Upaya-upaya yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masalah pencemaran lingkungan mestinya segera ditangani serius oleh seluruh pihak, bukan hanya pemerintah dan lembaga sosial. Lantas, apa saja upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran lingkungan tersebut?
Sebelum membahas solusinya, pahami terlebih dahulu apa pengertian pencemaran lingkungan. Dijelaskan dalam buku Pencemaran Lingkungan karya Intang Dewata, dkk., suatu lingkungan dikatakan tercemar apabila terdapat bahan pencemar yang menyertainya seperti sampah, limbah, dan lain-lain.
Dalam UU RI Nomor 32, pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk melakukan upaya pencegahan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Salah satunya dengan mengatur sistem pembuangan limbah industri dan rumah tangga.
Namun, jika memang ingin mengatasi permasalahannya secara tuntas, maka dibutuhkan aksi yang lebih konkret dan nyata. Seperti apa? Simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut ini
Upaya-upaya Mengatasi Pencemaran Lingkungan
Masalah pencemaran lingkungan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat. Sebab, lingkungan yang tercemar bisa berpotensi membahayakan kesehatan, merusak keseimbangan ekosistem, memicu bencana alam, dan lainnya yang jelas akan merugikan semua pihak.
Sejumlah ahli menuturkan bahwa diperlukan aksi nyata dalam mengatasi permasalahan tersebut. Meski kecil, namun dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Berikut beberapa aksi yang bisa dilakukan:
1. Pengelolaan sampah
Ada banyak jenis sampah yang bisa diolah, mulai dari sampah organik, sampah kimia, hingga sampah anorganik. Ragam sampah tersebut bisa diubah menjadi sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat.
Misalnya, sampah jenis kaca, logam, dan kertas yang bisa didaur ulang menjadi barang baru; sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk atau ecoenzym; dan lainnya. Jadi, pengelolaan ini harus disesuaikan dengan jenis dan sifat sampah tersebut.
2. Penanaman kembali (reboisasi)
Pemerintah bisa berkontribusi mengatasi pencemaran lingkungan dengan melakukan penanaman kembali hutan yang gundul. Sebab, hutan sangat penting bagi kelangsungan makhluk hidup.
Tidak hanya sebagai sumber oksigen, hutan juga bisa menyuplai bahan makanan, mengurangi risiko penipisan lapisan ozon, menghindari kekeringan, mencegah longsor dan banjir, serta mencegah efek rumah kaca.
3. Gunakan kendaraan umum
Dijelaskan dalam buku Bunga Rampai Pencemaran Lingkungan susunan Epi Septaningrum, dkk., upaya mengatasi pencemaran lingkungan bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sebagai alternatif, Anda bisa mencoba transportasi umum yang disediakan oleh pemprov ataupun pihak swasta.
Apabila tetap menggunakan kendaraan pribadi, dikhawatirkan hasil buangan karbon asap kendaraan bisa memicu efek rumah kaca. Kondisi ini bisa juga bisa memicu perubahan iklim yang ekstrem dan membahayakan.
4. Menghemat listrik
Sama seperti penggunaan kendaraan bermotor, penggunaan listrik juga harus dibatasi. Caranya dengan mematikan lampu pada siang hari, menggunakan air secukupnya, tidak menggunakan AC berlebihan, dan menyalakan televisi seperlunya.
5. Mengurangi penggunaan pupuk kimia
Sejumlah peneliti mengatakan bahwa pupuk kimia turut memicu terjadinya pencemaran lingkungan. Sebagai solusinya, Anda bisa mulai menggunakan pupuk organik yang aman dan tidak berisiko mencemari tanah atau perairan.
6. Melakukan penyuluhan
Langkah ini penting untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Dengan begitu, mereka akan sadar untuk meminimalisasi penggunaan sampah plastik, tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan penebangan liar, dan lain-lain.
Baca juga: 4 Program Pelestarian Lingkungan Hidup dan Tujuan Menerapkannya
Ragam konten berkualitas dan inklusif tentang inisiatif individu, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mendorong terciptanya bumi berkelanjutan. Selengkapnya di kumparan.com/greeninitiative.
(MSD)
