Urutan Menulis Surat Pribadi Lengkap dengan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat merupakan alat komunikasi tertulis yang dibuat oleh seseorang untuk kepentingan tertentu. Berdasarkan isi dan jenisnya, surat dibedakan menjadi beberapa bentuk, salah satunya adalah surat pribadi.
Mengutip buku Bahasa Indonesia 1 SMP Kelas VII oleh Dr. Ida Ayu, surat pribadi adalah surat yang dibuat atas nama pribadi dan disampaikan kepada seseorang dengan tujuan khusus. Surat ini bisa bersifat kekeluargaan ataupun resmi, tergantung pada penggunaannya.
Sama seperti jenis surat lainnya, surat pribadi juga memiliki ketentuan dalam penulisannya. Ketentuan ini mencakup gaya bahasa, struktur, dan urutan menulisnya. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang surat pribadi lengkap dengan urutan dan contohnya.
Ketentuan Penulisan Surat Pribadi
Surat pribadi merupakan sarana komunikasi paling umum yang biasa digunakan oleh seseorang kepada orang lain. Umumnya, bahasa yang digunakan dalam surat pribadi bersifat tidak formal.
Menulis surat pribadi dapat melatih kemampuan seseorang dalam mengungkapkan pendapat. Ini juga bisa memudahkannya dalam membangun komunikasi dengan orang lain.
Adapun pedoman penulisan surat pribadi selalu berpatokan pada pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana pesan itu bisa disampaikan. Tentunya ini dikaitkan juga dengan urutan penulisan.
Mengutip buku Siap Menghadapi Ujian Nasional SMP/MTs 2011, berikut urutan menulis surat pribadi yang tepat menurut kaidah kebahasaan:
1. Tempat dan tanggal penulisan surat
Pada bagian ini, penulis dapat menuliskan tempat dan tanggal saat surat itu dibuat. Ini bisa digunakan sebagai keterangan waktu dalam membuat surat.
2. Alamat yang dituju
Bagian ini berisi alamat orang yang hendak dikirimi surat. Penulis bisa menambahkan kalimat khusus yang menunjukkan keakraban. Misalnya, “Untuk Ani, di Bandung”.
3. Salam pembuka
Salam pembuka bisa ditulis bebas, sesuai dengan keinginan penulis. Misalnya, Assalamualaikum wr wb, salam sayang, salam kangen, dan lain sebagainya.
4. Kalimat pembuka awal
Umumnya, pada kalimat pembuka awal, penulis menanyakan kabar penerima surat. Ia juga bisa menanyakan keluarga penerima surat, keadaan di tempat penerima, dan lain-lain.
5. Isi surat
Ini adalah bagian terpenting dalam surat pribadi. Pada bagian ini, penulis menyampaikan maksudnya dengan jelas. Bahasa yang digunakan bisa santai atau formal, tergantung pada kehendak penulis.
6. Penutup
Bagian ini adalah akhir dari surat. Penulis bisa menuliskan ungkapan maaf atau harapannya kepada penerima.
7. Tanda tangan dan nama terang
Di bagian ini, penulis bisa mencantumkan nama dan tanda tangannya. Penulis juga bisa menambahkan salam penutup di bagian bawah surat.
Contoh Surat Pribadi
Berikut contoh surat pribadi yang bisa Anda perhatikan:
Malang, 29 November 2015
Salam kangen.
Apa kabar, Aim?
Aim, setelah kamu pindah ke Samarinda, kami dengar kamu bersekolah di sekolah bertaraf internasional. Bagaimana rasanya sekolah di sana? Liburan semester ini aku dan keluarga berencana berkunjung ke rumah pamanku di Samarinda. Aku akan sangat senang jika dapat bertemu denganmu. Kirimkan alamatmu kepadaku ya.
Sekian dulu, semoga kamu dapat membalas surat ini. Aku tunggu balasanmu.
Sahabatmu,
Giati.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan surat pribadi?

Apa yang dimaksud dengan surat pribadi?
Surat pribadi adalah surat yang dibuat atas nama pribadi dan disampaikan kepada seseorang dengan tujuan tertentu. Surat ini bisa bersifat kekeluargaan ataupun resmi tergantung pada penggunaannya.
Bagaimana gaya bahasa dalam penulisan surat pribadi?

Bagaimana gaya bahasa dalam penulisan surat pribadi?
Umumnya, bahasa dalam penulisan surat pribadi bersifat tidak formal.
Bagaimana bagian isi dalam surat pribadi?

Bagaimana bagian isi dalam surat pribadi?
Ini adalah bagian terpenting dalam surat pribadi. Pada bagian ini, penulis menyampaikan maksudnya dengan jelas. Bahasa yang digunakan bisa santai atau formal, tergantung kehendak penulis.
