Konten dari Pengguna

Ubudiyah: Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya dengan Ibadah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Ubudiyah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Ubudiyah. Foto: Unsplash

Ubudiyah dalam segi bahasa diambil dari kata ‘abada yang berarti mengabdikan diri. Sedang menurut syara’ berarti menunaikan perintah Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari dengan melaksanakan tanggung jawab sebagai hamba-Nya.

Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam Kitab al-Hikam menerangkan bahwa, ubudiyah merupakan sifat manusia sebagai hamba Allah. Sifat yang dimaksud yakni patuh dan taat terhadap semua perintah dan larangan, dan melaksanakan perintah serta meninggalkan larangan tanpa membantah atau merasa keberatan.

Mengutip buku Menyelami Spiritualitas Islam: Jalan Menemukan Jati Diri oleh Syamsuddin Ar-Razi, ubudiyah hakikatnya adalah memenuhi janji, menjaga batasan-batasan, kerelaan atas apa yang ada, serta kesabaran atas kehilangan. Untuk memahami lebih dalam apa itu ubudiyah, simak selengkapnya di bawah ini.

Jenis-Jenis Ubudiyah

Illustrasi Ubudiyah. Foto: Unsplash

Melansir buku Pendidikan Agama Islam oleh Muhammad Daud, ubudiyah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Berdasarkan segi bentuk dan sifatnya. Untuk jenis ini, ubudiyah dibagi lagi ke dalam lima kategori, yaitu:

  • Ubudiyah dalam bentuk perkataan atau lisan, seperti: berdzikir, berdoa, memuji Allah dengan mengucapkan Alhamdulillah, dan membaca Alquran.

  • Ubudiyah dalam bentuk perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya, seperti: membantu atau menolong orang lain, mengurus jenazah.

  • Ubudiyah dalam bentuk pekerjaan yang telah ditentukan wujudnya, seperti: sholat, puasa, zakat, dan haji.

  • Ubudiyah yang cara pelaksanaannya berbentuk menahan diri, seperti: puasa, itikaf (berada di dalam masjid dengan niat melakukan ibadah), ihram (siap, dalam keadaan suci untuk melakukan ibadah haji atau umrah).

  • Ubudiyah yang sifatnya menggugurkan hak, seperti: memaafkan orang lain yang telah melakukan keasalahan atau membebaskan orang-orang yang berhutang dari kewajiban membayar.

2. Berdasarkan pelaksanaanya. Bentuk ubidiyah ini juga dapat dibagi menjadi tiga kategori, yakni:

  • Ubudiyah jasmaniah-rohaniah, berarti perpaduan antara jasmani dan rohani. Misalnya sholat dan puasa.

  • Ubudiyah rohaniah-amaliyah, berarti perpaduan rohani dan harta. Misalnya: zakat.

  • Ubudiyah jasmaniah, rohaniah, dan amaliyah sekaligus, misalnya adalah ibadah haji.

Perbedaan Ubudiyah dan Ibadah

Illustrasi Ubudiyah. Foto: Unsplash

M. Fethullah Gulen menjelaskan dalam bukunya Tasawuf untuk Kita Semua bahwa, ibadah dan ubudiyah sering diartikan sebagai melaksanakan perintah-perintah Allah dan merasa hina serta tunduk di hadapan Allah SAW. Meski keduanya memiliki pengertian yang sama oleh beberapa orang, namun sebagian besar menyatakan bahwa kedua kata ini berbeda artinya.

Ibadah memiliki makna menghabiskan hidup dengan melaksanakan perintah-perintah dan taklif dari Allah. Sedangkan ubudiyah bermakna selalu memiliki kesadaran sebagai hamba dari Allah SWT.

Perbedaan lainnya adalah jika seseorang yang selalu melaksanakan ibadah akan disebut dengan julukan al-'abid (ahli ibadah). Sementara orang yang melaksanakan ubudiyah disebut dengan julukan "al-'abd" (hamba).

Di sisi lain, ada sebagian sufi yang mendefinisikan ibadah sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban untuk menghambakan diri kepada Allah (al-riqq lillâh). Sementara ubudiyah adalah kewajiban yang ditunaikan oleh para pemiliki perasaan (al-syu'ur) dan mata batin (al-bashirah).