Rumah Tak Kunjung Jadi, Baim Wong Ngamuk dan Pecat Semua Pekerja

Tulisan dari Berita Selebritis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baru saja merayakan ulang tahun ke-40 tahun, Baim Wong kali ini dibuat pusing. Pasalnya, rumah barunya dan keluarga kecil tak kunjung selesai.
Diketahui, Baim Wong memang tengah menyiapkan rumah baru untuk ditinggali, terlebih anak kedua mereka akan segera lahir. Namun, sudah enam bulan pengerjaan rumah ini tak selesai.
Ayah dari Kiano Tiger Wong ini pun merasakan kejanggalan dalam proyek pembangunan rumah barunya tersebut. Ia mengaku jika pembangunan rumahnya kacau-balau.
Bukan tanpa alasan Baim Wong tampak geram hingga memecat semua pekerja. Pasalnya ia harus mengeluarkan uang hingga 25 juta per minggu untuk 39 pekerja yang menggarap pembangunan rumah barunya.
"Rumah kacau bosque, ini kacau-balau. Gimana ini, nggak jadi-jadi, semua pihak nyalah-nyalahin," ujar Baim Wong dikutip dari kanal YouTube Baim Paula, Selasa (27/4/2021).
Suami Paula Verhoeven ini juga mengatakan sudah banyak mengeluarkan biaya demi pembangunan rumah impiannya itu. Bahkan, komponen rumahnya masih tergeletak di tanah seolah tanpa ada tanda ingin dibangun.
Saat mengecek perkembangan pembangunan, Baim hanya menemukan dua pekerja dari 39 pekerja. Tak ingin dana yang dikeluarkan semakin boros, ia akhirnya menyetop sementara pembangunan rumahnya tersebut dan hendak memecat semua pekerjanya.
"Lihat tuh sepi gak ada orang sama sekali. Jadi, diberhentikan pekerjanya secara paksa," tutur Baim Wong.
Tak ingin semakin mengulur waktu, Baim Wong kemudian menyewa MK. Tujuannya untuk perencanaan rumahnya dan kelanjutannya walaupun ia harus mengeluarkan uang dengan jumlah yang tak sedikit.
"MK itu tugasnya, apa yang diminta arsitek dan juga struktur harus dijalankan dengan spek yang sama. Saya bayar dia mahal banget sebulannya, tapi demi kelancaran ya sudahlah," ujar Baim Wong.
Setelah berdiskusi panjang, rupanya keterlambatan pembangunan rumah impiannya terdapat masalah di para pekerja. Para pekerja membeli komponen pondasi yang tidak sesuai dengan yang seharusnya.
"Akhirnya ketemu permasalahannya. Pondasi itu yang harusnya 300 apalah namanya, dibelinya yang 250. Jadi itu kayak kekuatan sampai menopang ke atas fondasi. Kaget kita dan adain meeting mendadak," ungkap Baim geram.
Pihak MK yang mengetahui ada kejanggalan dari pembangunan sebelumnya pun memilih mundur karena takut nantinya disalahkan. Akhirnya, Baim Wong pun bulat untuk memecat para pekerja dan mengganti dengan yang baru. (lia)
