Zaman Paleozoikum: Pengertian, Ciri-ciri dan Pembagian Zamannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zaman paleozoikum merupakan awal dari tiga era geologi pada zaman fanerozoikum. Salah satu ciri-ciri zaman paleozoikum adalah zaman ini sudah ada sejak 541 juta hingga 252,17 juta tahun yang lalu.
Nama paleozoikum diambil dari bahasa Yunani, yaitu “palaios” yang artinya tua dan “zoe” yang artinya hidup. Zaman paleozoikum dapat diartikan sebagai zaman kehidupan yang tua atau purba.
Zaman paleozoikum sering juga disebut sebagai zaman pertama dalam peradaban dunia. Sebab, pada zaman ini belum terdapat manusia purba.
Beragam spesies hewan purba hidup di zaman ini. Ikan, reptil, amfibi, dan arthropoda semuanya berevolusi pada era paleozoikum.
Ciri-ciri Zaman Paleozoikum
Berikut adalah ciri-ciri zaman paleozoikum secara umum.
Sudah mulai ada kehidupan berupa mikroorganisme.
Keadaan bumi masih belum stabil.
Iklim masih berubah-ubah.
Curah hujan sangat besar.
Berlangsung sekitar 541 juta hingga 252,17 juta tahun yang lalu.
Pembagian Zaman Paleozoikum
Zaman paleozoikum dibagi menjadi enam periode, yaitu periode kambrium, ordovisium, silur, devon, karbon, dan permian. Enam periode itu diurutkan dari yang paling tua hingga yang termuda. Untuk lebih memahaminya, simak penjelasan berikut.
1. Periode Kambrium
Periode ini berlangsung di wilayah kambria. Periode kambrium berlangsung mulai 541 juta hingga 485,4 juta tahun lalu.
Fosil yang ditemukan pada umumnya berupa alga, cacing, koral, arthopoda, branchiopoda, chinodermata. Pada periode ini iklim cenderung panas dan makhluk hidup mulai menguasai daratan.
2. Periode Ordovisium
Periode ordovisum berlangsung sekitar 485,4 juta hingga 443,8 juta tahun lalu. Pada periode ini ditemukan spesies ikan tanpa rahang yang merupakan vertebrata tertua.
3. Periode Silur
Periode ini berlangsung sekitar 443,8 juta hingga 419,2 juta tahun yang lalu. Pada periode ini tumbuhan darat mulai muncul.
Hal ini dikarenakan benua terus mengalami pergerakan. Sehingga terbentuk laut dangkal yang luas di sepanjang paparan benua.
4. Periode Devon
Periode devon diperkirakan terjadi 419, 2 juta hingga 358,9 juta tahun lalu. Pada periode ini hewan mulai hidup di darat.
Hewan darat pertama yang ditemukan ialah serangga. Mereka hidup dalam tumbuhan darat yang ditemukan di periode sebelumnya.
Pada periode ini ikan mulai mengalami evolusi menjadi amfibia. Sehingga membentuk spesies-spesies baru hewan bertulang belakang.
5. Periode Karbon
Periode karbon diperkirakan terjadi sekitar 358,9 juta hingga 298,9 juta tahun yang lalu. Pada periode ini ditemukan lapisan batu kapur di daratan Eropa.
6. Periode Permian
Permian adalah periode terakhir zaman paleozoikum. Diperkirakan berlangsung sekitar 298,9 juta hingga 252,2 juta tahun yang lalu.
Pada periode tersebut dibagi para ahli menjadi tiga kala, yakni Cisuralian, Guadalupian, dan Lopongian yang terjadi perkembangan reptil mirip mamalia.
Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum dan Pembagiannya
Peninggalan Zaman Paleozoikum
Zaman paleozoikum merupakan zaman hidup tertua yang berlangsung kira-kira selama 340 juta tahun. Selama periode tersebut, ada beberapa sisa peninggalan yang masih bisa ditemui hingga saat ini.
Dikutip dari Explore Geografi Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X oleh Sri Wiyanti, dkk., (2017: 85-87), adapun beberapa peninggalan zaman paleozoikum yang masih tersisa, yaitu:
Beberapa fosil hewan laut, seperti Achaecyata dan hewan Trilobita Olenellus.
Fosil koral bulat bernama Halisites yang banyak ditemukan di sungai di Papua.
Sabuk pegunungan Appalachian di bagian timur Amerika Utara dan pegunungan Hercynian di Inggris. Keberadaan dua pegunungan ini menjadi bukti bahwa pada zaman paleozoikum pernah ada tumbukan antarbenua.
Wilayah daratan Eropa Timur dan Greenland yang terbentuk akibat terjadi penyurutan samudra sekitar 400 juta tahun lalu.
Batuan-batuan khas zaman paleozoikum yang dapat ditemui di daerah Sungai Telen di Kalimantan Timur.
Gamping (batu kapur) dan koral serta beberapa batuan dari gunung api yang bisa ditemukan di wilayah Sumatra.
Pegunungan Ural di Rusia yang terbentuk akibat tumbukan antara daerah Eropa Timur dan Siberia.
(MSD & SFR)
