Konten dari Pengguna

Unsur-Unsur Buku Nonfiksi yang Harus Diketahui Pengarang Cerita

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
15 November 2021 17:43 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi buku nonfiksi, Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buku nonfiksi, Sumber: Pexels
ADVERTISEMENT
Nonfiksi merupakan klasifikasi karya informatif yang didasarkan pada peristiwa yang benar-benar terjadi dalam dunia nyata. Mengutip Buku Ajar Bahasa Indonesia oleh Fitri Itut Rahayu, pengarang karya nonfiksi harus bertanggung jawab atas kebenaran fakta yang ditulis. Jika terbukti tidak benar, hal tersebut dianggap sebagai penipuan sastra.
ADVERTISEMENT
Sebuah teks nonfiksi bisa disajikan secara objektif maupun subjektif. Contoh karya non fiksi di antaranya biografi, karya ilmiah, reportase, berita, makalah, dan artikel.
Cerita nonfiksi juga bisa disajikan melalui buku. Namun, sebuah buku harus memenuhi unsur-unsur tertentu jika ingin dikategorikan sebagai karya nonfiksi.
Apa saja unsur-unsur buku nonfiksi? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan berikut.
Ilustrasi buku nonfiksi, Sumber: Pexels

Unsur Buku Nonfiksi

Berdasarkan buku Explore Bahasa Indonesia oleh Erwan Rachmat, unsur-unsur buku nonfiksi adalah sebagai berikut:
Ide/Topik/Tema
Menentukan ide, topik, dan tema merupakan langkah awal dalam menyusun sebuah buku nonfiksi. Tema bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penulis. Misalnya tema yang dipilih adalah kenakalan anak sekolah.
Data
Setelah menentukan tema, penulis harus mengumpulkan data yang berhubungan dengan tema yang telah dipilih. Data diperoleh dengan wawancara dengan narasumber, dari buku, artikel, koran, internet, pengalaman pribadi dan masih banyak lainnya.
ADVERTISEMENT
Misalnya tema yang dipilih adalah kenakalan anak sekolah. Penulis bisa mengumpulkan data dengan mewawancarai guru, kepala sekolah, murid-murid. Kemudian bisa menyimak berita tentang kenakalan anak sekolah dan membaca buku yang mengangkat isu kenakalan anak.
Penyusunan Teks
Setelah semua data terkumpul, susunlah sebuah teks yang berisi laporan seputar tema yang dipilih berdasarkan data-data yang sudah diperoleh. Susunlah ke dalam bab yang sesuai dengan urutan dan kerangka teks yang sudah dibuat sebelumnya.
Contoh:
ADVERTISEMENT
Halaman Sampul Buku Nonfiksi
Sampul depan umumnya berisi judul buku, nama penulis, dan logo penerbit. Namun, ada juga buku nonfiksi yang tidak mencantumkan logo penerbitnya.
Sampul belakang diisi dengan judul buku, sinopsis, informasi penerbit, ISBN, dan informasi penting lainnya yang dapat menambah minat konsumen untuk membaca buku tersebut. Misalnya, biografi penulis atau testimoni.
(ADB)