkat kematangannya bisa diukur dari empuk atau tidaknya daging tersebut, bukan oleh temperatur.
Well done steak ditandai dengan warna daging yang terlihat abu-abu seluruhnya, tidak berwarna merah atau merah muda. Hal ini menandakan bahwa bagian luar dan dalam daging telah matang sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
Namun, lain halnya dengan daging babi yang dimasak well done. Tingkat kematangannya ditandai dengan perubahan warna dari pink atau abu pink menjadi warna putih (off white).
Pada waktu dimasak, pigmen daging akan berubah. Perubahan inilah yang akan menggambarkan tingkat kematangannya. Warna daging yang merah dapat berubah menjadi merah muda dan kemudian berubah abu-abu atau abu kecoklatan sesuai dengan tingkat kematangan.
Selengkapnya, berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai tingkat kematangan daging steak yang penting untuk diketahui.
Ilustrasi daging steak. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daging steak. Foto: Pixabay

Tingkat Kematangan Daging

Melansir laman Certified Angus Beef, selain well done steak dengan tingkat kematangan yang tinggi, terdapat istilah lain yang sering digunakan dalam menentukan tingkat kematangan daging, antara lain:

1. Rare (125⁰F atau 52⁰C)

Rare adalah kondisi daging yang dimasak hanya sebentar, sehingga dagingnya nyaris terlihat mentah. Ciri-cirinya adalah permukaan daging berwarna coklat dan terdapat lapisan tipis berwarna abu-abu.
ADVERTISEMENT
Pada bagian dalam tampak merah segar. Daging yang dimasak dengan kematangan rare memiliki aroma yang lebih kuat dari yang lainnya. Jika dimakan, daging yang dimasak rare akan terasa lebih manis.

2. Medium Rare (135⁰F atau 57⁰C)

Daging yang dimasak sampai medium rare memiliki tekstur daging yang kenyal. Jika dibandingkan dengan rare, aromanya tidak begitu kuat.

3. Medium (145⁰F atau 63⁰C)

Medium merupakan tingkat kematangan steak paling pas, tidak terlalu mentah namun juga tidak terlalu matang. Pada tingkat medium, lapisan abu-abu (daging bagian luar) terlihat lebih tebal dan bagian dalam berwarna merah muda.

4. Medium Well (150⁰F atau 66⁰C)

Medium well juga merupakan tingkat kematangan yang disukai oleh masyarakat Indonesia. Pada tingkat kematangan ini, daging bagian dalam berwarna pink sebagian dan bagian luarnya berwarna coklat gelap. Tekstur daging yang dimasak medium well tidak berminyak (juicy), namun terasa lebih padat.
Ilustrasi steak. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi steak. Foto: Pixabay

Cara Memasak Daging

Tingkat kematangan daging ini pun dipengaruhi oleh cara memasaknya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat dua metode cara memasak daging yang berbeda yakni dry heat dan moist heat. Berikut penjabaran keduanya:
ADVERTISEMENT

1. Metode Panas-Kering (Dry-Heat)

  • Dipanggang (baking/roasting). Memasak dengan dimasukkan ke dalam oven sampai berwarna coklat.
  • Dipanggang (grilling & broiling). Memasak dengan udara panas dan kering, dimasukkan ke dalam oven grill atau dengan bara api/arang. Contoh: sate dan kebab.
  • Digoreng dengan minyak sedikit (shallow flying), menggunakan wajan dangkal. Contoh: menggoreng daging tak berlemak dengan dioles minyak/margarin sedikit demi sedikit (steak).
  • Digpreng dengan minak banyak (deep frying), menggunakan wajan dalam. Daging yang digoreng biasanya dipotong tipis (dendeng), daging sudah direbus terlebih dahulu (empal) atau daging ayam yang ditabur tepung.

2. Metode Panas-Basah (Moist-Heat)

  • Dimasak dengan air sedikit dan tertutup (stewing) dan dihidangkan dengan cairan perebusnya. Contoh: semur.
  • Direbus dengan air (boiling) beserta sayuran (wortel, buncis, kentang) dan bumbu yang lainnya. Contoh: stamppot dan hutspot.
  • Dimasak dengan suhu dan tekanan yang tinggi (pressure cooking). Pressure cooking dapat mempertahankan nilai gizi yang ada dalam kandungan daging tersebut. Contoh: memasak sop buntut.
ADVERTISEMENT
(IMR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020