Urutan Strukur Cerpen yang Perlu Dipahami dalam Bahasa Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerpen atau cerita pendek merupakan cerita yang berisikan tentang sebuah kisah yang tak lebih dari 10.000 kata. Cerita pada cerpen biasanya fokus pada permasalahan satu tokoh sehingga isinya padat dan to the point.
Pada umumnya, cerpen adalah cerita yang berbentuk prosa serta hanya memiliki satu tahapan alur cerita. Meskipun isinya lebih pendek dari karangan fiksi lainnya, cerpen tetap memiliki daya tarik tersendiri karena pembaca dapat mendalami setiap tokoh yang dimunculkan penulis.
Dalam buku Tiga Jurus Mudah Menulis (Panduan Praktis Menulis Artikel, KTI dan Cerpen) karya Andy, Dyah, dan Siska, salah satu ciri dari cerpen yaitu memiliki cerita yang bersifat utuh dan eksklusif atau khusus. Setiap bagian cerpen sengaja dihadirkan dan saling mempengaruhi untuk menyampaikan ide atau pesan pengarang,
Sebelum mulai membuatnya, penulis harus memahami terlebih dulu struktur cerpen yang baik dan benar. Berikut adalah penjelasan struktur cerpen seperti dijelaskan Kosasih dalam buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 3 untuk SMP/MTs Kelas IX karya Erwan Rachmat.
Struktur Cerpen
1. Abstrak
Merupakan bagian berisi gambaran awal dari kisah yang akan diceritakan. Bagian ini juga dapat berupa sebuah ringkasan dari cerpen tersebut. Ketika membaca abstrak dalam sebuah cerpen, pembaca bisa mendapatkan beberapa gambaran tentang kejadian di dalam cerita.
2. Orientasi
Orientasi merupakan bagian perkenalan tentang cerpen tersebut. Pada bagian ini, tokoh utama, tempat, waktu, suasana, dan segala hal yang berhubungan dengan cerpen itu mulai diperkenalkan atau diceritakan.
3. Komplikasi
Komplikasi berisi urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Dari komplikasi, pembaca bisa memahami karakter ataupun watak dari berbagai tokoh dalam cerita.
4. Evaluasi
Evaluasi adalah struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks. Evaluasi merupakan jalan menuju penyelesaiannya dari konflik yang terjadi. Ini merupakan bagian yang sangat penting karena menentukan apakah cerpen ini menarik atau tidak.
5. Resolusi
Pada bagian resolusi, penulis mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh. Bagian ini biasanya paling dinantikan oleh pembaca karena mereka mengetahui tokoh utama telah menemukan solusi permasalahannya.
6. Koda
Koda merupakan bagian berisi pelajaran atau hikmah yang dapat dipetik dari kisah dalam cerpen. Koda biasanya berupa nasehat, pelajaran, atau peringatan kepada pembaca
(IMR)
