Konten dari Pengguna

Tunalaras: Pengertian, Karakteristik, dan Klasifikasinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tunalaras. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tunalaras. Foto: pixabay

Daftar isi

Tunalaras adalah istilah yang merujuk pada anak berkebutuhan khusus dengan ganguan emosi dan penyimpangan tingkah laku. Biasanya, mereka cenderung mempunyai tingkah laku berlainan dan tidak memiliki sikap dewasa.

Terkadang anak tunalaras tidak mempunyai toleransi kepada orang lain, mudah melakukan pelanggaran norma-norma sosial, dan sering menimbulkan kesulitan bagi dirinya sendiri atau orang lain.

Dijelaskan dalam buku Pendidikan dan Olahraga Adaptif karya Dr. Tatang Muhtar, dkk., anak tunalaras juga memerlukan layanan pendidikan khusus untuk mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Sehingga, mereka bisa hidup di tengah masyarakat dengan baik.

Tunalaras umumnya disebabkan oleh kondisi atau keadaan fisik yang dimiliki oleh seseorang. Bagaimana klasifikasi anak tunalaras menurut hambatannya? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Klasifikasi Anak Tunalaras

William M. Dalam buku Pendidikan Inklusi untuk ABK (2022) mengatakan bahwa anak tunalaras dapat diklasifikasikan ke dalam kategori sebagai berikut:

Ilustrasi anak tunalaras. Foto: pixabay
  • The semi-socialize child: Anak yang dapat berhubungan sosial tetapi terbatas pada keluarga atau kelompoknya saja

  • Children arrested at a primitive level of socialization: Anak yang perkembangan sosialnya berhenti pada level yang rendah dan kurang sikap sosial serta terlantar dari pendidikan.

  • Children with minimum socialization capacity: Anak yang tidak memiliki kemampuan untuk belajar sikap sosial.

  • Neurotic behavior: Anak yang dapat berhubungan sosial tetapi tidak mampu menyelesaikan masalah sendiri.

  • Children with psychotic processes: Anak yang memerlukan penanganan khusus.

Di samping itu, kelompok ahli lain mengklasifikasikan tunalaras berdasarkan dimensi tingkah laku mereka yakni sebagai berikut:

  • Anak yang mengalami gangguan perilaku.

  • Anak yang mengalami kecemasan dan menyendiri.

  • Anak yang kurang dewasa.

  • Anak yang agresif bersosialisasi.

  • Karakteristik akademik, hasil belajar di bawah rata-rata, tidak naik kelas, sering membolos, sering melakukan pelanggaran, baik di sekolah maupun di masyarakat.

  • Karakteristik hambatan sosial, emosional, dan fisik.

Karakteristik Anak Tunalaras

Anak-anak yang mengalami gangguan emosional dan tingkah laku memang sangat luas cakupannya. Karakteristik mereka dapat dibagi menjadi tiga aspek, yaitu:

Ilustrasi tunalaras. Foto: pixabay

1. Karakteristik akademik

Anak yang memiliki gangguan perilaku bisa mengalami hambatan pada pencapaian hasil belajarnya, sehingga nilainya selalu di bawah rata-rata anak usia sebaya. Mereka memiliki kecenderungan malas untuk belajar serta ingin melakukan sesuatu sesuai keinginannya.

2. Karakteristik sosial dan emosional

Karakteristik sosial anak tunalaras dipengaruhi oleh karakteristik emosionalnya. Karakteristik ini biasanya ditandai dengan sikap agresif yang bisa mengganggu orang lain.

Perilaku mereka umumnya tidak terima oleh lingkungan sekitar karena dianggap melanggar normal di keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat. Karakter emosional mereka kerap kali memunculkan agresivitas yang dapat mengganggu teman-temannya.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan tunalaras?
chevron-down

Tunalaras adalah anak berkebutuhan khusus yang mengalami ganguan emosi dan penyimpangan tingkah laku.

Apa penyebab tunalaras?
chevron-down

Tunalaras umumnya disebabkan oleh kondisi atau keadaan fisik seseorang yang dimiliki sejak lama.

Mengapa anak tunalaras harus mendapatkan pendidikan khusus?
chevron-down

Anak tunalaras juga memerlukan layanan pendidikan khusus untuk mengembangkan potensinya seoptimal mungkin.