Entertainment
·
14 Januari 2021 14:27

Mengenang Momen Haru saat Syekh Ali Jaber Cium Kaki Bocah Hafiz Lumpuh Otak

Konten ini diproduksi oleh Berita Selebritis
Mengenang Momen Haru saat Syekh Ali Jaber Cium Kaki Bocah Hafiz Lumpuh Otak (428231)
Syekh Ali Jaber mencium kaki Naja. (Foto: tangkapan layar YouTube deHakims)
Kabar wafatnya Syekh Ali Jaber meninggalkan duka mendalam. Dai kondang kelahiran Madinah itu dikenal sebagai sosok yang menyampaikan syiar Islam secara sejuk. Tak hanya itu, tutur kata dan perangainya pun menjadi teladan.
ADVERTISEMENT
Tentu masih teringat jelas momen haru ketika Syekh Ali Jaber mencium kaki bocah penghafal Al-Qur'an bernama Muhammad Naja Hudia Afifurohman atau yang disapa Naja. Bocah asal NTB yang diketahui mengalami lumpuh otak itu membuat Syekh Ali takjub terkait hafalan Al-Qur'an.
Keterbatasan yang dimiliki Naja itu tidak lantas menyurutkan semangatnya menjadi hafiz. Meski harus berada di kursi roda, namun kemampuannya menghafal Al-Qur'an tidak diragukan. Tidak hanya hafal 30 juz, Naja bahkan menghafal secara detail sebuah ayat terletak di halaman berapa hingga posisi baris ayat tersebut dalam halaman.
Mengenang Momen Haru saat Syekh Ali Jaber Cium Kaki Bocah Hafiz Lumpuh Otak (428232)
Muhammad Naja Hudia Afifurrohman, hafiz cilik yang menyandang kelumpuhan otak. (Foto: tangkapan layar)
Saat itu, Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang dikenal dengan nama Syekh Ali Jaber dan juri Hafiz Indonesia 2019 lainnya menguji hafalan Al-Qur'an Naja. Bocah yang saat itu usianya baru sembilan tahun tersebut berhasil membuat para juri tersanjung dengan hafalannya yang begitu detail.
ADVERTISEMENT
Hingga akhirnya suasana menjadi haru ketika Irfan Hakim selaku pembawa acara, menyanjung kehebatan Naja menghafal Al-Qur'an. Menurutnya, kemampuan Naja hampir tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya. Terlebih, ia menyandang kelumpuhan otak.
"Anak hebat seperti apa yang bisa seperti ini (menghafal Al-Qur'an). Dan ini dilakukan oleh seorang anak yang dinyatakan lumpuh otaknya. Kemudian di otak kita, ada lembaran-lembaran memori seperti apa?" kata Irfan Hakim.
Lanjutnya, "Apakah ada ayat-ayat Al-Qur'an di sana? Atau justru lembaran-lembaran media sosial?"
Mengenang Momen Haru saat Syekh Ali Jaber Cium Kaki Bocah Hafiz Lumpuh Otak (428233)
Syekh Ali Jaber mencium tangan Naja. (Foto: tangkapan layar YouTube/deHakims)
Irfan Hakim juga sempat mengatakan bahwa Kayla dan Naja adalah dua anak yang menyandang kelainan di dunia. Kayla tunanetra, sementara Naja menyandang kelumpuhan otak. Namun, keduanya memiliki kemampuan luar biasa untuk menghafal Al-Qur'an.
"Malu kita. Mata kita digunakan untuk apa? Sementara Kak Irfan pernah bertanya, 'Apa yang pertama ingin Kayla lihat?'. Kayla menjawab, 'Ingin melihat Al-Qur'an'," tutur Irfan.
ADVERTISEMENT
Lanjutnya, "Kemudian Naja, dia berjalan pun tertatih. Tapi dia berlari kencang dengan hafalannya. Justru kita yang bisa lari ke mana-mana, tapi kita malu, tertatih, terseok-seok ketika membaca Al-Qur'an. Dan mungkin di akhirat, kita lah nanti yang akan tertatih, tersungkur, terpelanting, masuk ke neraka."
Mengenang Momen Haru saat Syekh Ali Jaber Cium Kaki Bocah Hafiz Lumpuh Otak (428234)
Syekh Ali Jaber mencium kaki Naja. (Foto: tangkapan layar YouTube/deHakims)
Sampai pada akhirnya, momen mengharukan itu mencapai puncak. Syekh Ali Jaber mendekati Naja dan mencium tangannya. Tidak sampai di situ, dai kondang itu bahkan berlutut di hadapan Naja, lalu mencium kakinya.
Melihat hal tersebut membuat Irfan Hakim menanyakan alasan Syekh Ali Jaber mencium tangan dan kaki Naja. Dai kondang itu lalu menjawab, bahwa dirinya teringat kemuliaan Al-Qur'an. Sementara sosok Naja menurut Syekh Ali Jaber, seperti Al-Qur'an berjalan.
ADVERTISEMENT
"Karena saya ingat, saking mulianya dengan Al-Qur'an. Beliau (Naja) seperti Qur'an berjalan," ungkap Syekh Ali Jaber.
Mengenang Momen Haru saat Syekh Ali Jaber Cium Kaki Bocah Hafiz Lumpuh Otak (428235)
Syekh Ali Jaber. Foto: Facebook Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber juga menyebutkan bahwa seluruh tubuh Naja seolaj sudah terisi dengan Al-Qur'an. Ia juga mengaku bahwa bocah penyandang kelumpuhan otak itu justru lebih hebat darinya. Oleh karena itu, Syekh Ali Jaber memuliakannya.
"Oleh karena itu, pantas saya muliakan kakinya, bukan hanya Al-Qur'an-nya. Dan, dia jauh lebih hebat dari saya," pungkasnya.
Kini, hanya kenangan dan tauladannya semasa hidup yang bisa menjadi pelajaran. Syekh Ali Jaber wafat hari ini, Kamis (14/1/2021) sekitar pukul 08.30 WIB setalah terpapar virus corona meski sudah dinyatakan negatif. Rencananya, jenazahnya akan dimakamkan di Pesantren Tahfiz Daarul Quran milik Yusuf Mansur di Cipondoh, Tangerang.
ADVERTISEMENT
Selamat jalan, Syekh Ali Jaber!