Konten dari Pengguna

2 Contoh Isi Khutbah Idul Fitri tentang Kematian

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Khutbah Idul Fitri. Sumber: Alena Darmel/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Khutbah Idul Fitri. Sumber: Alena Darmel/Pexels.com

Sesaat lagi, umat Muslim akan menjumpai Hari Raya Idul Fitri. Persiapan-persiapan menyambut hari raya pun mulai dilakukan. Salah satunya adalah dengan mencari referensi khutbah Idul Fitri guna menyelesaikan tugas sekolah di bulan Ramadan atau bahan muhasabah diri. Untuk itu mari kita simak dua contoh isi khutbah Idul fitri tentang kematian berikut ini.

Memahami Khutbah Idul Fitri

Usman Shalehuddin pada buku Cara Khutbah Rasulullah saw (2018), menerangkan bahwa pengertian khutbah adalah pidato atau ceramah yang berisi keagamaan. Misalnya, khutbah nikah dan khutbah Jumat.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa khutbah Idul FItri adalah khutbah yang dilaksanakan atau disampaikan pada Hari Raya Idul Fitri, yakni tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah. Sebelum masuk ke contoh isi khutbah Idul Fitri tentang kematian, penting bagi umat Muslim memahami tata cara untuk melaksanakan khutbah.

Pada saat salat Idul Fitri, dilaksanakan sebanyak dua kali khutbah. Pada khutbah pertama, dianjurkan untuk mengucap takbir sebanyak 9 kali dan pada khutbah kedua, dianjurkan untuk mengucap takbir sebanyak 7 kali. Adapun urutan cara khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Alhafiz Kurniawan dalam NU Online, yaitu sebagai berikut.

Cara Khutbah Pertama

  • Menghadap kepada jamaah sholat.

  • Mengucapkan salam

  • Mengucapkan takbir sebanyak 9 kali.

  • Mengucapkan tahmid.

  • Mengucapkan sholawat nabi.

  • Mengucapkan wasiyyat bit taqwa.

  • Menyampaikan nasihat ketakwaan.

  • Membaca salah satu ayat kitab suci Alquran.

  • Menutup khutbah pertama.

Cara Khutbah Kedua

  • Mengucapkan takbir sebanyak 7 kali.

  • Mengucapkan tahmid.

  • Mengucapkan sholawat nabi.

  • Mengucapkan wasiyyat bit taqwa.

  • Membaca salah satu ayat kitab suci Alquran.

  • Membaca doa ampunan untuk umat Muslim.

  • Melafalkan doa sapu jagat.

  • Menutup khutbah kedua.

  • Mengucapkan salam.

Contoh Isi Khutbah Idul Fitri tentang Kematian

Setelah memahami cara khutbah Idul Fitri, berikut adalah contoh isi khutbah Idul Fitri tentang kematian yang dapat menjadi nasihat bagi masyarakat Muslim atau jemaah yang menghadiri sholat Idul FItri. Contoh di bawah ini hanyalah isi khutbah, bukan keseluruhan naskah khutbah. Jadi, bila ingin berkhutbah pastikan sesuai tata caranya dan kuasai materi khutbahnya.

1. Kematian adalah Hal yang Pasti

Saudara Muslim yang dirahmati Allah, alhamdulillahi rabbil ‘alamin kita telah tiba di hari kemenangan. Setelah satu bulan Allah SWT beri kesempatan untuk lebih dekat dengan-Nya, kini kita berada di hari yang fitri.

Kita memang harus bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan kepada kita. Dua tahun kita hidup dengan pandemi, banyak manusia yang wafat, banyak yang ditinggalkan oleh kerabatnya, sahabatnya, dan keluarganya karena wabah ini. Semoga mereka yang pulang lebih dahulu dibandingkan kita mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan dijaukan dari siksa kubur, Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Saudaraku, kematian adalah satu-satunya hal yang pasti kita jumpai di dunia ini. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Ali Imran ayat 185 yang berbunyi,

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ - ١٨٥

Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.

Itulah contoh isi khutbah tentang kematian yang pertama. Pemberi khutbah dapat mengingatkan jemaah untuk bermuhasabah diri dan tetap menjadi pribadi yang lebih baik serta beriman Islam walaupun Ramadan tahun ini telah usai.

Ilustrasi Dunia Fana. Sumber: Bob Price/Pexels.com

2. Dunia adalah Fana

Jemaah sholat Idul Fitri yang dirahmati Allah, alhamdulillahi rabbil ‘alamin kita telah tiba di bulan Syawal setelah Allah SWT berikan kesempatan untuk meraih keberkahan Ramadan. Bila ibadah kita meningkat di bulan Ramadan, semoga ada rahmat dan kebaikan yang diperoleh. Bila ibadah masih kurang, semoga Allah perkenankan kita untuk beribadah lebih baik kepada-Nya.

Ramadan memang singkat, hanya 29 – 30 hari. Namun, dunia juga sangat singkat, Saudara Muslim. Dunia ini fana, tidak ada satu pun di dunia ini yang kekal sebab kekekalan hanyalah milik Allah SWT. Apa contohnya?

Saat wafat, kita tidak membawa apa pun. Jabatan, harta, gelar, bahkan selembar uang kertas pun tidak kita bawa. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surat Gafir ayat 39 yang bunyinya,

يٰقَوْمِ اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ ۖوَّاِنَّ الْاٰخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ - ٣٩

Artinya: Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.

Setelah itu, penceramah dapat mengingatkan kembali untuk senantiasa mengingat Allah.

Itulah dua contoh isi khutbah Idul Fitri tentang kematian. Ingatlah untuk berkonsultasi dan belajar agama bersama gurunya seperti ustaz atau guru agama guna mendapatkan penjelasan yang tuntas. Semoga ada hikmah yang kita peroleh saat belajar agama. (AA)