kumparan
29 Okt 2018 20:02 WIB

5 Kecelakaan Pesawat Paling Misterius

Ilustrasi pesawat (Foto: Youtube HorrorStudio1)
Ada beberapa misteri yang tidak bisa dipecahkan. Apalagi jika sudah menyangkut kecelakaan pesawat. Sulitnya proses pencarian dan kurangnya bukti-bukti dapat memperkeruh peristiwa yang terjadi.
ADVERTISEMENT
Berikut adalah lima kecelakaan pesawat yang paling misterius.
1. Amelia Earhart
Amelia Earhart dan Fred Noonan (Foto: history.com)
Amelia Earhart adalah pilot wanita pertama yang berhasil menerbangkan pesawat sendiri menyeberangi Samudera Atlantik. Pada 1937, Amelia dan navigator, Fred Noonan, melakukan percobaan penerbangan keliling bumi terpanjang di dunia, dengan total jarak 47,000 km.
Amelia dan Noonan sudah menempuh lebih dari 35,000 km saat mereka berhenti di Lae, Papua Nugini. Setelah mengisi bahan bakar dan perbekalan, keduanya lepas landas dari Lae pada 2 Juli 1937.
Penerbangan ini seharusnya menjadi penerbangan terakhir yang mereka tempuh untuk mengakhiri penerbangan keliling dunia mereka. Komunikasi terakhir yang diketahui terjadi setelah pesawat Electra yang membawa mereka melewati Pulau Howland, yang berlokasi di tengah Samudera Pasifik.
ADVERTISEMENT
"Kami pasti berada di atas kalian, tapi kami tidak bisa melihat kalian - tapi bahan bakar kami tinggal sedikit. Tidak bisa mengontak kalian melalui radio. Kami terbang di ketinggian 1,000 kaki," isi transmisi Amelia pada kapal USCGC Itasca yang bertugas untuk memandu mereka di Pulau Howland.
Transmisi terakhir Amelia diterima satu jam kemudian. "Kami ada di garis 157 337. Kami akan mengulangi pesan ini. Kami akan mengulangi pesan ini pada 6210 kilocycles. Tunggu," ujar Amelia.
The International Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR) menyatakan bahwa angka-angka terakhir yang diberikan oleh Amelia merupakan koordinat garis lintang dan bujur yang mereka melewati. Kebetulan, tak hanya Pulau Howland yang berlokasi di garis itu. Ada sebuah pulau tak berpenghuni bernama Gardner, sekarang disebut Nikimaroro, yang juga berada di koordinat lintang dan bujur tersebut.
ADVERTISEMENT
Diduga, Amelia dan Noonan mendarat darurat di pulau tersebut. Namun pesawat Electra tidak ditemukan di pulau tersebut. Tim pencarian sudah menyisiri perairan sekitar Pulau Howland dan mendapatkan hasil yang sama. Faktanya, hingga kini bangkai pesawat Electra dan jenazah keduanya tidak pernah ditemukan. Penyebab keduanya jatuh pun tidak diketahui.
2. Flight 19
Para kru Flight 19 yang menghilang (Foto: history.com)
Penerbangan ini seharusnya menjadi penerbangan latihan rutin normal. Pada 5 Desember 1945 pukul 14.10, lima pesawat pembom TBM Avenger lepas landas dari Florida. Konvoi pesawat yang disebut "Flight 19" ini seharusnya terbang menuju sisi timur pesisir Florida, melakukan latihan menjatuhkan bom di delta Hens dan Chickens, berbelok ke utara melewati Bahama, dan berputar kembali ke pangkalan.
ADVERTISEMENT
Pemimpin konvoi ini adalah Letnan Charles C. Taylor, seorang pilot berpengalaman dan pernah terlibat dalam berbagai misi di kawasan Pasifik selama Perang Dunia II.
Sesuatu yang aneh mulai terjadi saat mereka berbelok ke utara. Charles merasa bahwa alat navigasi pesawatnya tidak berfungsi dan konvoi mereka terbang menuju arah yang salah. Masalah semakin rumit saat angin kencang mulai bertiup dan mereka diterjang badai.
Hujan kencang dan awan yang tebal mengurangi jarak pandang. Mereka kehilangan arah. Salah seorang pilot menyatakan melalui radio, "Aku tidak tahu dimana kita sekarang. Kita pasti tersesat setelah berputar tadi."
Flight 19 pun terbang semakin jauh dari Florida. Ketika bahan bakar mereka menipis, Charles terdengar mempersiapkan anak-anak buahnya untuk menghadapi kemungkinan pendaratan darurat di laut melalui radio komunikasi.
ADVERTISEMENT
"Kita harus meninggalkan pesawat kecuali jika kita jatuh di daratan... ketika ada pesawat yang bahan bakarnya jatuh di bawah 10 galon, kita turun bersama-sama." Beberapa menit kemudian, komunikasi terakhir dari Flight 19 itu berganti menjadi dengungan statis radio.
Tim pencari segera dikirimkan. Sepasang pesawat PBM Mariner terbang untuk menyusul konvoi itu dari pangkalan udara di utara Pelabuhan Lauderdale. Namun 20 menit kemudian, salah satu dari kedua PBM Mariner yang dikirim putus kontak pangkalan udara tersebut.
Keesokannya, Angkatan Laut Amerika Serikat segera melancarkan pencarian skala besar yang melibatkan lebih dari 300 kapal dan pesawat. Pencarian skala besar ini menyusuri kurang lebih 300,000 mil persegi area, tanpa menemukan apapun. Total 14 orang menghilang. Beberapa teori berkonspirasi bahwa Flight 19 adalah salah satu korban dari keanehan Segitiga Bermuda yang memang terletak di dekat Florida.
