Upaya Pemerintah untuk Menanggulangi Pemberontakan Andi Azis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

8 April 1950 menjadi saksi bisu atas meledaknya pemberontakan Andi Azis di Makassar. Pemberontakan tersebut dipicu oleh kekecewan para mantan serdadu KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger, Pasukan Kolonial Hindia Belanda).
Berdasarkan kesepakatan Konferensi Meja Bundar (KMB), saat itu pasukan KNIL akan digabung dengan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) bersama pasukan TNI. Namun KNIL menolak dan merasa didominasi oleh para tentara TNI yang berasal dari Jawa.
Andi Azis, sebagai mantan perwira KNIL pun memimpin pemberontakan. Ia menuntut agar KNIL diberi wewenang atas keamanan di Negara Indonesia Timur.
Pemberontakan Andi Azis terjadi setelah mantan serdadu KNIL menyerang markas dan menyandera sejumlah perwira APRIS di Makassar. Setelah menguasai Makassar, mereka memberi peringatan kepada pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka.
Tepat pada 8 April 1950, pemerintah Indonesia akhirnya mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis dan pasukannya. Berikut ini beberapa upaya yang dilakukan pemerintah guna menganggulangi pemberontakan Andi Azis, yaitu:
Membuat ultimatum agara Andi Azis menyerahkan diri
Mengirimkan KRI Hang Tuah ke Makassar untuk melawan pemberontakan.
Mengirim pakuskan dibawah pimpinan Kolonel Alex Kawilarang
Menangkap Andi Azis setelah dia datang ke Jakarta.
(Rav)
