Tujuan Gerakan Non-Blok dan Peranan Indonesia di Dalamnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perang dingin antara dua blok negara telah melahirkan Gerakan Non-Blok (GNB) atau Nonalligned. Gerakan yang berdiri pada 1961 di Beograd, Yugoslavia ini tersebar di semua benua.
Drs. Sadirman A. M., M. Pd. dalam buku Sejarah 3 menjelaskan bahwa Gerakan Non-Blok diprakarsai oleh Presiden Soekarno dari Indonesia, Perdana Menteri Pandir Jawaharalal Nehru dari India, Presiden Gamal Abdul Nasser dari Mesir, dan Presiden Joseph Broz Tito dari Yugoslavia.
Berdirinya Gerakan Non Blok bukan tanpa alasan, organisasi ini memiliki tujuan yang hendak diraih melalui kerja sama. Sebelum membahas tujuan Gerakan Non-Blok, ada baiknya Anda mengenali gerakan tersebut melalui artikel berikut.
Apa Itu Gerakan Non-Blok?
Gerakan Non-Blok (GNB) adalah gerakan negara-negara yang tidak memihak salah satu blok dan tidak menghendaki adanya pengaruh pada salah satu kekuatan dunia terhadap anggotanya. Dengan kata lain, gerakan ini tidak berpihak pada Blok Barat maupun Blok Timur.
Seperti diketahui, Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Mengutip buku Sejarah tulisan Dr. Nana Nurliana Soeyono, MA dan Drs. Sudarini Suhartono, MA, Blok Barat yang menganut paham liberalis beranggotakan Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Jerman Barat, Norwegia, Belanda, Turki, Yunani, Australia, dan Kanada.
Sementara itu, Blok Timur dengan paham komunis terdiri dari Jerman Timur, Bulgaria, Polandia, Rumania, Cekoslavia, dan Albania. Persaingan kedua blok menjadi salah satu alasan kelahiran Gerakan Non-Blok.
Lahirnya GNB juga dilatarbelakangi oleh kecemasan negara-negara yang baru merdeka dan negara-negara berkembang serta krisis Kuba 1961 lantaran Uni Soviet membangun pangkalan militer secara besar-besaran hingga mengkhawatirkan AS.
Menurut Tim Presiden Eduka dalam buku Best Score Tes CPNS 2021, tujuan Gerakan Non-Blok adalah sebagai berikut:
Turut meredakan ketegangan dunia lantaran perebutan pengaruh Amerika Serikat (Blok Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur) dalam Perang Dingin.
Menggalang persatuan dan kerja sama dalam bidang sosial, budaya, dan ekonomi.
Membendung pengaruh negatif dari Blok Barat atau Blok Timur ke negara-negara anggota Gerakan Non-Blok.
Membantu bangsa-bangsa yang terjajah agar mendapatkan kemerdekaannya.
Peranan Indonesia dalam Gerakan Non-Blok
Berdasarkan informasi dari buku Super Complete Kelas 4,5, 6 SD/MI karangan Meity Mudikawaty, dkk. (2018), Indonesia memiliki peranan penting dalam Gerakan Non-Blok, di antaranya:
Presiden Soekarno menjadi salah satu sosok yang mendirikan Gerakan Non-Blok.
Indonesia menjadi pemimpin GNB pada 1991. Kala itu, Presiden Soeharto terpilih sebagai ketua GNB.
Indonesia menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok X yang berlangsung pada 1-6 September 1992 di Jakarta.
Ekspor dan impor perdagangan Indonesia dengan negara anggota GNB.
Turut meredakan ketegangan di kawasan bekas Yugoslavia pada 1991.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu Gerakan Non-Blok?

Apa Itu Gerakan Non-Blok?
Gerakan Non-Blok adalah gerakan negara-negara yang tidak memihak salah satu blok dan tidak menghendaki adanya pengaruh pada salah satu kekuatan dunia terhadap anggotanya.
Siapa Pemrakarsa Gerakan Non-Blok?

Siapa Pemrakarsa Gerakan Non-Blok?
Gerakan Non-Blok diprakarsai oleh Presiden Soekarno dari Indonesia, Perdana Menteri Pandir Jawaharalal Nehru dari India, Presiden Gamal Abdul Nasser dari Mesir, dan Presiden Joseph Broz Tito dari Yugoslavia.
Bagaimana Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok?

Bagaimana Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok?
Indonesia menjalankan peranan penting dalam GNB, di antaranya Presiden Soekarno menjadi salah satu sosok yang mendirikan Gerakan Non-Blok, Indonesia menjadi pemimpin GNB pada 1991, dan lainnya.
