kumparan
Otomotif9 Maret 2020 20:08

5 Tanjakan yang Banyak Memakan Korban Jiwa di Indonesia

Konten kiriman user
Tanjakan.jpg
Ilustrasi tanjakan. Foto: Unsplash/Matt Duncan
Saat berkendara di jalan raya, selain faktor spesifikasi kendaraan yang membuat nyaman saat perjalanan. Namun ada juga faktor lain, seperti contohnya kondisi jalan yang juga mempengaruhi kenyamanan dalam berkendara.
ADVERTISEMENT
Macam-macam kondisi jalan juga sangat berdampak pada saat kita berkendara, yakni jalan berlubang, jalan bergelombang dan yang paling sering memakan korban jiwa adalah kondisi jalan yang menanjak.
Saat kondisi jalan menanjak supir dituntut untuk berkonsentrasi lebih pada saat melaluinya dan kondisi kendaraan harus sehat dengan faktor terpentingnya rem pada kendaraan.
Meski begitu angka kecelakaan yang ditimbulkan oleh tanjakan tetaplah tinggi, berikut daftar tanjakan terekstrim di Indonesia:

Tanjakan Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat

Tanjakan yang berada di Panorama satu, Padang, Sumatera Barat ini, dikenal sebagai tanjakan yang bisa melihat keindahan kota Padang hingga kelaut secara langsung.
Orang biasa menyebut tanjakan ini sebagai kelok panorama, dengan kemiringan hingga 45 persen banyak kendaraan yang hilang kendali saat melalui tanjakan ini.
ADVERTISEMENT
Selain karena banyaknya kendaraan bertonase berat, seperti kendaraan yang mengangkut batu bara yang melalui jalan ini, ditambah lagi keadaan jalan menanjak bersamaan dengan belokan tajam menjadi paket lengkap yang harus dilalui para pengendara ketika melewati tanjakan ini.
Kondisi mobil ‘kehabisan nafas’ atau berhenti ditengah tanjakan lah yang paling sering terjadi, saat itu terjadi banyak yang akhirnya diderek oleh kendaraan besar lainnya, sebagai solusi satu-satunya yang dapat dilakukan.
tanjakan puncak pass.jpg
Puncak Bogor (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya)

Tanjakan Puncak Pass, Cisarua, Bogor, Jawa Barat

Tanjakan di jalur Bogor–Cianjur ini sangat ramai ketika akhir pekan tiba, karena keramaian itulah yang membuat macetnya jalur ini yang sudah pasti akan berlaku sistem satu arah pada waktu-waktu tertentu. Selain itu tanjakan ini juga terkenal dengan keindahan alamnya sebagai destinasi wisata favorit bagi warga yang tinggal di sekitar Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek).
ADVERTISEMENT

Tanjakan Limbangan, Jawa barat

Salah satu tanjakan yang juga cukup berbahaya adalah tanjakan limbangan yang berada Garut, Jawa Barat. Tanjakan yang curam dan kondisi jalan yang berliku sering menjadi pemicu kecelakaan.
Kondisi ini diperparah dengan ukuran jalan yang tidak begitu luas, sehingga banyak kendaraan yang saat menyalip kendaraan lainnya kehilangan jarak pandang, hingga sulit dikendalakikan yang akhirnya sebagai pemicu utama kecelakaan pada jalur ini.
tanjakan mandalawangi.jpg
Tanjakan di Kecamatan Mandalawangi. Foto/jrjtvshow

Tanjakan Mandalawangi, Banten

Mitos mistis pada tanjakan ini cukup terkenal, sebagai tanjakan yang suka “memanggil -manggil” korbannya. Setiap tahunnya selalu ada kejadian yang kecelakaan baik kecelakaan tunggal atau kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan yang memakan korban jiwa. Daerah yang curam dan jalanan menanjak menjadi penyebab utama kegagalan kendaraan dalam melintasi tanjakan ini.
tanjakan emen.jpg
Tanjakan Emen yang banyak memakan korban jiwa/ Foto: anton-nb.com

Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat

Sama seperti tanjakan sebelumnya tanjakan ini juga dikenal dengan cerita mistisnya yang melegenda secara turun temurun, bahkan bagi beberapa pengendara yang percaya mereka akan melemparkan rokok dan membunyikan klakson sebanyak 3 kali setiap kali melewati tanjakan ini.
ADVERTISEMENT
Kondisi jalan yang menanjak, ditambah dengan tak adanya pembatas jalan menjadi faktor utama kecelakaan pada jalan ini, meski begitu keindahan alamnya sudah tidak diragukan lagi. Tanjakan ini juga menjadi tanjakan yang menghubungkan dua wisata populer yakni pemandian air panas Sari ater dengan Tangkuban perahu yang melegenda dengan cerita rakyatnya.(kur)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan