Konten Media Partner

Anggota DPR RI Sediakan Mudik Gratis untuk Perantau Jateng-DIY di Tangerang Raya

26 Maret 2025 20:01 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana pelepasan peserta program mudik gratis dari Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto. (Virgoras)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pelepasan peserta program mudik gratis dari Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto. (Virgoras)
ADVERTISEMENT
JAKARTA - Hari Raya Idul Fitri 1446 H semakin dekat. Warga perantau mulai terlihat sibuk dengan berbagai urusan pribadi menjelang mudik ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama keluarga besarnya. Dari mulai mencari tiket yang terjangkau, pengemasan barang bawaan, sampai persiapan menempuh perjalanan darat selama hampir 10 jam tujuan Jawa Tengah dan DIY.
ADVERTISEMENT
Reporter, Virgoras, melaporkan mudik gratis bersama Yulius Setiarto anggota DPR RI tujuan Jawa Tengah dan DIY dari Kota Benteng, Tangerang Raya, di tengah ekonomi lagi turun drastis.
Suhartini (63), warga tinggal di Pasar Kemis nyaris pupus mimpinya untuk bisa mudik tahun ini. Melambatnya ekonomi ditandai dengan turunnya daya beli masyarakat cukup dirasakan Suhartini yang setiap hari menggantungkan hidup dari berdagang di pasar.
Harga tiket bus tujuan mudik Wonogiri, Jateng, setiap hari merangkak nyaris tak sanggup dibelinya. Beruntung, melalui pesan berantai whatsapp grup perantau tersiar informasi adanya layanan mudik gratis khusus perantau Jawa diadakan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto.
“Begitu informasi itu saya dapat, saya langsung daftar. Lha wong kami kenal, kami kemarin mendukung beliau. Suami langsung menemui tim mudik Mas YS (panggilan akrab Yulius Setiarto), menyerahkan KTP, dan akhirnya mendapatkan dua bangku untuk keberangkatan Rabu 26 Maret ini, Alhamdulilah,” ungkap istri Pujo Hartono itu, 30 tahun perantau asal Wonogiri.
ADVERTISEMENT
Suhartini nampak sumringah, pasalnya mudik gratis bersama Mas Yulius Setiarto tidak hanya menyediakan layanan bus saja.
"Kami dilarang bawa bekal makanan karena di perjalanan sudah termasuk disiapkan Mas YS dan tim. Terima kasih mas YS dan timnya. Semoga menjadi berkah," ujar Suhartini usai menyempatkan foto bareng politisi PDI Perjuangan Dapil Banten III.
Senada juga dikatakan Surasmo, peserta mudik bersama Yulius Setiarto yang lain ditemui terpisah. Pria pensiunan akrab disapa Pakde Rasmo mengatakan, program mudik gratis Mas Dewan ini sangat tepat untuk membantu warga perantauan Tangerang yang kini dalam suasana ekonomi yang sulit. Rata-rata perantau Jawa di tangerang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan informal seperti berdagang atau berwiraswasta.
“Ini sangat menjawab kebutuhan warga perantau. Program yang tepat dilakukan Mas Dewan, Mas Yulius Setiarto,” ujar pensiunan akrab disapa Pakde Rasmo, perantau tinggal di kawasan padat penduduk di Pondok Aren dengan tujuan mudik Giriwoyo, Wonogiri.
ADVERTISEMENT
"Ya bersyukur, Bus AC, dah dapat makan buka puasa, dapat kenang-kenangan, ada doorprize. Pokoknya seru. Terima kasih Mas Yulius," celetuk pemudik tujuan Klaten, Jateng, Sidiq Purwadi menenteng kopernya.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto saat diwawancarai. (Virgoras)
Mudik gratis bersama Yulius Setiarto, anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, rencananya akan menempuh durasi waktu kurang dari 10 jam untuk berbagai kota tujuan seperti Wonogiri, Solo, Grobogan, Klaten, Yogya, Boyolali, Salatiga. Tiap kota tujuan mudik telah dipersiapkan titik drop penumpang baik di dalam terminal maupun di agen bus tersedia.
Tim panitia mudik juga telah mewanti-wanti agar penumpang aktif mengingatkan pengemudi bus apabila selama dalam perjalanan laju kecepatan di atas normal dan sopir dinilai ugal-ugalan. Beberapa nomor HP panitia juga telah disebarkan ke semua peserta mudik kemungkinan ada yang membuat tidak nyaman diimbau untuk melaporkan.
ADVERTISEMENT
Anggota DPR RI Dapil Tangerang Raya, Yulius Setiarto, membenarkan kegiatan mudik gratis murni dibiayai dari kantong pribadinya demi memfasilitasi warga perantau jawa yang memang menjadi basis pendukungnya semasa Pileg 2024 lalu.
Di Tangerang Raya, jumlah warga Jawa Tengah dan DIY unggul mencapai 31% di atas perantau suku Sunda, Betawi, Batak, Tionghoa. Yulius mengakui tidak mampu memfasilitasi tingginya warga Jawa Tengah dan DIY di Tangerang Raya.
“Program mudik gratis ini adalah bentuk kepedulian bagi warga perantauan di Tangerang Raya. Sekalipun ekonomi sedang melambat, saya dan tim berkomitmen untuk tetap bisa berbagi kebahagiaan, dengan harapan perputaran uang akan lebih maksimal di kampung halaman," katanya.
Hanya saja, Yulius berharap tahun depan bisa menambah jumlah armada lagi untuk mudik karena ternyata antusias warga menyambut program mudik ini cukup baik.
ADVERTISEMENT
Terdapat empat titik kumpul dan pemberangkatan armada mudik gratis bersama Yulius Setiarto yakni titik Perum Permata Gelam Jaya dan Jatiuwung untuk Kota Tangerang, Bukit Tiara Cikupa untuk Kabupaten Tangerang, dan Kawasan Bintaro Sektor 9 untuk Tangerang Selatan.
Ingatkan Ekonomi Turun Drastis
Kepada peserta mudik gratis, Yulius Setiarto juga menyampaikan pesan agar sewaktu berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman merayakan lebaran tetap berhemat dan mengendalikan pengeluaran.
Menurut Yulius, perekonomian nasional ke depan tidak menjamin akan baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi justru akan melambat dengan gejalanya sudah terasa sejak sekarang. (*)