2 Contoh Studi Kasus Masalah Media Pembelajaran PPG 2025

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh studi kasus masalah media pembelajaran ini penting diketahui guru. Terkadang, guru mengalami kesulitan ketika harus menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa.
Kesulitan ini disebabkan oleh kurangnya pelatihan, keterbatasan fasilitas, atau ketidaksesuaian media dengan tujuan pembelajaran. Melalui studi kasus, permasalahan tersebut dapat dianalisis untuk menemukan pendekatan yang lebih tepat.
Contoh Studi Kasus Masalah Media Pembelajaran yang Dapat Dijadikan Sebagai Referensi
Dikutip dari buku Metode Penelitian Studi Kasus, Ubaid dkk (2023: 32), studi kasus diartikan sebagai studi yang diharapkan dapat menangkap kompleksitas suatu kasus yang telah berkembang dalam ilmu sosial. Studi kasus merupakan kemampuan untuk melakukan investigasi terhadap suatu fenomena dalam konteksnya.
Berikut ini adalah dua contoh studi kasus masalah media pembelajaran.
Contoh 1
Situasi, Tugas, dan Masalah
Materi “Teks Cerita Inspiratif” di kelas 8 SMP menggunakan media film pendek. Jadi, struktur teks dan pesan moral lebih mudah dipahami. Film yang dipilih berdurasi hampir 20 menit. Film ini menggunakan bahasa cukup kompleks.
Selama pemutaran, banyak siswa tampak gelisah dan mulai mengantuk. Diskusi setelah film tidak berkembang dengan baik. Bahkan, hasil diskusi terlihat kurang mencerminkan pemahaman mendalam. Media yang digunakan ternyata kurang sesuai dengan karakter serta tingkat konsentrasi para siswa.
Tindakan yang Diambil
Film dipotong menjadi tiga bagian berdurasi 5 sampai 6 menit. Setiap bagian ditayangkan secara terpisah. Film ini diselingi diskusi tentang tokoh, konflik, serta pesan cerita.
Disiapkan pula lembar diskusi kelompok berisi pertanyaan serta kutipan penting dari film. Tautan video juga dibagikan melalui grup WhatsApp kelas. Tujuannya agar siswa bisa menonton ulang di luar jam pelajaran.
Hasil Tindakan
Fokus dan partisipasi siswa meningkat. Alur cerita serta pesan moral lebih mudah dimengerti siswa. Beberapa siswa mulai dapat mengaitkan isi cerita dengan pengalaman pribadi. Pesan yang ditulis menjadi lebih dalam dan orisinal. Pembelajaran berlangsung lebih aktif dan bermakna.
Pengalaman Berharga
Pemilihan media perlu mempertimbangkan kemampuan konsentrasi dan minat siswa. Penggunaan durasi yang sesuai, aktivitas jeda, dan teknologi sederhana dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa. Keberhasilan pada rancangan pembelajaran berpusat pada kebutuhan siswa.
Contoh 2
Situasi, Tugas, dan Masalah
Pembelajaran tema “Perubahan Lingkungan dan Dampaknya” dilaksanakan di kelas 5 SD. Tepatnya pada sekolah di wilayah pinggiran. Fasilitas proyektor tidak tersedia dan akses internet sangat terbatas.
Media berupa video berdurasi lebih dari 10 menit diputar melalui layar laptop guru. Perhatian siswa mudah teralihkan. Sebagian besar siswa tampak tidak fokus. Setelah pemutaran, hanya sedikit siswa yang mampu menjawab pertanyaan tentang isi materi. Hasil belajar siswa kurang optimal.
Tindakan yang Diambil
Video disunting menjadi beberapa klip pendek berdurasi 1 hingga 2 menit. Gambar dari video dicetak serta ditempel di papan tulis sebagai media visual.
Setiap klip disisipkan permainan kuis sederhana. Disediakan pula kartu bergambar dengan petunjuk singkat. Tujuannya untuk membantu pemahaman siswa yang kemampuan membacanya masih sangat kurang.
Hasil Tindakan
Keterlibatan siswa meningkat secara signifikan. Antusias siswa terlihat selama sesi tanya jawab dan kuis. Materi menjadi lebih mudah dipahami berkat tampilan visual yang menarik dan penyampaian secara bertahap.
Nilai ulangan siswa meningkat. Siswa mampu mengungkapkan pemahamannya dengan lebih jelas. Beberapa siswa bahkan mulai membuat poster lingkungan tanpa diminta.
Pengalaman Berharga
Media pembelajaran tidak harus selalu berbasis teknologi tinggi. Keberhasilan ditentukan oleh kesesuaian materi, durasi penyajian, dan aktivitas yang mendorong partisipan aktif. Kreativitas pengajar menjadi faktor penentu. Tujuannya untuk menciptakan suasana belajar.
Baca juga: Contoh RPPH Kurikulum Merdeka PAUD untuk Rencana Pembelajaran
Itulah dua contoh studi kasus masalah media pembelajaran PPG 2025. Semoga contoh tersebut membantu dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan siswa di kelas. (Gin)
