Konten dari Pengguna

Usia Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Ini Estimasi dan Manfaatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usia Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Simak Penjelasan dan Manfaatnya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Usia Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Simak Penjelasan dan Manfaatnya. Foto: Pexels

Usia berapa bayi bisa tengkurap menjadi pertanyaan setiap ibu baru yang mengkhawatirkan tahap perkembangan bayinya. Tengkurap memang menjadi tahapan yang penting bagi bayi karena memiliki segudang manfaat.

Meski begitu, setiap ibu perlu memahami bahwa usia tengkurap pada bayi tidak selalu sama. Ada bayi yang sudah mahir tengkurap di usia 4 bulan, tapi ada pula yang baru bisa di usia 6 bulan.

Artinya, para ibu tidak perlu khawatir jika si kecil belum juga tengkurap meski anak lain seusianya sudah bisa tengkurap mandiri.

Tahapan Bayi Tengkurap

Memahami Tahap Tengkurap Bayi. Foto: Pexels

Mengutip laman American Academy of Pediatrics (AAP), sebenarnya bayi sudah boleh ditengkurapkan (tummy time) sejak hari pertama pulang dari rumah sakit. Sedangkan untuk bisa tengkurap secara mandiri diperkiran di usia usia kurang lebih 4 bulan.

Menurut situs The Royal Children's, bayi dengan kepala besar atau lahir prematur biasanya kesulitan untuk tengkurap. Jadi, para ibu harus lebih bersabar dalam melatih si bayi agar bisa tengkurap.

Usahakan bayi melakukan tummy time setidaknya satu jam per hari saat menginjak usia 3 bulan. Jika bayi belum bisa tengkurap mandiri di usia ini, ibu bisa membantu menengkurapkannya.

Meski disarankan satu jam per hari, jangan langsung membuat bayi tengkurap dalam waktu yang telalu lama. Targetkan 10 hingga 15 menit dalam sekali waktu. Kemudian, perlahan-lahan tambah durasi tengkurap dengan memerhatikan kemampuan bayi.

Biayanya bayi akan berhenti tengkurap begitu menginjak usia 7-9 bulan. Ini karena pada usia tersebut bayi sudah mulai merangkak. Meski begitu, usahakan anak tetap meluangkan waktunya untuk tengkurap selama bermain karena itu punya banyak manfaat.

Manfaat Tengkurap pada Bayi

Manfaat Tengkurap untuk Bayi. Foto: Pexels

Tengkurap adalah olahraga pertama yang bisa dilakukan bayi. Aktivitas ini sangat bermanfaat untuk melatih motorik, visual, dan sensorik bayi. Simak deretan manfaat lain dari tengkurap menurut situs Kids Health.

1. Mengembangkan Otot

Bayi usia 0 hingga 3 bulan sedang dalam proses mengembangkan kontrol leher. Tummy time dapat membantu mereka mengembangkan otot-otot yang diperlukan untuk berguling, duduk, merangkak, dan berjalan.

2. Menguatkan Otot

Tummy time pada bayi berusia 4 sampai 7 bulan dapat melatih mereka mengangkat kepala dan dada lebih tinggi. Selain itu, aktivitas ini akan membuat bayi memiliki otot lengan, dada, dan punggung yang lebih kuat.

3. Membantu Mengatasi Kelainan Leher Bayi

Tummy time juga bermanfaat bagi bayi baru lahir yang memiliki kelainan leher (torticollis). Otot leher yang tegang membuat bayi tidak dapat memutar kepalanya.

Tengkurap akan mendorong bayi untuk melihat ke sekeliling, sehingga membantu otot lehernya menjadi lebih rileks. Meski begitu, tetap diskusikan aktivitas ini pada dokter yang menangani bayi Anda.

4. Mengurangi Risiko Kepala Peyang

Tengkurap dapat mencegah kepala peyang pada bayi. Kepala peyang umumnya disebabkan posisi tidur bayi yang selalu telentang dalam waktu lama.

Dengan tengkurap akan memberi kesempatan pada bayi mendapatkan posisi kepala yang berbeda. Alhasil, kepalanya tidak selalu dalam posisi datar atau telentang.

Baca Juga: 4 Cara agar Bayi Tidak Begadang

(DEL)