Konten dari Pengguna

Transaksi yang Tidak Dicatat dalam Jurnal Penyesuaian adalah, Ini Jawabannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mencatat transaksi dalam jurnal penyesuaian. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mencatat transaksi dalam jurnal penyesuaian. Foto: Unsplash

Transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal penyesuaian adalah transaksi yang tidak memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Salah satu contoh transaksi yang tidak dicatat tersebut adalah transaksi peralatan.

Ketika menyusun neraca saldo, ada beberapa transaksi yang memerlukan penyesuaian, seperti beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, dan sebagainya. Transaksi tersebut dicatat dalam jurnal penyesuaian.

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang digunakan untuk menyesuaikan nilai yang telah tercantum dalam neraca saldo. Adapun neraca saldo adalah daftar yang berisikan saldo akhir seluruh akun yang ada di buku besar pada suatu periode tertentu.

Lantas, apa jenis transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal penyesuaian? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan berikut ini.

Transaksi yang Tidak Dicatat dalam Jurnal Penyesuaian adalah Apa?

Ilustrasi mencatat transaksi dalam jurnal penyesuaian. Foto: Unsplash

Salah satu transaksi yang tidak dicatat dalam jurnal penyesuaian adalah peralatan. Transaksi ini umumnya bersifat rill atau sudah menunjukkan jumlah sebenarnya sehingga tidak memerlukan penyesuaian pada akhir periode akuntansi.

Jurnal penyesuaian sangat penting dalam menyusun neraca saldo. Berdasarkan buku Akuntansi Dasar untuk SMK/MAK Kelas X oleh Sri Hartati, dkk., penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan setiap akhir bulan atau akhir periode akuntansi.

Pada akhir periode akuntansi, belum semua akun dalam neraca saldo menunjukkan akun sebenarnya. Misalnya, akun pendapatan dan beban belum menunjukkan jumlah pendapatan dan beban yang sebenarnya selama periode bersangkutan.

Hal itu dapat terjadi karena adanya perubahan-perubahan akun yang belum dicatat selama satu periode akuntansi. Karenanya, perusahaan perlu menyesuaikan perubahan akun yang ada pada neraca saldo dengan membuat jurnal penyesuaian agar menunjukkan kondisi sebenarnya.

Transaksi yang Dicatat dalam Jurnal Penyesuaian

Ilustrasi mencatat transkasi dalam jurnal penyesuaian. Foto: Pexels

Ada beberapa kejadian atau transaksi yang sering terjadi dan memerlukan penyesuaian akun pada akhir periode akuntansi. Transaksi inilah yang dicatat dalam jurnal penyesuaian.

Dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Ekonomi Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Kelas XII oleh Tuni Rahayu, berikut adalah beberapa jenis transaksi yang dicatat dalam jurnal penyesuaian:

1. Beban Dibayar di Muka

Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada awalnya dianggap sebagai harta (aset), tetapi menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan harta perusahaan yang di masa depan akan memberikan manfaat.

Contoh akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka, dan bunga dibayar di muka.

2. Pendapatan Diterima di Muka

Pendapatan diterima di muka adalah transaksi yang dicatat sebagai utang, tetapi akan menjadi pendapatan di kemudian hari. Pendapatan ini muncul karena perusahaan telah menerima pembayaran atas suatu pekerjaan, tetapi belum menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Contoh pendapatan diterima di muka adalah sewa diterima di muka, asuransi diterima di muka, dan bunga diterima di muka.

3. Beban yang Masih Harus Dibayar (Utang Beban)

Beban yang masih harus dibayar atau utang beban adalah beban yang sudah menjadi kewajiban ditinjau dari segi waktu (jatuh tempo), tetapi perusahaan belum melakukan pembayaran.

Contoh utang beban adalah gaji yang masih harus dibayar dan bunga yang masih harus dibayar.

4. Pendapatan yang Masih Harus Diterima (Piutang Pendapatan)

Pendapatan yang masih harus diterima atau piutang pendapatan adalah pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan, tetapi belum diterima pembayarannya hingga akhir periode akuntansi.

Meskipun belum menerima uang, pada akhir periode akuntansi, perusahaan akan mencatat pendapatan tersebut sebagai penghasilan karena perusahaan telah memberikan jasanya.

Contoh pendapatan yang harus diterima adalah piutang bunga dan piutang sewa.

(SFR)