12 Lawan Kata Konvensional dalam Tesaurus Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konvensional termasuk kata yang sering digunakan dalam percakapan dan tulisan sehari-sehari. Namun belum banyak yang mengetahui lawan kata konvensional.
Walau terdengar sepele, namun pengetahuan tentang lawan kata banyak mendatangkan manfaat. Selain dapat berbahasa dengan baik, mengetahui lawan kata akan memudahkan dalam penulisan.
Mengetahui 12 Lawan Kata Konvensional
Sebagian orang mengartikan lawan kata konvensional dengan katanya yang berlawanan. Namun sesungguhnya, pada lawan kata, yang berlawanan adalah makna katanya.
Makna kata konvensional menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebagai berikut.
Berdasarkan konvensi (kesepakatan) umum (seperti adat, kebiasaan, kelaziman).
Tradisional.
Lawan kata konvensional yang dapat ditemukan dalam Tesaurus Bahasa Indonesia antara lain sebagai berikut.
Khusus.
Modern.
Abnormal.
Tak Normal.
Aneh.
Ganjil.
Baru.
Inkonvensional.
Menyimpang.
Nonformal.
Istimewa.
Jenis-jenis Lawan Kata
Lawan kata atau lebih sering disebut dengan antonim berasal dari kata 'anti' atau 'ant', artinya lawan, dan 'onuma' yang artinya 'nama'. Dengan demikian, antonim diartikan sebagai kata-kata yang maknanya berbeda atau berlawanan.
Berdasarkan buku EYD & Seputar Kebahasa-Indonesiaan, Ernawati Waridah (2008:312), antonim terdiri atas beberapa jenis berikut ini.
1. Antonim kembar, merupakan antonim yang melibatkan pertentangan antara dua kata. Cirinya, penyangkalan terhadap salah satunya berarti penegasan terhadap pasangannya.
Contohnya, hidup - mati. Bila dikatakan tidak hidup, berarti mati. Bila dikatakan tidak mati berarti hidup. Contoh lainnya, jantan - betina.
2. Antonim majemuk, merupakan antonim yang melibatkan pertentangan antara banyak kata. Cirinya, penyangkalan terhadap salah satu kata berarti penegasan terhadap kata lainnya.
Contohnya, bila dikatakan Ina tidak suka nasi goreng, maka dalam kalimat tersebut terkandung pengertian bahwa Ina suka soto ayam, Ina suka pecel lele, atau Ina suka sate kambing, dan sebagainya.
3. Antonim gradual, merupakan pertentangan antara dua kata dengan melibatkan tingkatan antara. Cirinya penyangkalan terhadap suatu kata, tidak berarti penegasan terhadap kata lainnya.
Contohnya, bila dikatakan tidak kecil, tidak berarti besar, bisa jadi sedang atau agak besar.
4. Antonim relasional, merupakan pertentangan antara dua buah kata yang kehadirannya saling berhubungan.
Contohnya, suami - istri, kiri - kanan, pembicara - pendengar, anak - induk, dan sebagainya.
5. Antonim hirarkis, merupakan pertentangan antara kata-kata yang maknanya berada dalam posisi bertingkat. Jenis antonim ini mempunyai kriteria khusus, yakni tingkatan.
Baca juga: Lawan Kata Lebar dan Contoh Lawan Kata dalam Percakapan Sehari-hari
Terdapat 12 lawan kata konvensional dalam Tesaurus Bahasa Indonesia. Mengetahui lawan kata akan menambah perbendaharaan kata yang berguna dalam menyusun kalimat yang efektif.(DK)
