Konten dari Pengguna

Zaman Arkaekum dan 4 Periode Perkembangannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perkembangan bumi, zaman arkaekum. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perkembangan bumi, zaman arkaekum. Foto: pixabay

Kenampakan bumi yang saat ini terlihat merupakan akibat dari proses panjang yang telah dilaluinya. Bumi telah mengalami perkembangan dari awal terbentuk hingga menciptakan kehidupan seperti sekarang ini.

Tentu proses yang dilalui tidak singkat, proses ini sudah dimulai sejak 4,5 miliar tahun yang lalu. Saat itu kerak bumi baru mulai terbentuk. Kemudian dari zaman ke zaman kondisi bumi mulai berubah hingga mendukung berkembangnya manusia purba dan segala makhluk hidup yang ada.

Mengutip buku IPS Kelas VII untu SMP/MTs oleh Waluyo, M.Hum dkk, dalam ilmu geologi bumi terbagi menjadi empat zaman. Yang pertama adalah zaman arkaekum sebagai titik awal pembentukan bumi. Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut.

Zaman Arkaekum

Zaman arkaekum adalah zaman tertua dalam periode pembentukan bumi. Zaman ini berlangsung sekitar 2.500 juta tahun yang lalu. Mengutip buku Geografi SMA/MA Kelas X oleh Ganesha Operation, zaman arkaekum merupakan awal pembentukan batuan kerak bumi yang berkembang menjadi protokinten.

Batuan pada zaman ini ditemukan di bagian dunia yang lazim disebut kraton atau perisai dunia. Batuan yang tertua pada zaman ini tercatat pada umur 3.800.000.000 tahun yang lalu.

Pada zaman ini pula tercatat sebagai awal munculnya kehidupan primitif di dalam samudra berupa ganggang dan bakteri (mikroorganisme). Hal itu dibuktikan dengan ditemukan fosil Cyanobacteria dan Stromatin yang berusia 3.500 juta tahun.

Mengutip buku Sejarah SMP Kelas VII oleh Drs. Prawoto, S.Pd., pada zaman arkaekum bumi masih berbentuk bola pijar yang berputar pada porosnya, suhu udara panas, iklim dan cuaca tidak stabil, dan belum ada tanda-tanda kehidupan. Hingga kemudian terjadi penurunan suhu yang memungkinkan munculnya suatu kehidupan. Hal itu terjadi pada akhir Arkeozoikum.

Ilustrasi perkembangan bumi, zaman arkaekum. Foto: pixabay

Dalam perkembangannya, zaman arkaekum dibagi lagi menjadi empat periode, yaitu sebagai berikut:

  • Periode Eoarkhaean: periode ini merupakan periode paling awal dalam zaman arkaekum. Tandanya bisa dilihat dari usia batuan tua seperti Isua Greenstoen Belt di Barat daya Greenland, yang memiliki magnesium yang tinggi yang merupakan lava dari meletusnya gunung merapi

  • Periode Neoarchean: pada periode ini Cyanobacteria berperan menghasilkan oksigen dalam jumlah besar.

  • Periode Mesoarkean: para periode ini benua mulai mengalami perluasan dan perkembangan. Kemudian beberapa jenis bakteri juga mulai mengalami perembangan dalam menciptakan oksigen dengan kandungan yang masih rendah.

  • Periode Neoarchaean: bakteri Cyanobacteria mulai menciptakan oksigen dalam jumlah besar pada periode ini. Bumi tidak lagi terlindungi oleh sinar UV yang menandakan zaman arkaekum akan segera berakhir.

(MSD)