Konten dari Pengguna

Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Mempelajari Target Perilaku Disiplin Positif

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penerapan disiplin postif di kelas. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penerapan disiplin postif di kelas. Foto: Pexels.

Apa saja upaya yang akan Anda lakukan untuk mempelajari target perilaku disiplin positif? Pertanyaan ini akan muncul saat tenaga pendidik memilih indikator Penerapan Disiplin Positif pada Observasi Kelas.

Disiplin positif adalah sikap taat pada peraturan yang berasal dari kesadaran diri siswa/individu. Dikutip dari laman Kemdikbud, sikap ini dapat dibangun dengan pendekatan positif, seperti memotivasi, merefleksi kesalahan, menghargai, hingga membangun logika.

Untuk memahami lebih jauh tentang perilaku disiplin positif, simak penjelasan berikut!

Memahami Disiplin Positif

Ilustrasi penerapan disiplin positif di kelas. Foto: Pexels.

Disiplin positif adalah sikap disiplin yang datang dari kesadaran diri individu bukan pengaruh dari luar, seperti hadiah dan hukuman.

Contoh disiplin positif di sekolah misalnya siswa yang mengerjakan pekerjaan rumah karena merasa itu adalah kewajibannya bukan karena takut dimarahi guru atau menginginkan pujian.

Penerapan disiplin positif memiliki banyak manfaat bagi siswa, salah satunya menumbuhkan sikap mandiri dan bertanggung jawab. Siswa yang memiliki sikap disiplin juga cenderung lebih percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam buku Disiplin Positif untuk Merdeka Belajar yang diterbitkan Kemdikbud, berikut ini beberapa prinsip yang diperlukan untuk menumbuhkan sikap disiplin positif pada siswa.

1. Menyeluruh

Proses belajar dan perkembangan siswa saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, sikap disiplin positif perlu dilakukan secara menyeluruh.

2. Bertumpu pada kekuatan peserta didik

Setiap peserta didik memiliki kekuatan, kemampuan, dan potensi yang perlu dibangun. Oleh karena itu, penerapan disiplin positif harus dilandaskan oleh potensi masing-masing siswa.

3. Konstruktif

Dalam menumbuhkan disiplin positif, tenaga pendidik perlu memberikan kritik yang membangun. Alih-alih memarahi siswa saat gagal atau melakukan kesalahan, guru dituntut untuk mengoreksi kesalahan siswa sambil membantu mereka melakukan refleksi diri.

4. Partisipatori

Tenaga pendidik perlu melibatkan siswa dalam mengambil keputusan dalam menerapkan perilaku disiplin positif. Dengan begitu, mereka akan belajar memahami konsekuensi dari segala perilakunya.

Upaya yang Dilakukan untuk Mempelajari Target Perilaku Disiplin Positif

Ilustrasi penerapan disiplin positif di kelas. Foto: Pexels.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mempelajari target perilaku disiplin positif bagi siswa ada tiga. Berikut ini penjelasannya:

1. Melakukan refleksi dinamika kelas untuk menerapkan kesepakatan kelas

Adapun refleksi dinamika kelas dapat dilakukan beberapa cara berikut:

  • Mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu kesepakatan bersama.

  • Menunjukkan kesediaan mendengarkan pendapat peserta didik tentang dinamika kelas.

  • Bersikap adaptif sehingga bersedia mengubah kesepakatan kelas bila diperlukan.

2. Melakukan penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai atau mendukung kesepakatan kelas.

  • Memberikan pujian terhadap perilaku peserta didik yang sesuai kesepakatan kelas.

  • Memberi penguatan positif dengan beragam cara.

  • Mengakui suatu perilaku positif secara spesifik dan menjelaskan alasannya.

3. Memfasilitasi peserta didik dalam menyadari konsekuensi dan memperbaiki perilaku melanggarnya.

  • Membantu peserta didik menyadari konsekuensi dari perilaku melanggarnya.

  • Mendengarkan sudut pandang peserta didik terhadap perilaku melanggarnya.

  • Memberikan dukungan pada peserta didik dalam melakukan perbaikan perilakunya.

(GLW)