2 Ciri Lagu Daerah Lengkap dengan Fungsi dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain lagu nasional, masyarakat Indonesia juga mengenal lagu daerah yang sangat beragam. Setiap daerah yang ada di Indonesia bahkan memiliki lagu khasnya masing-masing. Namun, bisakah Anda jelaskan 2 ciri lagu daerah dengan benar?
Bagi Anda yang penasaran, simak penjelasan tentang ciri-ciri, fungsi, dan contoh lagu daerah, simak artikel di bawah ini, ya.
Baca Juga: Kumpulan Lagu Daerah Jakarta yang Sering Dinyanyikan
2 Ciri Lagu Daerah Lengkap dengan Fungsinya
Mengutip dari Buku Siswa Seni Budaya SMP/MTs Kelas 7 karya Sri Sudaryati dan Boiman (2021:66), 2 ciri lagu daerah antara lain mengandung suatu makna yang sesuai dengan nilai kehidupan dan kebudayaan di kawasan setempat serta menggunakan bahasa daerah yang sesuai dengan wilayah tersebut.
Adapun beberapa fungsi lagu daerah adalah sebagai berikut.
1. Sebagai Sarana Upacara Adat
Di beberapa daerah di Indonesia, lagu daerah digunakan dalam upacara adat sebagai pengiringnya. Sebagai contoh pada upacara Merapu di Sumba yang menggunakan lagu daerah setempat sebagai pengiring roh.
2. Pengiring Tari
Selain sebagai sarana upacara adat, lagu daerah juga kerap digunakan dalam pengiring tari atau pertunjukan daerah. Bahkan di Pulau Jawa, ada banyak sekali lagu daerah yang akhirnya digunakan sebagai pertunjukan, seperti mengiring pertunjukan wayang kulit, ludruk, ketoprak, dan lainnya.
3. Media Komunikasi
Pertunjukan musik yang menggunakan lagu daerah ternyata juga bisa menjadi media komunikasi secara tidak langsung. Hal ini dapat terjadi antara penyanyi lagu daerah dengan pendengarnya.
Contoh Lagu Daerah di Indonesia
Berikut ini adalah berbagai contoh lagu-lagu daerah di Indonesia yang dapat Anda ketahui.
Bungong Jeumpa (Aceh)
Butet (Sumatera Utara)
Mak Inang (Sumatera Barat)
Soleram (Riau)
Dendeng Nelayan (Kepulauan Riau)
Dodoi Di Dodoi (Jambi)
Jibeak Awieo (Bengkulu)
Dek Sangke (Sumatera Selatan)
Yo Miak (Kepulauan Bangka Belitung)
Lipang Lipang Dang (Lampung)
Jere Bu Guru (Banten)
Kicir-kicir (DKI Jakarta)
Manuk Dadali (Jawa Barat)
Suwe Ora Jamu (Jawa Tengah)
Tondok Kadadingku (Sulawesi Tengah)
Namalai Tongan Dani (Sulawesi Barat)
Ma Rencong (Sulawesi Selatan)
Wangku Wario (Sulawesi Tenggara)
Borero (Maluku Utara)
Ayo Mama (Maluku)
Satu Tungku Tiga Batu (Papua Barat)
Yamko Rambe Yamko (Papua)
Demikian informasi tentang ciri-ciri, fungsi, dan contoh lagu daerah yang bisa disimak.
Baca juga: Makna Lagu Manuk Dadali dari Jawa Barat
(Anne)
