Konten dari Pengguna

Tipografi: Pengertian, Elemen, dan Prinsipnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tipografi. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tipografi. Foto: Unsplash.

Dalam dunia desain grafis, tipografi memegang peranan yang cukup penting. Tipografi sering digunakan untuk menyempurnakan sebuah desain. Penggunaan tipografi yang benar akan mempermudah penyampaian informasi kepada pembacanya.

Kita dapat menemukan tipografi dalam bentuk media promosi, desain poster, desain flyer, desain pamflet, dan sejenisnya. Mungkin beberapa orang sudah mengetahui penggunaan tipografi, namun ada juga yang belum memahaminya.

Berikut penjelasan mengenai pengertian, elemen, dan prinsip tipografi.

Pengertian Tipografi

Tipografi adalah seni merancang, menyusun, dan mengatur tata letak huruf serta jenisnya. Pengaturan dan penyebaran huruf dilakukan pada ruang yang tersedia untuk menghasilkan kesan tertentu.

Dengan adanya tipografi, akan membantu pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca, baik dari segi keterbacaan maupun estetika. Tipografi dilakukan dengan memilih font yang tepat, merekayasa gayanya, hingga tata letaknya secara keseluruhan.

Perancangan teks pada tipografi dilakukan melalui typesetting, yaitu pengaturan komposisi huruf dan teks. Komposisi pada typesetting mencakup jenis huruf yang digunakan, ukuran huruf, panjang baris, jarak antar baris, jarak antar kata, dan jarak antar huruf.

Ilustrasi Tipografi. Foto: Unsplash.

Elemen Tipografi

Ada dua elemen tipografi yang harus diperhatikan, yakni:

1. Huruf Teks

Huruf teks merupakan huruf yang digunakan untuk naskah. Pilih jenis font yang unsur keterbacaannya sangat mudah. Jangan sampai menggunakan jenis font yang terlalu tebal dan banyak lengkungan.

2. Huruf Judul

Penggunaan huruf judul ini lebih fleksibel. Asalkan unsur keterbacaan, keefektifan, dan keindahan terkemas dengan baik, maka suatu unsur penerapan dalam desain grafis sudah terpenuhi.

Prinsip Tipografi

Tipografi memiliki dua prinsip besar, yakni prinsip keterbacaan dan prinsip estetis. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Prinsip Keterbacaan Tipografi

a. Huruf Kecil

Huruf kecil tingkat keterbacaannya lebih baik dibandingkan dengan huruf besar atau kapital. Kemungkinan karena huruf kecil bentuknya jauh lebih kontras satu sama lain.

b. Huruf Lurus (standar)

Huruf lurus lebih mudah dibaca daripada huruf miring. Namun jika penempatan huruf miring diapit dengan huruf lurus, maka tingkat keterbacaannya lebih tinggi.

c. Warna Kontras

Warna kontras akan membantu meningkatkan tingkat keterbacaan. Namun jika warna terlalu kontras juga akan membuat mata cepat lelah.

d. Teks Gelap

Teks gelap yang di tempatkan pada background yang terang akan lebih mudah dibaca dibandingkan dengan teks terang yang di tempatkan pada backgorund gelap.

e. Warna Abu Tua di Atas Krem

Warna abu tua di atas krem merupakan kombinasi warna yang paling baik dan memberikan kenyamanan pembacanya.

2. Prinsip Estetis Tipografi

a. Penggunaan font pada satu desain harus dibatasi. Biasanya cukup dengan dua jenis font, yang satu untuk judul dan satunya untuk isi.

b. Cukup menggunakan dua warna, yaitu untuk judul dan isi.

c. Menggunakan ukuran secara konsisten untuk setiap set teks yang berbeda.

d. Berikan letter spacing (spasi huruf) lebih untuk font berukuran kecil, dan kurangi letter spacing untuk font ukuran besar.

e. Pastikan line height dan jarak antar spasi berbeda jauh, terutama jika line height dibuat menjadi lebih renggang.

(VIO)