Konten dari Pengguna

Warna Liturgi Minggu Palma dan Ketentuan Pelaksanaan Lainnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Minggu Palma. Foto: unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Minggu Palma. Foto: unsplash

Warna liturgi Minggu Palma merupakan pertanda siklus kalender dan peristiwa gerejawi. Warna ini biasa ditempatkan sebagai antependia di mimbar, taplak altar, banner di dinding spanduk, bendera, stola, bunga-bunga, dan lain sebagainya.

Asal-usul tata warna liturgi tersebut awalnya berasal dari warna-warni natural masyarakat Eropa yang penentuannya dicetuskan oleh Pius V pada tahun 1570. Kemudian, warna tersebut diperkukuh dalam Ordo Missae 1969.

Mengutip buku Indah Bersahaja: Seni Flora dan Dekorasi Liturgis susunan C.H Suryanugraha (2019), secara umum warna liturgi terdiri dari lima warna dasar, yaitu putih, merah, hijau, ungu, dan hitam. Warna liturgi Minggu Palma adalah merah.

Warna merah tersebut biasanya dikenakan pada busana liturgi imam ketika memimpin Misa. Agar lebih memahami pemaknaan warna liturgi Minggu Palma, simaklah penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Warna Liturgi Minggu Palma

Ilustrasi minggu palma. Foto: unsplash

Seperti disebutkan sebelumnya, warna liturgi Minggu Palma yang biasa dikenakan imam saat memimpin Misa adalah warna merah. Namun saat Ritus Pperarakan, imam biasanya akan mengenakan pluviale.

Lalu sesampainya di ruang perayaan dan pada akhir perarakan, imam akan menggantinya dengan kasula untuk merayakan ekaristinya. Namun, ia juga diperkenankan hanya mengenakan kasula selama memimpin dua misa itu.

Warna merah yang dijadikan sebagai warna liturgi Minggu Palma bisa menjadi pertimbangan untuk merancang dekorasi tempat atau ruangannya. Sehingga, warn lain dalam dekorasi tersebut dapat harmonis dengan keseluruhan interior.

Biasanya, ada banyak dedaunan berwarna hijau di perayaan Minggu Palma. Selain itu, ada juga dekorasi warna lain yang berasal dari unsur bunga atau jenis dedaunan lainnya.

Ketentuan Liturgi Minggu Palma

Ilustrasi daun palem. Foto: unsplash

Ketentuan liturgi Minggu Palma tidak terbatas pada penentuan warnanya saja. Dikutip dari buku Natal dan Paskah: Perayaan Liturgis dalam Dua Lingkaran karya C.H. Suryanugraha, berikut penjelasan lengkapnya yang bisa Anda simak:

  • Misa Minggu Palma dapat diselenggarakan pada Sabtu sore dan tidak diatur secara khusus tentang kapan waktu tepat untuk pelaksanaannya.

  • Tempat perayaan Minggu Palma dapat diselenggarakan di luar ataupun dalam gedung gereja.

  • Ritus perarakan meriah dilakukan di luar gedung dan Liturgi Sabda hingga Ritus Penutup dilaksanakan di dalam gedung gereja.

  • Untuk ritus perarakan sederhana dapat dilangsungkan dari bagian depan.

  • Perarakan dari luar gereja menurut Cara I (Perarakan) diselenggarakan satu kali saja, terutama pada kesempatan yang dihadiri paling banyak umat.

  • Untuk Cara II (Meriah), dapat dilaksanakan mulai dari pintu atau bagian depan gereja, lalu perarakan berlangsuung di dalam gedung gereja.

  • Untuk Cara III (Sederhana), karena tanpa perarakan, maka cukup diawali dengan nyanyian pembukaan dan dilanjutkan dengan Seruan Tobat, lalu Doa Pembuka Misa."

  • Daun palma, daun zaitun, dan daun lainnya dibawa umat dalam perarakan. Namun sebelum itu, daun dapat diberkati terlebih dahulu.

  • Jika terpaksa tidak bisa diselenggarakan Misa, maka dapat diadakan ibadat sabda saja dengan tema “Yesus memasuki Yerusalem dan kesengsaraan-Nya.”

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa saja ketentuan saat Minggu Palma?

chevron-down

Misa Minggu Palma dapat diselenggarakan pada Sabtu sore dan tidak diatur secara khusus tentang kapan waktu tepat untuk pelaksanaannya.

Bagaimana sejarah penentuan warna liturgi?

chevron-down

Asal-usul tata warna liturgi tersebut awalnya berasal dari warna-warni natural masyarakat Eropa yang penentuannya dicetuskan oleh Pius V pada tahun 1570.

Apa saja warna liturgi?

chevron-down

Secara umum warna liturgi terdiri dari lima warna dasar, yaitu putih, merah, hijau, ungu, dan hitam.