kumparan
30 Jun 2019 15:43 WIB

Foto Viral Warga Kuliti Macan Dahan

Viral foto warga menguliti macan dahan. (Foto: Facebook/Dewi Manjah)
Warganet dibuat geram dengan beredarnya foto beberapa orang yang tengah menguliti hewan langka. Beberapa foto itu menjadi viral setelah diunggah oleh pemiliki akun Facebook Dewi Manjah di grup Info Jabodetabek Terkini, Sabtu (29/6).
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan itu, Dewi menyampaikan sindirannya kepada warga yang terlebibat aksi, seperti dalam foto-foto yang diunggahnya.
"Selapar itu kah kalian sampai tega membunuh hewan langka," tulis Dewi Manjah, seperti dikutip dari unggahannya dalam grup Facebook Info Jabodetabek Terkini, Minggu (30/6).
Unggahan pemilik akun Facebook Dewi Manjah yang memperlihatkan aksi warga menguliti macan dahan. (Foto: tangkapan layar grup Facebook/Info Jabodetabek Terkini)
Dalam foto yang diunggah, tampak dua orang dewasa dan satu anak-anak tengah memegang kucing besar berwarna cokelat dengan tutul hitam. Salah satu pria dewasa dengan baju berwarna biru terlihat tengah menguliti hewan tersebut.
Dalam foto lain, pria dengan kaus putih terlihat tersenyumsembari memamerkan satwa yang telah dikuliti. Tak ada lagi tutul-tutul khas hewan itu. Tak ada lagi kulit yang menempel di tubuh kucing besar itu.
Ada juga foto tangkapan layar pemilik akun Facebook dari salah satu pria yang diduga terlibat aksi pengulitan hewan itu. Hanya saja setelah ditelusuri di dalam akun Facebook-nya, tidak ditemukan foto-foto terkait aksi yang membuat warganet geram itu.
Potret satwa macan dahan sebelum dikuliti. (Foto: Facebook/Dewi Manjah)
Dari ciri-ciri yang terlihat, motif kulit kucing besar itu serupa dengan macan dahan atau neofelis nebula. Ia merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi. Oleh karenanya, banyak warganet yang geram dan mengecam aksi tersebut. Mereka juga meminta agar kasus tersebut segera diusut, dan memberi hukuman yang setimpal bagi pelaku.
ADVERTISEMENT
"Smoga mereka mendapatkan hukuman yg setimpal, setidaknya diterkam sma kluarga hewan langka itu," tulis Ci IyuManto.
"Orang-orang tolol. Macan dahan, hewan yang terancam punah dimatiin begitu aja gak ada otaknya," lanjut Chrlfhm BF.
"Itulah mengapa dikatakan puncak rantai makanan terganas bukanlah harimau/macan, tapi manusia-manusia rakus," timpal Yudi Sahrudin.
(zhd)
Baca lebih banyak informasi mengenai berita artis/berita heboh/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·