ADVERTISEMENT
3. Silk Air Flight 185
Pesawat yang serupa dengan pesawat Silk Air 185 (Foto: Ken Fielding/Wikipedia)
Kejadian jatuhnya Silk Air penerbangan 185 terjadi di Palembang, Indonesia. Tepatnya di atas Sungai Musi. Penerbangan dengan rute internasional Jakarta - Singapura ini membawa 97 penumpang dan 7 awak kabin.
Investigasi terhadap kecelakaan ini pun segera dilakukan secara gabungan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia, bersama tim ahli dari National Transportation Safety Board (NTSB), Singapura dan Australia. KNKT menyatakan bahwa penyebab jatuhnya pesawat tidak diketahui. Namun NTSB mengusulkan teori yang berbeda.
Menurut NTS, Kapten Tsu Way Ming dengan sengaja menjatuhkan pesawat sebagai upaya bunuh diri. Berbagai faktor penyebab bunuh diri diberikan oleh NTSB. Penyebab jatuhnya pesawat pun tidak bisa disepakati hingga kini.
ADVERTISEMENT
4. Egypt Air MS 990
Pesawat Egypt Air MS 990 yang jatuh (Foto: Konstantin von Wedelstaedt/Wikipedia)
Pesawat Egypt Air dengan nomor penerbangan MS 990 dijadwalkan untuk terbang dari Los Angeles dan transit di New York sebelum melanjutkan penerbangan menuju Kairo, Mesir. Pada 31 Oktober 1999, penerbangan ini jatuh di Samudera Atlantik setelah lepas landas dari New York.
Seluruh 203 penumpang beserta 14 kru pesawat tewas seketika. Rekaman black box sepanjang 2 menit 34 detik yang ditemukan mengungkapkan detik-detik terakhir di dalam kokpit. Hanya suara kapten pilot Ahmed El-Habashi dan co-pilot Gameel Al-Batouti yang teridentifikasi dalam rekaman tersebut.
Sang kapten sedang ijin ke toilet ketika bunyi-bunyi mesin mulai terdengar. Gameel berulang-ulang mengatakan, "Aku bersandar pada Tuhan." Ahmed pun kembali ke dalam kokpit sambil menanyakan dengan panik apa yang terjadi. "Ada apa ini? Apa ini? Apa kamu mematikan mesinnya?" Gameel tidak mengatakan apapun selain mengulang kalimatnya. Tak lama kemudian, rekaman itu berakhir.
ADVERTISEMENT
Banyak teori mengenai penyebab jatuhnya pesawat muncul dari rekaman ini. Ada yang mengatakan bahwa pesawat jatuh karena kegagalan mesin. Tetapi, banyak yang menyoroti pertanyaan Ahmed pada Gameel yang tidak dijawab.
Menurut mereka, Gameel dengan sengaja mematikan mesin dan menjatuhkan pesawat untuk bunuh diri. Usaha penyelidikan gabungan pemerintah Mesir dan Amerika Serikat pun tidak mencapai kata sepakat. Penyebab jatuhnya pesawat pun tidak ditetapkan.
5. Malaysia Airlines MH 370
Pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang menghilang (Foto: Laurent Errera/Wikipedia)
Menghilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH 370 menjadi salah satu misteri terbesar dunia penerbangan saat ini. Pesawat dengan rute Kuala Lumpur - Beijing ini terbang pada dini hari 8 Maret 2014 waktu setempat. 38 menit setelah mengudara, MH 370 melakukan kontak terakhir mereka dengan menara airport traffic control (ATC) Bandara Internasional Kuala Lumpur.
ADVERTISEMENT
Tiga menit kemudian, pesawat ini pun menghilang dari radar ATC, namun masih terlacak di radar militer. Ditemukan bahwa MH 370 terbang menyimpang ke barat dari jalur mereka yang seharusnya. Pesawat MH 370 hilang dari radar sepenuhnya pada pukul 02:22 di atas Laut Andaman, yang berlokasi di utara Aceh, Indonesia.
Pesawat ini membawa 12 kru berkebangsaan Malaysia dan 227 penumpang dari 15 negara yang berbeda. Banyak negara yang terlibat dalam usaha pencarian pesawat ini. Misi pencarian MH 370 pun menjadi misi pencarian pesawat hilang termahal sepanjang sejarah.
Tim penyelidikan gabungan menyatakan bahwa tidak ada sinyal darurat yang dikirim oleh pesawat, tidak ada indikasi cuaca buruk atau pun permasalahan teknis sebelum pesawat menghilang. Dua orang penumpang yang terbang menggunakan paspor curian diinvestigasi, tetapi diputuskan bahwa mereka tidak bersalah.
ADVERTISEMENT
Kepolisian Malaysia mengidentifikasi kru kokpit sebagai tersangka apabila intervensi manusia menjadi penyebab menghilangnya pesawat. Kecurigaan terhadap kru kokpit pun muncul karena dua komunikasi mencurigakan yang dilakukan dengan ATC.
Pertama, mereka mengulang informasi yang sama yang telah disampaikan enam menit sebelumnya. Kemudian, pesawat memutus kontak dengan menara kontrol Kuala Lumpur di Malaysia waktu serah terima dengan menara kontrol Ho Chi Minh City, Vietnam. Beberapa puing bagian pesawat telah ditemukan, namun tidak banyak membantu dalam menentukan penyebab jatuhnya pesawat. Black box-nya pun belum ditemukan. Penyebab jatuhnya pesawat hingga kini tidak diketahui.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan