Konten dari Pengguna

Tugas Mandiri Modul Profesional Guru Kelas MI PPG Kemenag

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh tugas mandiri modul profesional guru kelas MI. Foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh tugas mandiri modul profesional guru kelas MI. Foto: pexels

Setiap peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Agama (Kemenag) yang telah menyelesaikan materi pada Modul Profesional Guru wajib mengerjakan Tugas Mandiri Modul Profesional Guru Kewajiban ini berlaku bagi seluruh peserta, termasuk guru kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI), sebagai bagian dari proses pendalaman materi.

Dalam tugas mandiri tersebut, peserta diminta membuat peta konsep atau merumuskan lima gagasan utama dari materi yang telah dipelajari. Mereka juga diminta untuk mengidentifikasi konsep-konsep yang berpotensi menimbulkan miskonsepsi.

Sebagai gambaran, di bawah ini ada contoh tugas mandiri modul profesional guru kelas MI PPG Kemenag yang bisa disimak oleh peserta.

Contoh Tugas Mandiri Modul Profesional Guru Kelas MI

Ilustrasi contoh tugas mandiri modul profesional guru kelas MI. Foto: pexels

Dalam tugas mandiri modul profesional guru, ada dua perintah yang harus dikerjakan. Kedua soal tersebut dikerjakan dalam file PDF yang nantinya diunggah di platform PPG Kemenag. Dihimpun dari YouTube Berbagi Data, berikut adalah contoh tugas mandiri modul profesional guru kelas MI:

1. Gagasan Utama yang Ditemukan dari Topik 1-8

a. Bahasa Indonesia berperan penting dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi identitas nasional

Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi identitas nasional yang mempererat persatuan bangsa. Kemampuan berbhaasa yang baik tidak hanya mencakup tata bahasa yang benar, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara efektif untuk berpikir kritis dan mengekspresikan gagasan. Untuk itu, mata pelajaran Bahasa Indonesia harus diajarkan di sekolah dasar karena menjadi pokok dari proses pendidikan sekolah.

b. Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPKn) menjadi fondasi karakter kebangsaan

Pembelajaran PPKn sangat penting dalam membentuk karakter siswa dan menanamkan nilai kebangsaan. Selain itu, dari PPKn, siswa memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.

c. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan sarana memahami kehidupan sosial politik, ekonomi, dan budaya dari masyarakat

Mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki manfaat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik pemahaman tentang masyarakat maupun budaya. Selain itu, dengan beragamanya budaya di Indonesia, pelajaran IPS dirasa semakin penting untuk siswa sekolah dasar.

d. Pembelajaran Matematika membangun dasar kemampuan berpikir logis, analisis, dan keterampilan memecahkan masalah

Pembalajaran matematika di MI sangat penting dalam membekali siswa dengan keterampilan dasar yang diperlukan di kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang tepat, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, analisis, dan kemampuan memecahkan masalah.

e. Moderasi beragama membentuk pemahaman siswa tentang pentingnya sikap toleran, menghargai perbedaan, dan menjaga keharmonisan

Pembelajaran moderasi beragama menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam beragama, yaitu antara mengikuti ajaran agama dengan bijak dan tidak menyimpang, serta terbuka untuk dialog dan kerjasama dengan sesama yang berbeda keyakinan.

2. Materi yang Dianggap Menimbulkan Miskonsepsi dari Topik 1-8

a. Bahasa Indonesia dipahami hanya sebatas pelajaran membaca dan menulis. Padahal hakikatnya, pembelajaran Bahasa Indonesia adalah mengembangkan keterampilan berbahasa, mencakup menyimak, berbicara, memabca, dan menulis secara terpadu.

b. PPKn dianggap hanyal pelajaran menghafal pasal UUD atau sila Pancasila.Padahal esensi PPKn adalah membentuk sikap kewarganegaraan, seperti disiplin, tanggung jawab, demokratis, dan cinta tanah air.

c. IPS dipandang sebagai pelajaran hafalan peta, tokoh sejarah, atau peristiwa masa lalu. Padahal IPS bertujuan membentuk kepedulian sosial, pemahaman terhadap dinamika masyarakat, serta keterampilan menghadapi masalah sosial.

d. Matematika dicap pelajaran yang sulit dan abstrak. Padahal kosep matematika sangat aplikatif, misalnya dalam jual beli, pengukuran, dan pengelolaan keuangan sederhana.

e. Moderasi beragama disebut kompromi atau mencampuradukan ajaran agama. Padahal moderasi tetap berpijak pada syariat sambil mengjormati perbedaan.

Baca Juga: 8 Tugas Refleksi Modul Pedagogik PPG Kemenag 2025

(NSF)