Bappedalitbang Kenalkan Potensi Produk Unggulan dari Tiga Zona di Kalteng

Konten Media Partner
17 Juli 2022 16:19
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalteng, Dr. H. Kaspinor, SE., M.Si.. (Andrian)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalteng, Dr. H. Kaspinor, SE., M.Si.. (Andrian)
PALANGKA RAYA - Gelaran Kalteng Expo sangat dinanti dan disambut baik oleh masyarakat Kalimantan Tengah. Pameran yang digelar dari tanggal 12 Juli 2022 ini telah resmi ditutup pada Sabtu Malam, 16 Juli 2022.
Dalam rangkaian gelaran tersebut, Bappedalitbang Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan sosialisasi mengenai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan juga capaian berbasis data dari Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu, Bappedalitbang juga memberikan doorprize bagi pengunjung stand yang beruntung.
"Momen ini kita manfaatkan untuk sosialisasi yang berkenaan dengan rencana pembangunan jangka menengah, rencana kerja pemerintah pusat, dan rencana kerja pemerintah daerah. Serta ada juga mengenai hasil konsolidasi rencana kerja dari kabupaten/kota yang digunakan untuk menjadi kebijakan-kebijakan atau program kegiatan yang tersusun dalam anggaran setiap tahunnya," jelas Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalteng, Dr. H. Kaspinor, SE., M.Si.
Menurutnya, gelaran Kalteng Expo juga menjadi kesempatan untuk menggali potensi daerah. "Potensi yang ada kaitannya dengan bagaimana kita bisa membangkitkan ekonomi di daerah kita. Kemudian juga sebagai ajang untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan supaya UMKM bisa bergerak. Termasuk juga kita lihat adanya disabilitas yang terlibat. Itu juga yang kita dorong partisipasinya," tuturnya.
"Harapan kita bersama, ke depan tentunya dengan adanya Expo ini bisa menarik para investor termasuk pengembangan investasi yang ada di daerah," lanjut Kaspinor.
Kaspinor menjelaskan jika melalui momen pameran ini bisa mengangkat potensi daerah maupun membangkitkan ekonomi daerah. Termasuk juga meningkatkan ekspor dan pendapatan asli daerah yang pada akhirnya masyarakat akan memiliki pendapatan, produknya dapat terjual, dan akhirnya memberi kesejahteraan untuk mereka.
"Untuk produk lokal, dengan adanya pameran ini kita dorong untuk meningkatkan daya saingnya. Kita melihat berbagai hasil karya anak bangsa, hasil karya masyarakat kita. Ini nanti akan terjadi kompetisi untuk bagaimana produk ini semakin berkualitas, kemasannya semakin bagus. Mungkin nanti didorong untuk kepemilikan hak patennya," ucapnya.
Kalimantan Tengah sendiri memiliki potensi produk unggulan yang beragam, yakni sektor pariwisata, sektor perkebunan, sektor kehutanan, sektor pertambangan, sektor perikanan, dan sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan.
Wilayah Kalteng sendiri terbagi menjadi 3 zona potensi ekonomi daerah. Zona 1 atau wilayah barat berisi Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Sukamara dan Lamandau. Potensi dari zona ini adalah industri kelapa sawit, industri smelter, pengolahan hasil perikanan, pabrik pakan ikan, kawasan shrimp estate udang vaname, pertanian padi, peternakan sapi-sawit, pengolahan hasil pertanian tanaman pangan, wisata bahari, ekowisata Taman Nasional Tanjung Puting dan Mangrove Kubu Kumai Kobar.
Untuk Zona 2 atau wilayah tengah terdiri dari Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Gunung Mas dan Palangka Raya. Potensi dari zona ini adalah kawasan food estate, Agro Industri, budidaya perikanan ikan tawar, industri pangan, industri hasil hutan (kayu, rotan, dan karet), industri kreatif (tari, musik, dan zona perfilman), peternakan (ayam, bebek, babi), dan Ekowisata Taman Nasional Sebangau.
Sementara untuk Zona 3 atau wilayah timur terdiri dari Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan dan Barito Timur. Potensi dari zona ini adalah industri pertambangan (batu bara, emas, tanah jarang), industri hasil hutan (kayu, rotan, karet, dll), kawasan perkebunan (kopi, kakao, tebu, dll), industri pengolahan hasil perikanan, industri pengolahan tanaman pangan dan hortikultura, Ekowisata, balai pembenihan ikan air tawar, dan pengolahan hasil pertanian.
Pemanfaatan potensi-potensi tersebut selanjutnya dibahas dan direncanakan dalam RPJMD Provinsi Kalteng tahun 2021-2026. RPJMD ini juga merupakan penjabaran dari usaha untuk merealisasikan visi dari Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo.
Untuk kita ketahui bersama visi yang dibawa oleh Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mewudkan "Kalteng Makin Berkah" adalah sebagai berikut: Mempercepat pembangunan ekonomi yang produktif, kreatif dan berwawasan lingkungan; Memperkuat ketahanan daerah dan mengantisipasi perubahan global; Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi; Mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan berdaya saing; Meneguhkan Kalteng yang beriman, berbudaya dan berkesetaraan gender.
Selanjutnya visi tersebut dijabarkan dalam Tujuan dan Sasaran RPJMD 2021-2026. Berikut adalah Tujuan RPJMD Provinsi Kalteng 2021-2026:
1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong pengembangan ekonomi kreatif serta pemerataan pembangunan melalui konektivitas antar wilayah.
2. Mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan.
3. Meningkatkan tingkat kondusifitas daerah melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan pengurangan kemiskinan masyarakat.
4. Mewujudkan peningkatan ketahanan daerah terhadap risiko ancaman bencana dan budaya serta kerentanan pangan.
5. Meningkatkan sistem pemerintahan dan kualitas layanan birokrasi yang inovatif dan responsif.
6. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
7. Meningkatkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial budaya masyarakat.
8. Meningkatkan kesetaraan gender.
Sementara itu, Sasaran RPJMD Provinsi Kalteng 2021-2026 tertuang dalam beberapa poin berikut ini:
1. Meningkatnya Ketercukupan Energi
2. Meningkatnya Konektivitas Wilayah
3. Meningkatnya Luas Kawasan Hutan yang Dikelola Masyarakat
4. Meningkatnya Pertumbuhan Sektor Potensial dan Industry Kreatif dengan Mendorong Masuknya Investasi Daerah
5. Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup
6. Meningkatnya Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat
7. Meningkatnya Kemandirian Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
8. Menurunnya Kemiskinan di Pedesaan dan Perkotaan
9. Pemenuhan Pelayanan Dasar Perumahan, Air Minum dan Sanitasi
10. Meningkatnya Kapasitas Ketahanan Daerah Serta Antisipasi Penanganan Terhadap Bencana Kerawanan Pangan dan Pandemi
11. Meningkatnya Kualitas dan Inovasi Pelayanan Masyarakat
12. Terwujudnya Tatakelola Pemerintah yang Akuntabel
13. Meningkatnya Kualitas Pendidikan, Kesehatan dan Ketenagakerjaan
14. Meningkatnya Kualitas Beribadah
15. Meningkatnya Pembangunan Kebudayaan
16. Meningkatnya Pemberdayaan Perempuan
Provinsi Kalteng sendiri dikatakan terus mengalami kenaikan dalam hal pencapaian dan realisasi program RPJMD 2021-2026. (And)