Waktu Membaca Niat Puasa Ramadhan dan Sunnah yang Perlu Dipahami

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waktu membaca niat puasa Ramadhan memiliki sedikit perbedaan dengan puasa sunnah. Waktu untuk niat puasa Ramadhan adalah setelah maghrib hingga berakhirnya subuh, sedangkan puasa sunnah hingga sebelum memasuki waktu Dzuhur.
Anjuran waktu membaca niat puasa Ramadhan dijelaskan dalam hadits riwayat Abu Daud. “Barang siapa yang tidak berniat (puasa Ramadhan) sejak malam (sebelum fajar), maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud)
Dari penjelasan di atas juga dapat diketahui bahwa hukum membaca niat puasa Ramadhan adalah wajib. Jika tidak diamalkan, seseorang yang berpuasa hanya akan mendapatkan rasa lapar dan hausnya saja.
Batas waktu membaca niat puasa Ramadhan berbeda dengan niat puasa sunnah. Niat puasa sunnah boleh dilakukan hingga memasuki waktu dzuhur. Dengan catatan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.
“Aisyah berkata: Suatu hari Nabi SAW datang kepadaku dan bertanya, 'Apakah engkau punya makanan?' Saya menjawab, 'Tidak ada'. Nabi Muhammad berkata, 'Kalau begitu aku puasa'." (HR. Muslim)
Niat Puasa Ramadhan
وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin’ an ada’i fardhi syahri ramadhaani haadzihis sanati lillahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(PDN)
