Virus Panleukopenia pada Kucing, Ini Penyebab dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Virus Panleukopenia menjadi momok tersendiri bagi pecinta kucing. Bukan tanpa sebab, virus Panleukopenia memang menular dan cukup berbahaya, bahkan bisa berpotensi fatal hingga menyebabkan kematian.
Virus yang juga dikenal sebagai penyakit Distemper ini sebagian besar menjangkit anak kucing dan kucing yang tidak divaksinasi. Dijelaskan dalam Majalah Cat & Dog, penularan virus Panleukopenia pada kucing biasanya terjadi lewat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
Selain itu, kandang dan perlengkapan kucing seperti tempat makan, minum, dan benda lain di sekitarnya juga dapat menyebabkan penularan virus. Karena itu, pemilik perlu memastikan semua peralatan dibersihkan setelah dipakai guna mencegah penularan ke kucing yang masih sehat.
Untuk memahami lebih jauh apa itu virus Panleukopenia pada kucing, penyebab, gejala, dan cara mengatasinya, berikut informasi selengkapnya yang dapat Anda simak.
Baca juga: 5 Cara Mengobati Kucing Sakit agar Tidak Semakin Parah
Apa Penyebab virus Panleukopenia pada Kucing?
Feline parvovirus (FPV) merupakan penyebab awal virus Panleukopenia pada kucing. Mengutip laman PetMD, virus ini dapat membunuh sel-sel yang tumbuh di dalam tubuh dengan cepat, termasuk sel-sel di sumsum tulang, usus, kulit, serta pada janin yang sedang berkembang.
Virus Panleukopenia bekerja dengan cara menekan produksi semua sel darah putih di sumsum tulang. Sel-sel tersebut berperan penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan digunakan untuk melawan infeksi. Tanpa mereka, kucing rentan terjangkit dan menyebarkan virus.
Di sisi lain, sel-sel yang terinfeksi di usus akan mengakibatkan diare, nafsu makan menurun, dan muntah. Dehidrasi parah juga akan terjadi ketika virus sudah menyebar dan tidak segera ditangani.
Seperti yang dijelaskan, virus Panleukopenia terdapat di lingkungan sekitar kucing, seperti alas tidur, tempat makan, kotak pasir, dan lainnya. Virus ini dikatakan dapat bertahan hidup pada suhu ruangan dan suhu beku, serta tetap dapat hidup meski sudah dibasmi dengan penggunaan disinfektan tertentu.
Gejala Virus Panleukopenia
Virus Panleukopenia masuk ke dalam tubuh kucing melalui hidung atau mulut. Biasanya, gejala baru muncul 2-7 hari setelah kucing terinfeksi. Ini tergantung pada sistem kekebalan tubuh kucing tersebut.
Owner atau pemilik biasanya mengetahui kucing peliharaannya terkena Panleukopenia berdasarkan diagnosis dokter setelah pemeriksaan. Umumnya, pemilik baru akan ke dokter setelah hewan kesayangannya terlihat sangat lemas dan tidak berdaya.
Dalam kondisi tersebut, kebanyakan kucing yang terjangkit virus tidak terselamatkan karena sudah dalam kondisi yang fatal ketika dibawa ke klinik. Untuk meminimalisir risiko tersebut, owner sebaiknya segera membawa kucing ke dokter hewan apabila menunjukkan gejala-gejala berikut:
Depresi
Muntah
Diare
Sakit perut. Ini bisa dilihat dari perut yang tampak tegang dan buncit.
Berat badan menurun
Dehidrasi
Bulu terasa kasar dan tidak terawat
Demam
Nafsu makan berkurang hingga hilang
Memar pada kulit atau gusi
Sayangnya, sampai sekarang belum ada obat khusus yang mampu menyembuhkan virus Panleukopenia secara menyeluruh. Kesembuhan sangat bergantung pada imunitas atau daya tahan kucing tersebut.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab virus Panleukopenia pada kucing?

Apa penyebab virus Panleukopenia pada kucing?
Feline parvovirus (FPV) merupakan penyebab awal virus Panleukopenia pada kucing.
Dari mana datangnya virus Panleukopenia?

Dari mana datangnya virus Panleukopenia?
Penularan virus Panleukopenia pada kucing biasanya terjadi lewat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
Apa gejala Panleukopenia?

Apa gejala Panleukopenia?
Antara lain muntah, diare, demam, dan lemas.
