Konten dari Pengguna

Viral di China, Aplikasi "Are You Dead?" untuk Warga yang Hidup Sendirian

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengguna Aplikasi Are You Dead. Foto: Kanjanee Chaisin/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengguna Aplikasi Are You Dead. Foto: Kanjanee Chaisin/Shutterstock

Sebuah aplikasi bernama “Are You Dead?” atau Sileme mendadak viral di China. Aplikasi ini menawarkan cara unik untuk membantu individu yang menjalani kehidupan seorang diri.

Kehadirannya memicu perbincangan luas di media sosial dan membuat jumlah unduhannya melonjak dalam waktu singkat. Pengguna aplikasi Are You Dead? berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, lanjut usia (lansia), pekerja kantoran yang hidup sendiri, hingga siapa pun yang memilih gaya hidup soliter.

Lalu, apa sebenarnya fungsi aplikasi Are You Dead yang viral di China ini dan bagaimana sistem kerjanya? Simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut!

Cara Kerja Aplikasi "Are You Dead?"

Ilustrasi Menggunakan Aplikasi Are You Dead. Foto: Shutterstock

Aplikasi "Are You Dead?" dirancang dengan konsep yang praktis dan sederhana. Mengutip laman BBC, pengguna hanya diminta mendaftarkan satu kontak darurat sebagai pihak yang akan dihubungi saat terjadi kondisi mencurigakan.

Aplikasi ini akan meminta pengguna melakukan konfirmasi rutin atau check-in setiap dua hari sekali dengan menekan satu tombol utama. Jika pengguna tidak membuka aplikasi atau melewatkan konfirmasi dalam beberapa hari berturut-turut, maka sistem akan otomatis mengirimkan peringatan ke kontak darurat yang terdaftar.

Mekanisme ini menjawab kekhawatiran banyak orang yang tinggal sendiri, yakni risiko mengalami kecelakaan atau keadaan medis darurat tanpa ada orang yang menyadarinya.

Fenomena Hidup Sendiri di China

Ilustrasi China. Foto: Tang Yan Song/Shutterstock

Kehadiran aplikasi seperti Sileme erat kaitannya dengan perubahan besar struktur sosial di China. Berdasarkan data dari laman Global Times, jumlah rumah tangga berpenghuni satu orang di China diperkirakan mencapai 200 juta, dengan proporsi kehidupan individu yang menyendiri menembus angka 30 persen.

Menurut CNN, fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya urbanisasi besar-besaran. Jutaan anak muda meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai, sehingga banyak desa akhirnya hanya dihuni penduduk lanjut usia yang hidup semakin terisolasi.

Selain itu, tren menunda pernikahan juga semakin digandrungi kalangan Generasi Z dan Milenial. Tekanan ekonomi, biaya hidup yang tinggi, serta keinginan untuk tetap bebas membuat banyak anak muda memilih hidup sendiri dalam jangka panjang.

Rebranding Global Menjadi “Demumu”

Ilustrasi Aplikasi Demumu. Foto: Deemerwha studio/Shutterstock

Dikutip dari laman Global Times, pengembang aplikasi Sileme mengumumkan melalui Weibo pada Selasa (13/1/2026) bahwa versi terbaru aplikasinya akan menggunakan nama Demumu. Langkah rebranding ini dilakukan untuk menyesuaikan aplikasi dengan pasar global.

Nama “Are You Dead?” dinilai berpotensi menimbulkan kesan ekstrem atau tidak nyaman bagi sebagian pengguna internasional. Sebaliknya, nama Demumu dipilih karena terdengar lebih netral dan mudah diterima oleh audiens yang lebih luas.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah pengguna turut memberikan tekanan pada kapasitas server. Untuk menjaga keberlangsungan layanan, perusahaan kemudian memberlakukan biaya unduh sebesar 8 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 16.000, serta tarif langganan bulanan sebesar 8 yuan atau setara Rp 17.500.

Baca Juga: Mengenal Bitchat, Aplikasi Chat yang Bisa Jalan Tanpa Internet

(ANB)