Waktu Istiwa Jam Berapa dan Apa Manfaat Mengetahuinya?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam menjadikan peredaran semu harian matahari sebagai penanda masuknya waktu shalat. Hal ini juga berlaku untuk waktu istiwa. Apa pengertian dan waktu istiwa jam berapa?
Waktu istiwa adalah waktu saat matahari berada di titik tertingginya atau tepat berada berada di atas kepala. Fenomena ini dimanfaatkan untuk menentukan waktu pelaksanaan shalat dzuhur.
Penentuan shalat dzuhur dengan menggunakan perhitungan waktu istiwa ini berlandaskan pada banyak dalil. Salah satunya adalah surat Al-Isra ayat 78 di mana Allah berfirman:
"Dirikanlah shalat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat." Qs. Al-Isra: 78
Waktu Istiwa Jam Berapa?
Mengutip buku Pengantar Ilmu Falak karya Watni Marpaung, istiwa merupakan suatu kondisi di mana matahari berada di titik tertingginya atau yang biasa dikenal dengan sebutan tengah hari. Waktu ini biasanya terjadi pada jam 12 siang.
Para ahli falak biasanya menetapkan waktu istiwa dengan menggunakan tongkat. Tongkat akan diposisikan secara tegak di posisi terbuka.
Kemudian, para pengamat akan memperhatikan bayangan dari tongkat tersebut. Apabila tongkat tersebut sudah tak menghasilkan bayangan berbentuk tegak lurus, para ahli falak menentukan bahwa itu adalah waktu istiwa.
Waktu istiwa juga dapat diamati dengan memperhatikan posisi matahari dengan pengamatnya. Ketika memasuki waktu istiwa, posisi matahari akan tegak lurus dengan pengamatnya.
Manfaat Mengetahui Waktu Istiwa
Ada beberapa manfaat dari pengamatan waktu istiwa dalam Islam, di antaranya:
1. Penentuan Shalat Dzuhur
Salah satu manfaat waktu istiwa dalam Islam adalah untuk menentukan waktu awal shalat dzuhur. Menurut jurnal penelitian berjudul Implikasi Bayang Istiwa’ Terhadap Penentuan Awal Waktu Sholat karya Abdullah Hasan, haram hukumnya bagi seorang Muslim untuk melakukan shalat wajib dan sunnah saat memasuki waktu istiwa.
Shalat Dzuhur dapat dikerjakan sesaat setelah waktu istiwa, yakni ketika matahari telah condong ke arah barat. Secara astronomis, waktu dzuhur dimulai ketika tepi piringan matahari telah keluar dari garis zenith.
Secara teoritis, jarak antara waktu istiwa dan shalat dzuhur adalah 2 menit. Namun, untuk alasan kehati-hatian, maka jaraknya dibuat 4 menit setelah fenomena waktu istiwa.
2. Penentuan Kiblat
Mengutip laman Kemenag Kalsel, pada waktu istiwa, posisi matahari berada tepat di atas Kabah. Fenomena ini terjadi sebanyak 2 kali dalam setahun.
Hal tersebut dimanfaatkan oleh negara-negara di sekitar Mekkah atau negara dengan perbedaan zona waktu 5 jam untuk menentukan arah kiblat. Metode yang digunakan adalah tongkat istiwa.
Metode ini memanfaatkan bayangan tongkat yang terkena sinar matahari. Apabila bayangan tongkat telah berbentuk lingkaran yang berada tepat di bawahnya, maka kondisi tersebut menunjukan titik 0°. Setelah itu, penentuan akan dihitung dengan menggunakan rumus hingga diketahui arah koordinat kiblat yang tepat.
Fenomena ini tidak dapat dilakukan di semua wilayah, tapi hanya dapat dilakukan di daerah yang berada tepat di bawah garis khatulistiwa.
Frequently Asked Question Section
Apa itu waktu istiwa?

Apa itu waktu istiwa?
Waktu istiwa merupakan waktu saat matahari berada di titik tertingginya.
Apa saja manfaat penentuan waktu istiwa dalam Islam?

Apa saja manfaat penentuan waktu istiwa dalam Islam?
Salah satu manfaatnya adalah untuk menentukan waktu shalat dzuhur.
Bolehkah melaksanakan shalat dzuhur pada saat memasuki waktu istiwa?

Bolehkah melaksanakan shalat dzuhur pada saat memasuki waktu istiwa?
Haram hukumnya untuk melakukan shalat wajib dan sunnah saat memasuki waktu istiwa.
(PHR)
