Umur Kucing Bisa Makan dan Tahap Perkembangan Anak Kucing

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tingkah menggemaskan kucing membuat banyak orang memilihnya untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Bermain bersama kucing bisa menimbulkan kesenangan dan kebahagiaan tersendiri, apalagi melihat tingkat kucing yang masih kecil.
Anak kucing memang lebih menyenangkan diajak bermain. Namun, Anda juga harus memberikan perhatian lebih. Mulai dari mengenalkan makan, minum, mengawasi gerak-gerik, menjaga kesehatan, dan lainnya.
Saat masih kecil, kucing tidak boleh diberi makan dengan sembarangan karena masih harus mendapatkan ASI induknya. Minggu pertama kucing dilahirkan menjadi tahap yang cukup kritis karena kondisi tubuhnya yang masih lemah.
Karenanya, perlu untuk memiliki pengetahuan umur berapa kucing bisa makan dan tahap perkembangannya agar dapat merawatnya dengan baik.
Umur Berapa Kucing Bisa Makan
Sejak lahir sampai berusia 3 minggu, anak kucing masih menggantungkan hidup pada induknya untuk mendapatkan kehangatan, makan, dan rasa aman. Disadur dari Majalah Cat And Dog Edisi 27 (Des-Jan 2020), anak kucing bisa makan dari umur 6 minggu.
Pada usia 6 minggu hingga 3 bulan, anak kucing harus diberi makan 3 hingga 4 kali sehari. Menjelang umur 6 bulan, makanan kucing dapat dikurangi menjadi 2 kali sehari. Setelah dewasa, baru dibolehkan melahap makanan kapan saja sesuai keinginannya.
Tahap Perkembangan Kucing
Merawat anak kucing yang baru lahir akan terasa sulit jika tidak memahami tahap perkembangannya. Berikut tahap perkembangan anak kucing yang dikutip dari buku Membiakkan Kucing Hias karangan Muhammad A. Suwed.
Minggu pertama
Anak kucing yang baru lahir membutuhkan tempat yang hangat. Letakkan anak kucing di bawah pancaran sinar lampu agar mendapatkan kehangatan.
Minggu kedua
Apabila induk kucing kesulitan memberikan ASI, Anda bisa membantunya dengan memberikan susu tambahan. Frekuensi pemberiannya adalah 2-3 kali sehari dan berikan dengan spuit atau dot karet yang lembut.
Minggu ketika
Pada minggu ketiga, anak kucing mulai memperhatikan keadaan sekitarnya dan mulai menjelajahinya. Selain itu, saluran telinganya sudah terbuka secara sempurna dan mulai bisa buang air besar tanpa harus dirangsang induknya.
Minggu keempat
Minggu keempat menjadi saat yang menggemaskan karena anak kucing dapat berdiri dengan baik meski jalannya masih sempoyongan.
Minggu kelima
Pada tahap ini, gigi susu anak kucing sudah mulai terlihat dan dapat dikenalkan dengan kucing-kucing lain.
Minggu keenam
Anak kucing sudah bisa mulai diberikan makanan lunak atau semi-solid. Iris atau matanya juga mulai mengalami perubahan warna.
Minggu ketujuh
Pada tahap ini, anak kucing disarankan untuk diberikan obat cacing agar tidak terinfeksi parasit. Jangan berikan obat cacing ketika anak kucing sakit atau tidak fit. Lebih baik konsultasikan pemberian obat cacing kepada dokter hewan.
Minggu kedelapan
Anak kucing bisa disapih atau dipisahkan dari induknya karena tubuhnya yang semakin besar dan membutuhkan ruang gerak yang lebih besar.
Minggu kesembilan
Pada tahap ini, gigi susu anak kucing akan tanggal dan digantikan oleh gigi dewasa.
(DND)
