kumparan
8 Sep 2019 23:47 WIB

Kisah Israa Ghrayeb, Gadis Palestina yang Tewas Dianiaya Keluarganya

Israa Ghrayeb. Foto: Twitter/@cinnamongirldr
Kisah seorang perempuan bernama Israa Ghrayeb asal Palestina jadi viral di media sosial. Israa Ghrayeb tewas setelah disiksa dan dipukuli oleh keluarganya sendiri. Kisah ini viral setelah diunggah akun Twitter @cinnamongirldr pada Jumat (6/9).
ADVERTISEMENT
Tidak hanya di media sosial, kasus yang menimpa Israa Ghrayeb juga dibahas oleh media-media internasional. Dalam unggahan @cinnamongirldr, Israa Ghrayeb dikatakan berprofesi sebagai seorang makeup artist berusia 21 tahun.
Israa Ghrayeb dikatakan tewas akibat 'pembunuhan atas nama kehormatan' oleh keluarganya sendiri. Kisah ini bermula saat Israa diduga dipukuli oleh keluarganya setelah ia mengunggah foto dirinya dan sang tunangan di media sosial. Israa baru saja dilamar oleh kekasihnya.
Salah seorang kerabat kemudian mengirim unggahan Israa itu kepada ayah Israa. Israa pun disebut merusak reputasi keluarga karena berkencan dengan orang asing. Ayah dan saudara laki-lakinya lalu memukulinya.
Isra yang mencoba melarikan diri dari pemukulan itu kemudian jatuh dari balkon lantai dua rumahnya di kota Beit Sahour, Palestina. Israa kemudian dilarikan ke rumah sakit akibat cedera tulang belakang.
ADVERTISEMENT
Di rumah sakit, Israa kemudian mengunggah foto dirinya dengan dahi yang diperban dan tangan yang terlihat memar. Israa menuliskan bahwa tekadnya untuk hidup adalah yang membuatnya masih bertahan hidup.
Melihat unggahan Israa itu, saudara laki-lakinya bersama kerabat lain memukuli Israa lagi di rumah sakit. Seorang perawat melaporkan bahwa pihak keluarga menolak ada dokter atau perawat yang boleh masuk ke kamar di tempat Israa dirawat.
Keluarga menolak tuduhan penyiksaan pada Israa. Menurut mereka, Israa kerasukan jin, dan mereka hanya melakukan tindak pengusiran jin hingga Israa akhirnya jatuh dari balkon rumah. Keluarga juga meminta Israa untuk dibawa pulang dari rumah sakit.
Dua hari kemudian, pada tanggal 22 Agustus 2019, Israa ditemukan tewas di kamarnya. Melansir dari The Daily Star, kasus penganiayaan atas nama martabat keluarga yang menimpa Israa menimbulkan aksi protes yang diikuti ratusan perempuan Palestina pada Rabu (4/9).
ADVERTISEMENT
Ratusan demonstran menuntut perlindungan hukum bagi perempuan. Penyelidikan mengenai kasus yang menewaskan Israa pun masih terus berjalan. Menurut organisasi persatuan perempuan Palestina, General Union of Palestinian Women (GUPW), setidaknya ada 18 perempuan telah terbunuh tahun ini karena dianggap merusak kehormatan keluarga.
Pihak keluarga Israa tetap membantah dan mengatakan kematian Israa karena serangan jantung. Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina, Mohammad Shtayyeh, mengatakan beberapa orang sudah ditahan untuk dimintai keterangan mengenai kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Israa.
Hukum pidana di Palestina dikritik karena dianggap tidak memberi perlindungan yang memadai bagi perempuan. Sebaliknya, hukuman ringan cenderung diberikan kepada pihak laki-laki yang melakukan penganiayaan atas nama kehormatan keluarga.
Thread mengenai kisah Israa Ghrayeb yang diunggah akun Twitter @cinnamongirldr sudah mendapat lebih dari 1o ribu retweet hingga tulisan ini dibuat. Banyak warganet yang mendoakan agar Israa mendapat ketenangan, sebagian lainnya berharap keadilan bisa ditegakkan.
ADVERTISEMENT
"Lebih tepatnya penyalahgunaan patriarki. Kepemimpinan ayah seharusnya dapat melindungi putrinya. Ketika justru menyakiti, dia tidak layak dipanggil ayah lagi. Semoga para pelaku segera diseret ke meja hijau!" ujar @1EB2
"Rest in Peace for Israa sweet beautiful lady. You are no longer suffering. Manusia adalah makhluk yang paling memalukan. Karma menghakimi hidup orang berat hukumnya, i just wish it would beat her asshole family real hard." tambah @novintadhini__
"Saya pertama kali dengar istilah Honor Killing ini saat dengar berita pembunuhan di Pakistan. Pembunuhan artis pakistan yg lupa saya namanya oleh abang/adik kandungnya. Menyedihkan lihat keluarga merasa paling benar dan berhak ambil nyawa anggota keluarganya karena dianggap bawa malu" ujar @CatatanYuswardy.
(rin)
ADVERTISEMENT
Baca lebih banyak berita mengenai berita heboh/berita artis/info bola/dan lifehack lebih nyaman di aplikasi kumparan.
Download aplikasi Android di sini.
Download aplikasi iOS di sini.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan