Wafat 23 Tahun Lalu, Ini Fakta Putri Diana yang Jarang Diketahui

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari ini 23 tahun lalu, dunia berduka atas meninggalnya Putri Diana dalam sebuah kecelakaan tragis di Paris. Ia wafat dalam usia yang masih cukup muda, yakni 36 tahun. Saat itu, Putri Diana juga sedang menyusun kehidupan baru setelah bercerai dari pewaris tahta Kerajaan Inggris, Pangeran Charles.
Kesedihan yang dirasakan banyak pihak akibat meninggalnya Putri Diana bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab, wanita yang identik dengan rambut pendek ini juga dijuluki sebagai “people’s princess”, atau putri para rakyat.
Ini karena sikapnya yang membumi dan keaktifannya dalam berbagai kegiatan amal. Penampilannya yang bersahaja namun tetap modis juga kerap dipuji oleh para pengamat fashion.
Inilah yang membuat sosok Diana Spencer sulit dilupakan. Meski kehidupannya tidak pernah lepas dari sorotan publik, ada beberapa hal yang luput dari perhatian. Berikut adalah deretan fakta Putri Diana yang jarang diketahui
Orangtua Bercerai Saat Diana Masih Kecil
Diana Spencer lahir pada 1 Juli 1961 dari keluarga aristokrat. Namun kehidupan yang berkecukupan tidak menjamin kebahagiaan sebuah keluarga.
Orangtua Diana bercerai ketika dirinya baru berusia tujuh tahun. Putri Diana mengatakan orangtuanya memiliki hubungan yang buruk. Ia menyebut perselingkuhan dan kekerasan menjadi salah satu alasan perpisahan mereka.
Bekerja Sebagai Pengasuh dan Guru
Sebelum bertemu Pangeran Charles dan menjadi seorang putri, Diana bekerja sebagai pengasuh. Ia ditugaskan untuk bermain bersama anak-anak, mencuci pakaian, dan bersih-bersih. Selain menjadi pengasuh, Putri Diana juga pernah bekerja sebagai guru taman kanak-kanak paruh waktu di London.
Dermawan
Putri Diana melelang 79 gaunnya dan berhasil mengumpulkan 5,76 juta dollar untuk kegiatan amal AIDS dan kanker payudara. Selain itu, sepanjang hidupnya, Putri Diana banyak mengunjungi daerah yang memiliki isu sosial seperti isu kesehatan dan kemiskinan. Ia pun beberapa kali mengunjungi Indonesia.
Putri Diana sempat berkunjung ke Rumah Sakit dr. Sitanala di Tangerang, Banten, untuk bertemu dengan pasien-pasien penderita penyakit kusta. Ia juga tanpa ragu bersalaman dengan para pasien.
Kisah Cinta yang Berakhir Tragis
Meski pernikahannya dengan Pangeran Charles kerap diwarnai isu tidak sedap, ada titik ketika Diana dan Charles mancintai satu sama lain. Ia bertemu pertama kali dengan putera mahkota kerajaan Inggris tersebut ketika berusia 16 tahun.
Dalam buku The Diana Chronicles karya Tina Brown, saat itu Diana mengatakan pada teman-temannya bahwa Charles adalah satu-satunya lelaki di bumi yang tidak boleh menceraikannya.
Pada 1980, ia bertemu lagi dengan Pangeran Charles yang saat itu sedang berduka karena salah seorang sahabatnya meninggal. Diana berbincang dengan Charles dan berusaha menghiburnya dengan kata-kata yang hangat.
Menurut Diana dalam film dokmenter Diana: In Her Own Words, setelah perbincangan tersebut, Charles mengikutinya kemanapun ia pergi.
Mereka pun akhirnya berkencan dan kemudian menikah pada 29 Juli 1981. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putera, yakni Pangeran William dan Pangeran Harry. Namun, rumah tangga Diana dan Charles diterpa isu adanya orang ketiga yang tak lain adalah Camilla, Duchess of Cornwall. Mereka akhirnya memutuskan untuk bercerai pada 1996.
Setelah bercerai dari Charles, Diana menjalin hubungan dengan Dodi Al Fayed, seorang produser film. Dodi dan Diana baru berkencan selama beberapa bulan sebelum kecelakaan mobil merenggut nyawa keduanya.
Patung untuk Mengenang Sang Putri
Pada Jumat (28/8) lalu, Pangeran William dan Pangeran Harry mengumumkan bahwa patung Putri Diana akan dikukuhkan pada 1 Juli 2021, bertepatan dengan hari lahir ibu mereka. Patung tersebut dibuat untuk mengenang jasa-jasa Putri Diana yang memberi pengaruh positif pada Inggris dan dunia.
(ERA)
