Unsur Gizi dalam Makanan Sebagai Pemberi Tenaga dan Jenis-jenisnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makanan merupakan sesuatu hal yang krusial untuk menunjang kelangsungan makhluk hidup, terutama manusia. Tanpa makanan, manusia akan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Makanan berdasarkan KBBI adalah segala hal yang bisa dimakan dan memberikan manfaat bagi tubuh. Mengutip buku IPA Biologi Jilid 2 yang ditulis oleh Saktiyono, makanan dikonsumsi guna memberikan rasa kenyang dan memenuhi syarat kesehatan.
Untuk memenuhi syarat kesehatan, makanan harus mengandung unsur gizi yang cukup. Setiap unsur gizi memiliki fungsi yang berbeda-beda, salah satunya adalah memberikan tenaga.
Lalu, apa itu unsur gizi dalam makanan sebagai pemberi tenaga?
Unsur Gizi dalam Makanan Sebagai Pemberi Tenaga
Berdasarkan informasi dari buku Bagaimana Tubuh Kita Mencerna Makanan karangan Agus Maryanto (2020), unsur gizi dalam makanan sebagai pemberi tenaga adalah karbohidrat. Selain menyumbang energi, karbohidrat juga dapat memberikan rasa kenyang.
Pada dasarnya, setiap manusia membutuhkan jumlah karbohidrat yang berbeda-beda. Porsi karbohidrat harian untuk orang dewasa yang bekerja tidak terlalu berat, kurang lebih sebanyak 8-12 gram/kg berat badan.
Meskipun mengandung manfaat, karbohidrat harus dikonsumsi secukupnya. Apabila berlebihan, maka dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan.
Zat karbohidrat bisa didapatkan dengan mengkonsumsi beras, jagung, dan gandum, singkong, kentang, talas, ubi jalar, sayur-sayuran, buah-buahan, roti, dan kacang-kacangan.
Apa Itu Karbohidrat?
Menurut Dr. Anna Yuliana dan Setyaningrum (2018) dalam bukunya yang bertajuk Buku Ajar Biokimia Farmasi, karbohidrat atau sakarida merupakan senyawa organik yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.
Tumbuhan dapat menghasilkan karbohidrat sendiri melalui proses fotosintesis. Sementara itu binatang tidak dapat menghasilkan karbohidrat, sehingga mereka sangat bergantung pada tumbuhan.
Karbohidrat dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar, di antaranya:
1. Monosakarida
Monosakarida (C6H12O6) merupakan gula yang paling sederhana. Berdasarkan jumlah gugusnya, monosakarida bisa dibedakan menjadi dua, yaitu aldosa (monosakarida yang mengandung satu gugus aldehida) dan ketosa (monosakarida mengandung gugus keton)
Sementara itu berdasarkan jumlah atom karbon penyusunnya, monosakarida bisa dibagi menjadi triosa (3 karbon), tetrosa (4 karbon), pentrosa (5 karbon), heksosa (6 karbon), dan heptosa (7 karbon).
Di antara semuanya, heksosa merupakan monosakarida yang paling banyak ditemukan dan memiliki peranan besar dalam sistem pencernaan tubuh.
2. Oligosakarida
Mengutip buku Buku Ajar Gizi dan Diet oleh Pipit Festy W (2018), oligosakarida adalah polimer monosakarida yang terdiri dari 2 sampai 10 monosakarida. Umumnya, oligosakarida bersifat larut air.
Oligosakarida terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu oligosakarida dengan dua molekul monosakarida (disakarida), dengan tiga molekul (trisakarida), dan empat molekul (tetrasakarida).
3. Polisakarida
Polisakarida merupakan molekul baru yang terdiri dari rangkaian monosakarida yang membentuk polimer ikatan glikosidik rantai panjang. Polisakarida dalam bahan makanan berfungsi untuk sumber energi.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Mengapa Zat Makanan Penting Bagi Tubuh?

Mengapa Zat Makanan Penting Bagi Tubuh?
Zat makanan penting bagi tubuh, sebab zat tersebut dapat memberikan rasa kenyang hingga energi.
Makanan Apa Saja yang Termasuk Karbohidrat?

Makanan Apa Saja yang Termasuk Karbohidrat?
Beberapa makanan yang termasuk karbohidrat, yaitu kentang, roti, beras, dan lain sebagainya.
Apa Jenis-jenis Karbohidrat?

Apa Jenis-jenis Karbohidrat?
Karbohidrat terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya monosakarida, oligosakarida, dan lainnya.
