Konten dari Pengguna

Tugas Eksplorasi Konsep Modul 3.2 Guru Penggerak

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi modul 3.2 Guru Penggerak. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi modul 3.2 Guru Penggerak. Foto: Pexels.

Modul Pendidikan Guru Penggerak disusun dengan alur pembelajaran MERDEKA yang mencakup beberapa aktivitas. Pada alur 3.2.a.4 eksplorasi konsep modul 3.2, Calon Guru Penggerak (CGP) diminta menjawab beberapa pertanyaan terkait pengelolaan sumber daya sekolah.

Mengutip laman Pusat Informasi LMS Guru Penggerak, tujuan eksplorasi konsep adalah membantu CGP memahami materi dengan baik. Aktivitas yang dilakukan terdiri dari membaca laman, menonton video, menjawab pertanyaan pemantik, hingga berdiskusi dengan pengajar praktik secara virtual.

Modul 3.2 Guru Penggerak

Ilustrasi modul 3.2 Guru Penggerak. Foto: Pexels.

Modul 3.2 Guru Penggerak membahas tentang pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah. Materi ini disusun untuk membantu CGP mengelola dan mengembangkan sekolah berdasarkan modal aset yang dimilikinya.

Sekolah merupakan sebuah ekosistem yang di dalamnya terdapat interaksi antara unsur biotik (makhluk hidup) dan unsur abiotik (lingkungan). Pemenuhan unsur-unsur biotik dan abiotik di sekolah sangat penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

Unsur-unsur biotik dan abiotik tersebut juga disebut sebagai modal aset. Ada tujuh modal aset yang dapat dikelola di lingkup pendidikan, yaitu modal manusia, politik, fisik, finansial, sosial, agama dan budaya, serta lingkungan/alam.

Tugas Eksplorasi Konsep Modul 3.2

Ilustrasi modul 3.2 Guru Penggerak. Foto: Pexels.

Tugas eksplorasi konsep dikerjakan secara individual. CGP harus menjawab pertanyaan pemantik dan mengikuti forum diskusi untuk melanjutkan pembelajaran ke aktivitas selanjutnya.

Berikut contoh tugas 3.2.a.4 eksplorasi konsep menjawab pertanyaan pemantik seperti yang dikutip dari channel YouTube Resti Hepitriesti.

1. Apakah kita bisa menggunakan Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset untuk mengelola sumber daya sekolah kita? Bisakah kita mengganti kata komunitas menjadi sekolah, Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset? Mengapa?

Kita bisa menggunakan Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) untuk mengelola sumber daya sekolah dengan menggantinya menjadi Pendekatan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset.

Pendekatan ini fokus pada identifikasi dan pemanfaatan aset yang ada dalam sekolah, seperti bakat dan keterampilan guru, potensi siswa, serta dukungan orangtua dan masyarakat. Dengan memaksimalkan aset yang ada, kita dapat memberdayakan semua warga sekolah untuk berkontribusi, menciptakan lingkungan yang positif dan produktif.

Pendekatan ini juga mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi, mengurangi ketergantungan pada sumber daya eksternal, serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap tantangan. Ini sejalan dengan prinsip pendidikan berkelanjutan dan inklusif, menjadikan sekolah lebih dinamis dan memberdayakan semua anggotanya.

2. Apa contoh pengelolaan sumber daya sekolah kita dengan pendekatan PKBA?

Contoh PKBA adalah penerapan standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar sarana prasarana yang berfokus pada pemanfaatan aset yang sudah ada di sekolah. Misalnya, sekolah menerapkan standar pengelolaan yang melibatkan partisipasi aktif dari guru, siswa, dan komunitas dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan.

Standar pembiayaan dapat difokuskan pada optimalisasi dana yang tersedia dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti donasi dari alumni atau dukungan dari komunitas sekitar.

Sementara itu, standar sarana prasarana dikembangkan dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada secara maksimal, seperti mengubah ruang kosong menjadi pusat kegiatan belajar atau memanfaatkan teknologi yang ada untuk mendukung pembelajaran.

3. Bagaimanakah selama ini kita mengelola sumber daya? Apakah sudah menggunakan pendekatan PKBA?

Selama ini, kita telah menerapkan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset, meskipun belum sepenuhnya optimal. Fokus kita sering kali terpusat pada aset seperti keuangan, sarana, dan prasarana. Namun, terkadang kita kurang memberi perhatian pada aset penting lainnya, seperti budaya dan karakteristik warga sekolah.

Padahal, aset-aset ini memiliki potensi besar dan sangat berharga dalam pengembangan sekolah, serta dapat memberikan kontribusi yang signifikan jika dimanfaatkan dengan baik.

4. Jika belum, bagaimana caranya kita mengelola dengan pendekatan pengembangan sekolah berbasis aset?

Identifikasi Aset: Fokus pada aset yang dimiliki oleh sekolah, termasuk sumber daya fisik, keahlian staf, budaya sekolah, dan dukungan komunitas.

Pemberdayaan Komunitas: Dorong guru, siswa, dan komunitas untuk memanfaatkan dan mengembangkan aset yang ada dengan melibatkan mereka dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

Rencana: Buat rencana strategis untuk memanfaatkan aset yang teridentifikasi, termasuk tujuan yang ingin dicapai dan langkah-langkah yang perlu diambil.

Pelaksanaan: Laksanakan rencana sesuai dengan yang telah diprogramkan, memastikan semua pihak terlibat dan berkontribusi secara efektif.

Evaluasi: Tinjau dan evaluasi hasil pelaksanaan secara berkala, identifikasi keberhasilan dan area yang perlu perbaikan, lalu sesuaikan strategi sesuai dengan temuan evaluasi.

Baca Juga: Mengapa Penting bagi Guru Mengembangkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa?

(GLW)