Konten dari Pengguna

18 Pertanyaan Taaruf yang Penting untuk Diajukan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 18 Pertanyaan Taaruf    Sumber Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 18 Pertanyaan Taaruf Sumber Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

18 pertanyaan taaruf diajukan untuk lebih mengenal calon pasangan. Berdasarkan jawaban yang diberikan, seseorang dapat menilai kualitas dan kepribadian calon pasangan.

Istilah taaruf berasal dari bahasa Arab yang berarti 'mengenal' atau 'berkenalan'. Taaruf adalah upaya untuk mengenali calon pasangan sebelum pernikahan.

18 Pertanyaan Taaruf bagi Calon Pasangan

Ilustrasi 18 Pertanyaan Taaruf Sumber Unsplash/Apri Rianto

Pertanyaan yang diajukan saat taaruf akan menentukan apakah prosesnya dapat dilanjutkan atau tidak. Diambil dari buku Tanya Jawab Pranikah, Maulana Umar (2024:9), berikut ini adalah 18 pertanyaan taaruf yang penting untuk diajukan:

  • Apa visi dan misi yang dicapai dalam pernikahan?

  • Beri alasan mengapa ingin menikah?

  • Kapan target pribadi yang ditetapkan untuk menikah? Sebutkan alasannya

  • Apa alasan dan pertimbangan dalam memilih pasangan hidup?

  • Ceritakan bagaimana ibadah yang dilakukan sehari-hari seperti salat, membaca Al-Qur'an, dan lainnya. Apakah terjaga dengan baik atau masih bolong-bolong?

  • Bagaimana kondisi finansial yang saat ini dimiliki. Apakah sudah bekerja, apa saja sumber penghasilan, dan apa ada tanggungan atau hutang?

  • Bagaimana ekspektasi dan harapan tentang istri, serta karakter yang sedang dicari? Sebutkan alasannya

  • Adakah syarat khusus yang diberikan oleh orang tua memgenai calon menantunya, seperti status, suku, pekerjaan, umur?

  • Bagaimana pendapat terkait hak dan kewajiban dalam rumah tangga seperti nafkah?

  • Rencana tempat tinggal setelah menikah, apakah mengontrak atau tinggal bersama mertua? Alasannya?

  • Apakah istri masih diizinkan untuk tetap bekerja, atau melanjutkan pendidikan setelah menikah? Alasannya?

  • Bagaimana gambaran keluarga yang dimiliki, seperti orang tua dan saudara?

  • Sudah sejauh mana kesiapan dalam pernikahan? Apakah sebelumnya sudah pernah belajar ilmu pranikah, dan kepada siapa berguru?

  • Apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan perlu diketahui calon pasangan?

  • Target terdekat apa yang sedang dijalani selain menikah?

  • Bagaimana pendapat pribadi tentang poligami?

  • Sebutkan karakter yang disukai dan tidak disukai dari calon pasangan? Dan jika marah atau emosi, apa yang bisa dilakukan?

  • Bagaimana harapan yang dimiliki tentang pendidikan dan jumlah anak? Dan apa yang akan dilakukan jika Allah Swt belum memberikan kehadiran anak dalam pernikahan?

Baca juga: Cara Membuat Biodata Diri yang Memikat untuk Taaruf

Demikian 18 pertanyaan taaruf yang dapat diajukan untuk lebih mengenal calon pasangan. Peserta taaruf nantinya akan bisa menilai, apakah seseorang layak menjadi pasangan dalam ikatan pernikahan, dari jawaban yang diberikan.(DK)